Iklan Mudipat Landscape
Iklan Mudipat Mobile

Siswa SMA Muha Genteng Lolos Rembuk Anak 2026 Banyuwangi, Usulkan Program Green Ranger

Iklan Landscape Smamda
Siswa SMA Muha Genteng Lolos Rembuk Anak 2026 Banyuwangi, Usulkan Program Green Ranger
Rangkaian kegiatan Rembuk Anak 2026 Pemkab Banyuwangi bersama pelajar terpilih. Foto: Alib/PWMU
pwmu.co -

Prestasi membanggakan kembali diraih SMA Muhammadiyah 2 (SMA Muha) Genteng Banyuwangi. Salah satu siswanya, Reyhan Iftitan Ramadhanu dari kelas XI.4, berhasil lolos seleksi Rembuk Anak 2026 Kabupaten Banyuwangi bersama 50 pelajar lainnya dari jenjang SMP dan SMA negeri maupun swasta se-Kabupaten Banyuwangi.

Kegiatan yang diselenggarakan Pemerintah Kabupaten Banyuwangi tersebut berlangsung di kawasan wisata edukasi Pantai Pulau Santen, Kamis (23/7/2026). Forum ini menjadi wadah bagi anak-anak untuk menyampaikan gagasan, aspirasi, dan harapan mereka sebagai masukan dalam penyusunan kebijakan pemerintah daerah.

Sebelumnya, proses seleksi diumumkan melalui akun Instagram Kesra Bappeda Banyuwangi pada 4 Juli 2026. Sebanyak 250 pelajar mendaftarkan diri dengan mengirimkan data pribadi, asal sekolah, serta karya tulis bertema lingkungan.

Panitia menyediakan empat pilihan tema, yakni banjir, longsor, kebakaran hutan, dan pencemaran lingkungan. Dari seluruh peserta, hanya 50 pelajar yang dinyatakan lolos. Reyhan menjadi salah satu peserta terpilih berkat karya tulisnya yang mengangkat isu pencemaran lingkungan.

Mengusung tema “Anak Beraksi, Lingkungan Lestari, Hak Anak Terpenuhi”, kegiatan diawali dengan sambutan Sekretaris Daerah Kabupaten Banyuwangi, Dr. Suyanto Waspo Tondo Wicaksono, M.Si., yang juga menjabat sebagai Pelaksana Tugas Kepala Bappeda Banyuwangi.

Dalam arahannya, Suyanto menegaskan bahwa Rembuk Anak merupakan bentuk komitmen pemerintah daerah untuk mendengar langsung suara anak-anak sebelum merumuskan berbagai kebijakan.

“Kegiatan Rembuk Anak yang dilaksanakan setiap tahun merupakan komitmen Pemerintah Kabupaten Banyuwangi untuk mendengar langsung suara anak-anak. Silakan sampaikan harapan, keinginan, maupun keresahan kalian sebagai perwakilan pelajar Banyuwangi. Semua masukan akan kami catat sebagai bahan pertimbangan dalam pengambilan kebijakan ke depan,” ujarnya.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Pelaksana Tugas Kepala Dinas Pendidikan Banyuwangi, Dr. Alfian, M.Pd., serta perwakilan Dinas Lingkungan Hidup Banyuwangi yang menjadi narasumber.

Dalam sesi diskusi, Reyhan yang dipercaya menjadi Ketua Kelompok Angin menyampaikan usulan pembentukan program Green Ranger, yakni duta kebersihan yang melibatkan pelajar hingga masyarakat di tingkat desa.

SMPM 5 Pucang SBY

“Green Ranger kami usulkan sebagai gerakan yang melibatkan pelajar dan masyarakat untuk meningkatkan kepedulian terhadap lingkungan melalui sosialisasi serta aksi nyata,” jelas Reyhan.

Selain usulan dari Kelompok Angin, berbagai gagasan juga disampaikan oleh Kelompok Air, Pohon, Burung, dan Hujan yang sama-sama menyoroti pentingnya pelestarian lingkungan.

Pada sesi materi, peserta mendapatkan pembekalan dari Dinas Lingkungan Hidup Banyuwangi mengenai pengelolaan sampah yang benar, mulai dari pemilahan sampah organik dan anorganik, proses daur ulang, hingga pengolahan kompos yang bernilai ekonomis.

Selanjutnya, Dr. Arie Cahyono, S.STP., M.Si. dari Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Provinsi Jawa Timur menyampaikan materi tentang peran generasi muda dalam menjaga kelestarian lingkungan.

“Menjaga alam bukan hanya tanggung jawab, tetapi juga kewajiban setiap generasi agar lingkungan tetap lestari untuk masa depan,” ungkapnya.

Kegiatan kemudian ditutup dengan sesi diskusi dan tanya jawab. Melalui keikutsertaan Reyhan dalam Rembuk Anak 2026, SMA Muha Genteng kembali menunjukkan komitmennya dalam mendorong peserta didik menjadi generasi yang peduli terhadap lingkungan, aktif menyampaikan gagasan, dan siap berkontribusi bagi pembangunan daerah. (*)

Revisi Oleh:
  • Wildan Nanda Rahmatullah - 24/07/2026 09:08
SD Kreatif

Baca Lainnya

Adv UMSURA

0 Tanggapan

Empty Comments

Search
Menu