Iklan Mudipat Landscape
Iklan Mudipat Mobile

Silaturahim dan Tali Asih Warnai Arisan Keluarga Besar SD Musix, Guru Bahasa Arab Dilepas Setelah 20 Tahun Mengabdi

Iklan Landscape Smamda
Silaturahim dan Tali Asih Warnai Arisan Keluarga Besar SD Musix, Guru Bahasa Arab Dilepas Setelah 20 Tahun Mengabdi
PMunahar, M.Pd. menyerahkan kenangan kepada Muthmainatul Fuadah pada agenda arisan keluarga besar SD Musix. (Istimewa/PWMU.CO)
pwmu.co -

Suasana hangat penuh kekeluargaan menyelimuti agenda Silaturahim Keluarga Besar SD Muhammadiyah 6 Gadung Surabaya (SD Musix) yang digelar pada Sabtu (25/7/2026). Pertemuan rutin arisan ini bertempat di kediaman Dwi Indira Widiastuti AMd, Bendahara SD Musix, di Perumahan Alana Regency Gunungsari Indah, Surabaya, sekaligus dirangkaikan dengan acara syukuran menempati rumah baru.

Acara yang dipandu oleh Nadiyah Lailatul Hidayah SPd, guru kelas 2 ICP, tersebut berlangsung meriah. Lebih dari 60 peserta hadir memadati lokasi, yang terdiri dari jajaran pendidik, tenaga kependidikan, serta guru Al-Qur’an SD Musix.

Selain menjadi wahana mempererat silaturahim dan arisan rutin, agenda kali ini terasa semakin mengesankan dengan balutan momen haru penyerahan tali asih kepada Mutmainnatul Fuadah, guru Bahasa Arab yang resmi mengakhiri masa pengabdiannya setelah lebih dari dua dekade mengajar.

Kehangatan Sambutan Tuan Rumah dan Seloroh Pengacara

Sebelum memasuki acara inti dan penyerahan cenderamata, Iwan Nur Rachmat SH MH, suami dari Dwi Indira Widiastuti, memberikan sambutan hangat selaku tuan rumah untuk menyambut kedatangan rombongan keluarga besar SD Musix.

“Selamat datang di rumah baru Ustazah Iin,” ujar Iwan menyapa para tamu undangan.

Mendengar sapaan hangat tersebut, salah seorang guru lantas melontarkan celetukan spontan yang memancing keakraban.

“Lho, SHM-nya atas nama siapa? Bukannya ini rumah Pak Iwan?” seloroh salah seorang guru yang langsung disambut tawa peserta.

“Lho, ini memang rumah dia,” sahut pria yang berprofesi sebagai pengacara ini sembari tertawa ramah.

Dalam kesempatan tersebut, Iwan memohon doa tulus dari seluruh keluarga besar SD Musix agar rumah barunya membawa keberkahan, kemaslahatan, serta kelancaran rezeki bagi keluarganya.

Penghormatan atas Dedikasi Dua Dekade

Suasana haru kemudian mewarnai prosesi pelepasan. Kepala SD Musix, Munahar MPd, menyerahkan cenderamata khusus berupa bingkai kenang-kenangan karikatur kepada Mutmainnatul Fuadah dengan didampingi Kaur Kurikulum Anisa Herawati MPd.

Dalam sambutannya, Munahar menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasih mendalam atas loyalitas Mutmainnatul Fuadah yang telah menjadi bagian penting dalam perjalanan panjang perkembangan SD Musix.

“Kami menyampaikan terima kasih yang setinggi-tingginya kepada Ibu Mutmainnatul Fuadah yang telah membersamai kita mengembangkan sekolah ini sebagai guru Bahasa Arab selama lebih dari 20 tahun,” ungkap Munahar tulus.

Ia mengaku bahwa pihak sekolah sebenarnya sangat berharap Mutmainnatul Fuadah tetap bertahan mengajar. Namun, keputusan pengunduran diri tersebut akhirnya disetujui demi menghormati ikhtiar beliau dalam mendampingi dan mengembangkan usaha keluarga.

“Sejujurnya ketika beliau mengajukan pengunduran diri, kami memintanya untuk tetap bertahan. Namun karena tekadnya sudah bulat untuk membantu mengembangkan usaha suami, kami sangat menghormati keputusan tersebut. Bagaimanapun juga, suami lebih berhak untuk ditaati,” tuturnya menaruh hormat.

