Produk lokal yang berkualitas membutuhkan lebih dari sekadar kreativitas. Agar mampu bersaing di pasar global, pelaku Industri Kecil dan Menengah (IKM) juga perlu menguasai strategi bisnis, pemasaran, dan pemanfaatan teknologi digital. Berangkat dari semangat tersebut, Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) menjalin kolaborasi dengan Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kabupaten Bojonegoro.
Kerja sama itu diwujudkan melalui pelatihan peningkatan kapasitas bagi IKM binaan Dekranasda yang berlangsung di Ballroom Eastern Hotel Bojonegoro, Selasa (21/7/2026).
Program tersebut menjadi bagian dari sinergi antara perguruan tinggi dan pemerintah daerah untuk memperkuat daya saing pelaku usaha agar siap menghadapi pasar internasional.
Selama pelatihan, tim dosen FEB UMM membekali peserta dengan berbagai materi yang berfokus pada pengembangan usaha. Mulai dari strategi meningkatkan daya saing produk, menciptakan nilai tambah, memperkuat branding, hingga memanfaatkan pemasaran digital.
Peserta juga mendapatkan pendampingan mengenai penggunaan platform perdagangan lintas negara serta simulasi strategi memasuki pasar ekspor sesuai karakteristik usaha masing-masing.
Wakil Dekan I FEB UMM, Dr. Yuni Latifah, S.E., M.Ak., menjelaskan bahwa kolaborasi tersebut merupakan implementasi tridarma perguruan tinggi, khususnya di bidang pengabdian kepada masyarakat.
“Potensi produk kerajinan dan IKM Bojonegoro sangat besar. Dengan penguatan kapasitas, inovasi, dan strategi pemasaran yang tepat, produk-produk lokal memiliki peluang yang semakin luas untuk memasuki pasar internasional,” tegasnya.
Ketua Dekranasda Kabupaten Bojonegoro, Dr. Hj. Cantika Wahono, menyambut baik kolaborasi bersama FEB UMM. Menurutnya, kerja sama tersebut menjadi langkah strategis untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia sekaligus memperkuat daya saing industri kreatif daerah.
“Sinergi bersama FEB UMM ini sangat luar biasa. Langkah ini diharapkan tidak hanya sekadar meningkatkan kualitas produk kerajinan, tetapi juga secara pasti memperluas akses pasar sehingga mampu memberikan nilai tambah yang nyata bagi perputaran perekonomian daerah Bojonegoro,” ungkapnya.
Selain pelatihan, kegiatan juga diisi diskusi interaktif yang mempertemukan akademisi, pemerintah daerah, dan pelaku IKM. Berbagai tantangan yang dihadapi pelaku usaha dibahas bersama, mulai dari standardisasi kualitas produk, inovasi, hingga optimalisasi teknologi pemasaran digital.
Kolaborasi antara FEB UMM dan Dekranasda Bojonegoro menjadi gambaran pentingnya membangun ekosistem yang saling mendukung antara perguruan tinggi, pemerintah, dan pelaku usaha.
Melalui penguatan kompetensi, inovasi, serta literasi digital, para pelaku IKM diharapkan semakin percaya diri mengembangkan produknya hingga mampu bersaing di pasar internasional. Dengan demikian, produk-produk unggulan Bojonegoro tidak hanya dikenal di pasar domestik, tetapi juga memiliki peluang lebih besar menembus pasar global.





0 Tanggapan
Empty Comments