Iklan Mudipat Landscape
Iklan Mudipat Mobile

PP Muhammadiyah Bahas Strategi Kemandirian Ekonomi Bersama Arsjad Rasjid, Fokus Penguatan Aset hingga Ekosistem Halal

Iklan Landscape Smamda
PP Muhammadiyah Bahas Strategi Kemandirian Ekonomi Bersama Arsjad Rasjid, Fokus Penguatan Aset hingga Ekosistem Halal
pwmu.co -

Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah menggelar diskusi bersama Arsjad Rasjid dan jajaran untuk membahas strategi memperkuat kemandirian ekonomi Persyarikatan melalui optimalisasi aset, investasi, pengembangan ekosistem halal, serta tata kelola usaha yang berkelanjutan.

Diskusi yang berlangsung di Kantor PP Muhammadiyah, Jakarta, Rabu (22/7/2026), dihadiri Ketua PP Muhammadiyah Anwar Abbas, Muhadjir Effendy, Agus Taufiqurrahman, Sekretaris PP Muhammadiyah Izzul Muslimin, serta jajaran Lembaga Pengembangan UMKM (LP UMKM) PP Muhammadiyah.

Dalam pertemuan tersebut, PP Muhammadiyah memaparkan potensi besar Amal Usaha Muhammadiyah (AUM) yang tersebar di berbagai sektor, mulai dari Perguruan Tinggi Muhammadiyah-‘Aisyiyah (PTMA), rumah sakit, sekolah, Baitut Tamwil Muhammadiyah (BTM), Bank Pembiayaan Rakyat Syariah (BPRS), hotel, SPBU, hingga berbagai unit usaha lainnya.

Potensi tersebut dinilai menjadi modal strategis untuk memperkuat kemandirian ekonomi Persyarikatan sekaligus memperluas kontribusi Muhammadiyah kepada masyarakat.

PP Muhammadiyah juga mengharapkan masukan dari Arsjad Rasjid terkait strategi pengembangan usaha yang berorientasi pada keberlanjutan.

Selain itu, PP Muhammadiyah menegaskan bahwa semakin kuat fondasi ekonomi Persyarikatan, semakin besar pula manfaat yang dapat diberikan kepada masyarakat tanpa membedakan latar belakang agama maupun golongan.

Dalam kesempatan tersebut juga disampaikan harapan agar Muhammadiyah memperoleh ruang yang lebih luas untuk berkontribusi dalam pengelolaan sektor-sektor strategis nasional, termasuk peluang mengelola sektor pertambangan secara profesional, transparan, dan bertanggung jawab.

Menanggapi hal tersebut, Arsjad Rasjid menilai Muhammadiyah memiliki modal kelembagaan yang sangat kuat untuk mengembangkan sektor ekonomi.

“Kekuatan Muhammadiyah luar biasa. Saya siap berkolaborasi dengan Muhammadiyah dan siap memberikan masukan,” ujarnya.

Menurut Arsjad, badan usaha yang dikembangkan Muhammadiyah idealnya tetap berada di bawah kepemilikan penuh Persyarikatan sehingga seluruh manfaat ekonomi dapat dikembalikan untuk mendukung dakwah, pendidikan, kesehatan, dan pelayanan sosial.

Diskusi kemudian berkembang pada berbagai strategi penguatan ekonomi Muhammadiyah dalam jangka panjang.

SMPM 5 Pucang SBY

Salah satu isu yang menjadi perhatian adalah pentingnya pengelolaan aset secara profesional melalui pengembangan model investment holding, asset management holding, dan APEX holding. Model tersebut dinilai mampu menjaga aset-aset strategis Muhammadiyah sekaligus meningkatkan produktivitasnya.

Selain itu, forum juga membahas pengembangan ekosistem ekonomi halal, termasuk penguatan sektor keuangan syariah, industri gaya hidup halal, serta pemanfaatan teknologi digital untuk meningkatkan transparansi dan efisiensi rantai pasok industri halal.

Di bidang investasi, peserta diskusi menyoroti peluang pengembangan industri berbasis sumber daya alam melalui pendekatan hilirisasi yang tetap mengedepankan prinsip keberlanjutan dan tata kelola yang baik.

Muhammadiyah juga dinilai perlu mempersiapkan diri menghadapi perkembangan ekonomi digital, termasuk peluang pengembangan aset digital dan kripto yang sesuai dengan prinsip syariah.

Dalam forum tersebut, Aries Muftie menyampaikan sejumlah gagasan strategis, antara lain mendorong lahirnya lebih banyak kader pengusaha Muhammadiyah, pembentukan Bank Syariah Muhammadiyah, percepatan digitalisasi organisasi, pembangunan inkubasi bisnis, serta pengembangan Danantara Syariah sebagai bagian dari penguatan ekosistem ekonomi Persyarikatan.

Sementara itu, Arif Riyanto menekankan pentingnya percepatan pengembangan Amal Usaha Muhammadiyah di sektor ekonomi. Menurutnya, pembangunan Pabrik Suryavena menjadi langkah awal yang baik dan perlu terus dikembangkan guna memperkuat fondasi ekonomi Muhammadiyah.

Pada sektor kesehatan, Agus Taufiqurrahman menilai rumah sakit Muhammadiyah memiliki potensi besar untuk terus berkembang melalui peningkatan mutu layanan serta penguatan layanan spesialis.

Menurutnya, perkembangan rumah sakit Muhammadiyah menjadi modal penting dalam membangun ekosistem pelayanan kesehatan yang semakin berkualitas sekaligus menopang kemandirian ekonomi Persyarikatan.

Revisi Oleh:
  • Satria - 23/07/2026 21:54
SD Kreatif

Baca Lainnya

Adv UMSURA

0 Tanggapan

Empty Comments

Search
Menu