Tausiah Keutamaan Silaturahim dan Makna Filosofi Jawa

Pertemuan silaturahim ini terasa semakin bernas dengan tausiah yang disampaikan oleh Hasan Faruq. Ia mengajak seluruh jemaah untuk terus mempererat tali ukhuwah serta meningkatkan rasa syukur kepada Allah SWT.

Ia menjelaskan bahwa silaturahim memiliki banyak keutamaan strategis, di antaranya melapangkan rezeki yang penuh berkah, memanjangkan umur dalam kebaikan, serta menjadi sarana manifestasi syukur atas nikmat Ilahi.

Hasan Faruq lantas mengutip firman Allah SWT dalam Surah Ibrahim ayat 7:

وَاِذْ تَاَذَّنَ رَبُّكُمْ لَىِٕنْ شَكَرْتُمْ لَاَزِيْدَنَّكُمْ وَلَىِٕنْ كَفَرْتُمْ اِنَّ عَذَابِيْ لَشَدِيْدٌ

SMPM 5 Pucang SBY

“Dan (ingatlah) ketika Tuhanmu memaklumkan, ‘Sesungguhnya jika kamu bersyukur, niscaya Aku akan menambah (nikmat) kepadamu, tetapi jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), maka sungguh azab-Ku sangat pedih.'”

Dalam tausiahnya, ia juga mengingatkan bahwa jaminan rezeki setiap manusia telah diatur secara presisi oleh Allah SWT.

“Rezeki tidak akan pernah salah alamat. Oleh karena itu, mulailah setiap niat dan pekerjaan dengan membaca Bismillahirrahmanirrahim, agar setiap langkah kaki kita bernilai ibadah dan penuh keberkahan,” pesannya.

Dengan gaya penyampaian yang cair dan merakyat, Hasan Faruq menyuntikkan filosofi Jawa yang sarat makna kehidupan.

“Tekuni, enggoni panggonanmu, lakoni lakumu. Insyaallah akan sampai pada tujuan mulia yang telah Allah tetapkan,” ucapnya.

Kalimat bijak berbahasa Jawa tersebut mengandung pesan mendalam agar setiap individu fokus, tekun, dan bersungguh-sungguh dalam menjalankan amanah di posisinya masing-masing.

Pesan Kelakar “Camat Simatupang” dan Akhlak Mulia

Di tengah ceramahnya, Hasan Faruq menyisipkan kelakar bernas untuk mengingatkan jemaah akan hakikat kehidupan dunia yang fana.

“Kita semua ini sebenarnya memiliki jabatan yang sama, yaitu Camat Simatupang—singkatan dari calon mayat siang malam tunggu penjemputan,” kelakarnya disambut senyum gerr para peserta.

Ungkapan humoris tersebut menjadi pengingat efektif bahwa kehidupan dunia bersifat sementara, sehingga setiap muslim dituntut untuk berpacu memperbanyak bekal amal saleh.

Sebagai penjelas dari pesan tersebut, ia membacakan firman Allah SWT dalam Surah Ali Imran ayat 133:

وَسَارِعُوْٓا اِلٰى مَغْفِرَةٍ مِّنْ رَّبِّكُمْ وَجَنَّةٍ عَرْضُهَا السَّمٰوٰتُ وَالْاَرْضُ اُعِدَّتْ لِلْمُتَّقِيْنَ

“Dan bersegeralah kamu menuju ampunan dari Tuhanmu dan mendapatkan surga yang luasnya seluas langit dan bumi yang disediakan bagi orang-orang yang bertakwa.” (QS. Ali Imran [3]: 133)

Menutup tausiahnya, Hasan Faruq menegaskan bahwa keluhuran budi pekerti dan unggah-ungguh merupakan mahkota tertinggi seorang muslim.

“Apa artinya ilmu yang menjulang tinggi dan harta yang melimpah jika tidak diimbangi dengan akhlak yang mulia? Rasulullah SAW juga menegaskan bahwa bukan termasuk golongan kami orang yang tidak menyayangi yang lebih muda dan tidak menghormati yang lebih tua,” pungkasnya menutupi paparan.

Silaturahim Keluarga Besar SD Musix pun ditutup dengan doa bersama, ramah tamah, dan santap siang bersama. Momen ini sukses mempererat rajut ukhuwah antarguru sekaligus menjadi bentuk penghormatan terbaik bagi seorang pendidik yang telah mendedikasikan lebih dari dua puluh tahun hidupnya untuk mencetak generasi Qurani di SD Musix Surabaya. (*)

Revisi Oleh:
  • Amanat Solikah - 26/07/2026 20:27
SD Kreatif

Baca Lainnya

Adv UMSURA

0 Tanggapan

Empty Comments

Search
Menu