Iklan Mudipat Landscape
Iklan Mudipat Mobile

Anwar Abbas: Kita Perlu Belajar Bisnis dari China

Iklan Landscape Smamda
Anwar Abbas: Kita Perlu Belajar Bisnis dari China
pwmu.co -

Perkembangan pesat Tiongkok dalam beberapa dekade terakhir menjadi pelajaran penting bagi Indonesia. Dari negara yang lima puluh tahun lalu masih menghadapi berbagai keterbatasan, Tiongkok kini tumbuh menjadi salah satu kekuatan ekonomi terbesar dunia.

Hal tersebut disampaikan Anwar Abbas, Ketua PP Muhammadiyah, dalam pembahasan mengenai pentingnya Indonesia belajar dari pengalaman Tiongkok dalam membangun kekuatan ekonomi dan dunia usaha.

“Kita harus belajar dari China. Lima puluh tahun yang lalu, China belum menjadi apa-apa. Tetapi hari ini, China telah menjadi kekuatan besar ekonomi dunia. Kita berharap Indonesia akan bisa menyusul,” ungkapnya.

Hal tersebut disampaikan Anwar Abbas dalam diskusi bersama Fata Zaki, salah satu peserta Business Trip Sumu–Tiongkok pada Agustus 2026, yang turut berbagi pandangan mengenai pengalaman belajar dari ekosistem bisnis dan teknologi Tiongkok.

Pesan tersebut menjadi landasan penting bagi Serikat Usaha Muhammadiyah (Sumu) dalam mendorong pelaku usaha Muhammadiyah untuk menjadikan Tiongkok sebagai sumber pembelajaran mengenai bagaimana ekosistem ekonomi dan bisnis dibangun.

Sebagai bagian dari upaya tersebut, Sumu telah menggelar Open Trip Bisnis Indonesia–Tiongkok dengan tujuan utama Kota Yiwu, Provinsi Zhejiang, Tiongkok.

Sebanyak 52 peserta dari berbagai daerah di Indonesia mengikuti perjalanan tersebut dan tiba di Yiwu pada Agustus 2026.

Program ini tidak sekadar menjadi kunjungan bisnis. Sejumlah peluang yang dijajaki bahkan telah berkembang menjadi kerja sama konkret, di antaranya di sektor karbon aktif (briket arang) serta mesin produksi knalpot bagi asosiasi pengrajin knalpot di Purbalingga, disusul sejumlah kolaborasi lainnya.

Business Trip ini telah membuka akses bagi pengusaha Indonesia untuk menemukan mitra potensial dari ekosistem industri di Tiongkok.

Fata Zaki, yang turut terlibat dalam Business Trip Indonesia–Tiongkok, mengatakan salah satu hal penting yang dapat dipelajari pengusaha Indonesia dari Tiongkok adalah pemanfaatan teknologi untuk meningkatkan kapasitas dan efisiensi usaha.

“Salah satu hal yang menarik dari China adalah bagaimana teknologi digunakan untuk mendukung bisnis dan industri. Kita bisa melihat bagaimana teknologi tidak hanya menjadi alat produksi, tetapi juga menjadi bagian dari cara mereka mengembangkan usaha,” ujarnya.

Menurut Direktur sekaligus Sekretaris Jenderal Sumu, Ghufron Mustaqim, Indonesia tidak harus menyalin Tiongkok secara utuh.

Hal yang lebih penting adalah memahami mengapa dan bagaimana ekosistem tersebut dapat tumbuh, kemudian mencari bagian-bagian yang dapat disesuaikan dengan konteks Indonesia.

Selama berada di Yiwu, peserta diarahkan untuk mengidentifikasi berbagai peluang, mulai dari impor dan ekspor, jaringan pemasok, kerja sama usaha, hingga alih teknologi dan pengetahuan yang relevan dengan kebutuhan industri dalam negeri.

SMPM 5 Pucang SBY

Perjalanan bisnis Sumu ke Tiongkok tidak berhenti di Yiwu. Pada September 2026, Sumu juga menginisiasi kunjungan bisnis ke Beijing untuk memperluas perspektif peserta mengenai perkembangan ekonomi dan bisnis Tiongkok.

Jika Yiwu memberikan gambaran tentang kekuatan perdagangan dan jaringan pemasok, Beijing membuka perspektif yang lebih luas mengenai bagaimana industri, teknologi, perdagangan jasa, dan konektivitas menjadi bagian dari ekosistem ekonomi Tiongkok.

Dalam kesempatan ini, peserta diajak menyambangi China International Fair for Trade in Services (CIFTIS) 2026 di Beijing Shougang Exhibition Center (Shougang Park), Beijing, China.

CIFTIS merupakan salah satu pameran perdagangan jasa internasional terbesar yang mempertemukan berbagai pelaku usaha, sektor industri, dan penyedia layanan dari berbagai negara.

Melihat antusiasme dan manfaat dari dua perjalanan sebelumnya, Sumu akan kembali menggelar China Business Trip pada Oktober–November 2026.

Pada perjalanan ketiga ini, Sumu akan dibersamai langsung oleh Buya Anwar Abbas, Ketua PP Muhammadiyah, untuk memperkuat dimensi pembelajaran strategis bagi pengusaha Muhammadiyah.

Pada rangkaian perjalanan kali ini, Sumu menghadirkan tiga pilihan perjalanan dengan fokus bisnis yang berbeda sehingga peserta dapat memilih destinasi sesuai kebutuhan dan bidang usahanya.

Trip A — Canton Fair Phase 1

Lokasi: Guangzhou
Tanggal: 14–17 Oktober 2026
Fokus: Produk, supplier, teknologi, dan peluang perdagangan internasional.

Trip B — Yiwu International Commodities & Trade Market

Lokasi: Yiwu
Tanggal: 21–25 Oktober 2026
Fokus: Sourcing, jaringan supplier, perdagangan komoditas, dan peluang impor-ekspor.

Trip C — Canton Fair Phase 3 + Chenghai Toys & Gifts Fair

Lokasi: Guangzhou & Shantou
Tanggal: 28 Oktober–2 November 2026
Fokus: Produk konsumen, toys & gifts, sourcing, serta peluang pengembangan bisnis.

Bagi pengusaha yang ingin memperluas wawasan, menemukan peluang baru, dan mempelajari langsung ekosistem bisnis Tiongkok, rangkaian perjalanan ini menjadi salah satu ruang yang disiapkan Sumu untuk belajar, membangun koneksi, dan membuka peluang kerja sama.

Informasi lebih lanjut mengenai pilihan perjalanan dan keikutsertaan dapat diperoleh melalui WhatsApp: +62 821-4353-242 (Brili).

Revisi Oleh:
  • Satria - 23/09/2026 19:13
SD Kreatif

Baca Lainnya

Adv UMSURA

0 Tanggapan

Empty Comments

Search
Menu