Siswa kelas 1 Mugeb Primary School (Mugeb PS) belajar mengenali berbagai macam emosi melalui kegiatan BK Goes to Class bertema “Mengenal Emosi” pada Rabu (4/11/2026). Kegiatan ini bertujuan membantu siswa memahami berbagai perasaan yang muncul dalam kehidupan sehari-hari sekaligus belajar mengekspresikannya dengan cara yang tepat.
Salah satu konselor Mugeb PS, Sayyidah Nurriyah, S.Psi., mengawali kegiatan dengan menjelaskan pengertian emosi. Ia menerangkan bahwa emosi merupakan perasaan yang muncul sebagai respons seseorang terhadap keadaan atau pengalaman tertentu.
“Ada banyak cara untuk mengekspresikan emosi,” ujarnya.
Selanjutnya, Sayyidah mengenalkan enam macam emosi, yaitu senang, sedih, jijik, marah, terkejut, dan iri. Ia juga menjelaskan ciri-ciri setiap emosi dengan contoh yang dekat dengan kehidupan anak-anak.
Mengenali Emosi Melalui Pengalaman Sehari-hari
Pertama, emosi senang. Perasaan ini membuat seseorang merasa gembira dan biasanya ditunjukkan melalui senyuman maupun tawa. Orang yang sedang senang juga cenderung lebih bersemangat dan memiliki energi untuk beraktivitas.
“Siapa yang senang masuk sekolah?” tanya Sayyidah kepada siswa.
Anak-anak pun mengangkat tangan. Hal serupa terjadi ketika ia bertanya siapa yang senang belajar hari itu.
“Kalau memulai belajar dengan senang, ilmunya bisa lebih mudah masuk,” imbuhnya.
Kedua, emosi sedih. Perasaan ini dapat muncul ketika seseorang mengalami kehilangan, kekecewaan, atau sesuatu yang tidak sesuai harapan.
“Biasanya, ketika sedih, seseorang ingin menyendiri, menangis, atau memilih diam,” tuturnya.
Untuk memberikan contoh, Sayyidah bertanya kepada siswa, “Ada yang pernah kehilangan pensil?”
Beberapa siswa mengangkat tangan. Ketika ditanya apakah mereka merasa sedih atau senang saat kehilangan pensil, anak-anak serempak menjawab sedih.
Agar siswa semakin mudah mengenali ekspresi sedih, Sayyidah menunjukkan sejumlah gambar wajah dengan berbagai ekspresi. Siswa diminta mengamati gambar, kemudian menemukan dan menghitung ekspresi yang menunjukkan kesedihan.
Ketiga, emosi jijik. Perasaan ini muncul ketika seseorang menemukan sesuatu yang dianggap tidak menyenangkan. Sayyidah mengajak siswa memasangkan contoh benda atau makanan berdasarkan indra yang merasakan jijik.
Misalnya, aroma bensin dan kaus kaki bau yang dikenali melalui hidung, serta makanan basi dan apel berulat yang menimbulkan rasa jijik ketika dilihat atau dirasakan.
Keempat, emosi marah. Sayyidah menjelaskan bahwa kemarahan tidak selalu terlihat dari ekspresi wajah. Terkadang, seseorang tampak tenang dari luar, tetapi tubuhnya menunjukkan reaksi tertentu ketika sedang marah.
Kelima, emosi terkejut, yaitu reaksi spontan ketika seseorang menghadapi sesuatu yang tidak terduga.
Keenam, emosi iri. Perasaan ini muncul ketika seseorang melihat orang lain memiliki sesuatu yang belum dimilikinya.
“Misalnya, ketika melihat teman memiliki sepeda baru, kemudian muncul keinginan dalam hati, ‘Kalau saja aku punya sepeda baru,’” paparnya.
Belajar Memahami Perasaan Lewat Permainan
Di akhir kegiatan, siswa mengerjakan lembar aktivitas berupa teka-teki perasaan. Dalam permainan ini, setiap huruf diwakili oleh simbol gambar tertentu. Anak-anak diminta mengamati simbol tersebut dan memecahkan kodenya untuk menemukan pesan tersembunyi.
Dengan penuh antusias, siswa mencoba menerjemahkan simbol demi simbol hingga membentuk kalimat, seperti “Aku takut ular” dan “Nia senang main”.
Melalui permainan tersebut, siswa tidak hanya berlatih mengenali emosi, tetapi juga mengasah ketelitian dan kemampuan berpikir.
Melalui kegiatan BK Goes to Class, siswa diharapkan mampu mengenali berbagai emosi yang dirasakan, memahami penyebabnya, serta belajar mengekspresikan perasaan secara tepat. Dengan demikian, sejak dini anak-anak dapat semakin memahami perasaan diri sendiri maupun orang lain dalam kehidupan sehari-hari. (*)






0 Tanggapan
Empty Comments