Semangat dakwah dan pemberdayaan ekonomi perempuan berpadu dalam peringatan Milad ke-109 Aisyiyah yang diselenggarakan Pimpinan Daerah Aisyiyah (PDA) Lamongan di Gedung DOME Universitas Muhammadiyah Lamongan (UMLA), Ahad (26/7/2026). Salah satu daya tarik utama kegiatan tersebut adalah bazar yang digelar Ikatan Saudagar dan Wirausaha Aisyiyah (ISWARA), yang dipadati ribuan pengunjung sejak pagi hingga acara berakhir.
Sekitar 3.000 anggota Aisyiyah dari berbagai Pimpinan Cabang Aisyiyah (PCA) di Kabupaten Lamongan menghadiri peringatan Milad. Usai mengikuti rangkaian acara, para peserta memadati area bazar untuk berburu berbagai produk unggulan hasil karya pelaku UMKM perempuan. Suasana pun berlangsung semarak dengan aktivitas jual beli yang mencerminkan semangat kebersamaan sekaligus kemandirian ekonomi warga Aisyiyah.
Puluhan stan menghadirkan beragam produk, mulai dari aneka minuman seperti jamu tradisional, jus buah, es teh, dan es blewah, hingga berbagai makanan dan kudapan seperti risoles, pukis, telur asin, pentol, cilok, serta aneka kerupuk ikan. Produk fesyen juga menjadi incaran pengunjung, di antaranya busana muslimah, kerudung, bros, dan seragam Aisyiyah.
Tingginya antusiasme pengunjung membuat hampir seluruh stan dipenuhi pembeli sepanjang kegiatan. Bahkan, sejumlah pelaku UMKM mengaku dagangannya habis terjual sebelum bazar berakhir.
“Senang sekali ada bazar seperti ini. Pilihan produknya lengkap, makanannya enak, dan kami bisa sekaligus membeli oleh-oleh serta mendukung usaha milik sesama warga Aisyiyah,” ujar salah seorang peserta yang datang dari luar Kecamatan Lamongan.
Wadah Pemberdayaan
Ketua ISWARA Lamongan, Hazar Falasifa, menjelaskan bahwa bazar tidak hanya bertujuan meningkatkan penjualan, tetapi juga menjadi wadah promosi, pembelajaran, dan pemberdayaan bagi para pelaku UMKM perempuan.
“Milad Aisyiyah menjadi momentum untuk mempererat ukhuwah sekaligus menguatkan ekonomi umat. Melalui ISWARA, kami ingin menghadirkan ruang bagi para pelaku UMKM perempuan untuk tumbuh bersama, memperkenalkan produk terbaiknya, serta memperluas pasar. Ketika perempuan memiliki usaha yang kuat, mereka tidak hanya menguatkan ekonomi keluarga, tetapi juga ikut berkontribusi bagi kemajuan masyarakat,” ujarnya.
Menurutnya, ISWARA terus mendorong pengembangan UMKM di berbagai PCA melalui pelatihan, pendampingan usaha, penguatan legalitas produk, hingga perluasan akses pemasaran agar pelaku usaha mampu meningkatkan daya saing produknya.
Kegembiraan juga dirasakan para pelaku UMKM yang mengikuti bazar. Salah seorang penjual makanan mengaku bersyukur karena seluruh dagangannya habis terjual lebih cepat dari perkiraan.
“Alhamdulillah, sejak pagi pembeli terus berdatangan. Banyak yang kembali lagi untuk membeli produk lain atau membawa teman ke stan kami. Semoga kegiatan seperti ini terus berlanjut karena sangat membantu kami memperkenalkan produk kepada masyarakat,” tuturnya.
Hal senada disampaikan salah seorang pelaku usaha fesyen. Ia menilai momentum Milad tidak hanya meningkatkan penjualan, tetapi juga membuka peluang memperluas jaringan pelanggan.
“Bukan hanya penjualan yang meningkat, tetapi kami juga memperoleh banyak relasi baru. Banyak pengunjung yang meminta kontak untuk pemesanan setelah acara selesai. Ini menjadi motivasi bagi kami untuk terus meningkatkan kualitas produk,” ungkapnya.
Sebagai bentuk apresiasi terhadap kreativitas dan dedikasi para peserta bazar, panitia memberikan penghargaan kepada sejumlah PCA. PCA Sugio meraih kategori Display dan Kebersihan Terbaik, PCA Turi memperoleh penghargaan Hasil Penjualan Terbanyak, sedangkan PCA Karanggeneng dinobatkan sebagai Produk Paling Menarik.
Bazar ISWARA menjadi salah satu wujud nyata komitmen Aisyiyah dalam memberdayakan perempuan melalui penguatan sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Di balik ramainya transaksi dan larisnya produk yang dipasarkan, kegiatan ini menunjukkan bahwa dakwah tidak hanya diwujudkan melalui penguatan spiritual, tetapi juga melalui ikhtiar membangun kemandirian ekonomi perempuan demi kemajuan keluarga dan masyarakat. (*)





0 Tanggapan
Empty Comments