Iklan Mudipat Landscape
Iklan Mudipat Mobile

Semua Anak Istimewa, Semua Guru Siap Melayani: SD Muhammadiyah 8 Tulangan Gelar Workshop Inklusi

Iklan Landscape Smamda
Semua Anak Istimewa, Semua Guru Siap Melayani: SD Muhammadiyah 8 Tulangan Gelar Workshop Inklusi
pwmu.co -
Worskhop pembelajaran deep learning dan inklusi SD Muhammadiyah 8 Tulangan. (Istimewa/PWMU.CO)
Worskhop pembelajaran deep learning dan inklusi SD Muhammadiyah 8 Tulangan. (Istimewa/PWMU.CO)

PWMU.CO – Komitmen SD Muhammadiyah 8 Tulangan untuk mewujudkan sekolah yang inklusif dan ramah anak diwujudkan melalui penyelenggaraan workshop bertema “Guru Hebat, Anak Hebat. Guru Ramah Anak, Guru Semua Anak.” Kegiatan ini dilaksanakan pada Senin, (7/7/2025) dan diikuti oleh seluruh guru dan karyawan sekolah.

Kegiatan ini menghadirkan narasumber istimewa, yaitu Bunda Ken Larasati SPsi CH CHt atau sering dikenal Laras, seorang terapis dan konsultan Anak Berkebutuhan Khusus (ABK) yang telah berpengalaman mendampingi berbagai institusi pendidikan dalam menerapkan pendekatan inklusif. Beliau juga menjabat sebagai Ketua Yayasan Sabdo Wahyu Jati, sebuah yayasan yang aktif memberikan layanan edukatif, terapi, dan pendampingan bagi anak-anak berkebutuhan khusus dan keluarganya.

Dalam kegiatan tersebut, Laras menyampaikan pentingnya pemahaman yang benar tentang pendidikan inklusif dan pendekatan yang tepat dalam mendampingi anak-anak dengan kebutuhan khusus.

Beliau mengajak guru dan karyawan untuk mengubah pola pikir dari sekadar “mengajar” menjadi “mendampingi dan memahami” setiap anak dengan segala keunikannya. Pendidikan inklusif bukan sekadar menerima kehadiran ABK di sekolah reguler, tetapi juga menciptakan sistem dan suasana pembelajaran yang adil, adaptif, dan memberdayakan semua pihak.

Keberagaman Karakteristik

Laras juga menekankan pentingnya membangun kesadaran bersama tentang keberagaman karakteristik anak dalam dunia pendidikan. Ia menyampaikan bahwa setiap anak adalah individu yang unik dengan potensi yang luar biasa. Oleh karena itu, seorang guru dituntut untuk memiliki empati, keterampilan komunikasi yang baik, serta kemampuan memahami kondisi psikologis dan kebutuhan khusus siswa.

“Sekolah inklusi bukan hanya soal menerima anak berkebutuhan khusus ke dalam kelas reguler, tetapi juga tentang bagaimana guru dan lingkungan sekolah mampu menghadirkan pendekatan yang adil, adaptif, dan memberdayakan,” ujar Laras.

Beliau juga mengajak para guru untuk mengenali berbagai spektrum kebutuhan khusus, mulai dari autisme, ADHD, disleksia, hingga hambatan belajar lainnya yang mungkin tidak tampak secara fisik.

Iklan RSI Siti Aisyah Madiun

Para guru dan karyawan terlihat antusias mengikuti sesi demi sesi, yang mencakup materi teori, diskusi kasus nyata, hingga simulasi pendekatan yang ramah anak. Workshop ini juga menjadi wadah refleksi bersama tentang bagaimana guru dapat menjadi figur yang aman dan suportif bagi seluruh siswa, termasuk mereka yang menghadapi tantangan dalam proses belajar.

Kepala SD Muhammadiyah 8 Tulangan menyatakan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari langkah strategis sekolah untuk meningkatkan kapasitas sumber daya manusia dalam menyongsong transformasi sebagai sekolah inklusi.

“Setiap anak adalah anugerah yang unik. Tugas kita sebagai pendidik adalah membuka jalan bagi mereka agar dapat berkembang sesuai potensinya, tanpa terkecuali. Maka guru yang ramah anak adalah guru untuk semua anak,” ujar beliau dalam sambutannya.

Dengan terselenggaranya workshop ini, diharapkan seluruh tenaga pendidik di SD Muhammadiyah 8 Tulangan semakin siap menghadapi tantangan dunia pendidikan yang semakin kompleks, serta dapat menciptakan lingkungan belajar yang aman, menyenangkan, dan mendukung perkembangan semua peserta didik, termasuk anak-anak berkebutuhan khusus. (*)

Penulis Ina Safira Editor Amanat Solikah

Iklan Landscape Unmuh Jember

Baca Lainnya

Iklan pmb sbda 2025 26

0 Tanggapan

Empty Comments

Search
Menu
Logo Depan Satriadev
Logo Belakang Satriadev
⚡ 1 Dekade ⚡