Iklan SDM 4 Mudipat 2026

Umsida Jadi Tuan Rumah Technical Mentoring Paten, Dorong Dosen Percepat Hilirisasi Riset

Iklan Smamda Sidoarjo 2026
Umsida Jadi Tuan Rumah Technical Mentoring Paten, Dorong Dosen Percepat Hilirisasi Riset
Umsida jadi tuan rumah Technical Mentoring Paten (Dhona/PWMU.CO)
BANNER RSI AISYIYAH MALANG
pwmu.co -

Universitas Muhammadiyah Sidoarjo (Umsida) menjadi tuan rumah Technical Mentoring on Patent Drafting Program Kekayaan Intelektual (KI) Tahun 2026 Wilayah Jawa Timur. Kegiatan tersebut digelar Direktorat Hilirisasi dan Kemitraan, Direktorat Jenderal Riset dan Pengembangan Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) pada Kamis-Sabtu, (5-7/11/2026).

Kegiatan yang berlangsung di Aula KH Mas Mansyur, Kampus 1 Umsida ini diikuti sekitar 60 dosen yang juga inventor dari berbagai perguruan tinggi se Jatim. Para peserta merupakan dosen yang memiliki karya atau hasil penelitian yang telah didaftarkan sebagai paten dan saat ini berada pada tahap substantif.

Di kegiatan ini, peserta mendapatkan pendampingan untuk mempercepat dan menyempurnakan proses penyusunan dokumen paten dengan menghadirkan pemeriksa paten dari Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual (DJKI) Kementerian Hukum.

Technical Mentoring Jadi Angin Segar Perguruan Tinggi

Wakil Rektor I Umsida, Prof Hana Catur Wahyuni ST MT IPM, menyambut baik pelaksanaan Technical Mentoring yang memberikan pembinaan langsung kepada dosen dan inventor.

Menurutnya, perkembangan dunia penelitian membuat perguruan tinggi tidak lagi hanya dituntut menghasilkan proposal penelitian dan publikasi, tetapi juga luaran yang memberikan dampak melalui kekayaan intelektual.

“Awal penelitian dulu yang selalu kita perhatikan itu adalah bagaimana cara membuat proposal yang baik hingga didanai. Kemudian membuat luaran dari sisi terakreditasi nasional, dan mengejar luaran terindeks Scopus,” terangnya.

Saat ini, lanjut Prof Hana, para inventor dituntut untuk bisa menghasilkan sebuah luaran yang itu membutuhkan dampak signifikan bagi kehidupan lembaga pendidikan, yaitu dalam bentuk kekayaan intelektual.

Prof Hana mengakui bahwa proses penyusunan drafting paten masih menjadi tantangan bagi Umsida.

“Kami sangat menyadari karena di Umsida sendiri ada banyak kendala ketika kami harus menyusun drafting untuk KI ini. Sehingga sering kali hanya hasil riset yang berpotensi untuk paten itu belum bisa dilakukan kemajuannya,” tuturnya.

Karena itu, ia berharap pendampingan yang berlangsung selama tiga hari tersebut dapat mendorong lahirnya lebih banyak paten.

“Semoga apa yang kita lakukan dalam kegiatan ini nanti bisa kita tindak lanjuti setelah perjalanan ini selesai dan kami sangat berharap nanti akan muncul banyak paten yang itu akan memberikan dampak positif bagi universitas maupun bagi negara,” ujarnya.

Kemdiktisaintek Dorong Paten Masuk Tahap Lebih Lanjut

Pelaksana Harian Direktur Hilirisasi dan Kemitraan di lingkungan Direktorat Jenderal Riset dan Pengembangan Kemdiktisaintek, Dr Adhi Indra Hermanu MT MM, menjelaskan bahwa proses ini tidak berhenti pada tahap pendaftaran.

Iklan SMPM 5 Surabaya 2026

Di sini, peserta juga diarahkan untuk memahami tahapan lanjutan agar hasil inovasi dapat dikembangkan dan memiliki peluang untuk digunakan oleh masyarakat maupun industri.

“Ini masih panjang. Ada beberapa perubahan skema, Bapak-Ibu sudah dapat TKT-nya untuk dihilirisasikan lagi. Itu Bapak-Ibu bisa melanjutkan di tahap hilirisasi,” jelasnya.

Dalam proses hilirisasi tersebut, Kemdiktisaintek mendorong tiga pendekatan, yaitu mendorong teknologi, melakukan pemetaan, serta memberikan pendampingan melalui tim pakar.

“Ada tim pakar tersebut berisi dari orang-orang yang ahli di bidang kemitraan, di bidang regulasi, di bidang hukum, kemudian di analisis risiko finansial. Itu kita bantu untuk bisa nanti membuat sebuah model bisnis ke depannya untuk dalam proses komersialisasinya,” ungkapnya.

Perlu Dekat dengan Kebutuhan Industri

Dr Adhi juga menyoroti pentingnya memperkuat hubungan antara perguruan tinggi dan industri.

Menurutnya, industri memiliki pemahaman terhadap kebutuhan pasar sehingga dapat menjadi mitra dalam mengembangkan hasil inovasi.

“Industri adalah mereka yang tahu kebutuhan pasar. Yang melakukan kebutuhan pasar adalah mereka,” katanya.

Menurutnya, tantangan pengembangan paten bukan hanya meningkatkan jumlahnya, tetapi juga memastikan hasil inovasi tersebut dapat dimanfaatkan dan diserap oleh industri dan memiliki potensi besar untuk dikomersialisasikan.

“Ini menjadi juga PR kita ketika paten yang punya potensi besar untuk dikomersialisasikan bisa dikasihkan kepada industri,” ujarnya. (*)

Revisi Oleh:
  • Amanat Solikah - 07/11/2026 20:17
SD Kreatif
Adv UMSURA

0 Tanggapan

Empty Comments

Search
Menu