Iklan Mudipat Landscape
Iklan Mudipat Mobile

SMA Mutu Banyuwangi Lakukan Kajian Analisa Risiko Bencana pada Pelatihan SPAB

Iklan Landscape Smamda
SMA Mutu Banyuwangi Lakukan Kajian Analisa Risiko Bencana pada Pelatihan SPAB
Fela Layyin LRB Banyuwangi memaparkan analisa kajian risiko bencana (Fela/PWMU.CO)
pwmu.co -

Memasuki hari kedua peringatan Hari Kesiapsiagaan Bencana (HKB) Nasional, SMA Muhammadiyah 1 (SMA Mutu) Banyuwangi melanjutkan pelatihan Satuan Pendidikan Aman Bencana (SPAB) dengan fokus pada kajian analisa risiko bencana. Kegiatan ini dipandu oleh Fela Layyin dari Lembaga Resiliensi Bencana Banyuwangi dan berlangsung di ruang kelas SMA Mutu, Rabu (29/4/2026).

Peserta pelatihan terdiri dari guru, staf karyawan, dan siswa yang sebelumnya telah mengikuti sesi hari pertama. Pada awal kegiatan, Fela membuka sesi dengan pertanyaan pemantik mengenai pentingnya SPAB di lingkungan sekolah. Diskusi tersebut mengarah pada kesadaran bahwa kesiapsiagaan menjadi kunci utama dalam menghadapi potensi bencana.

Fela kemudian menjelaskan bahwa langkah awal untuk mencapai kesiapsiagaan adalah memahami kajian analisa risiko bencana. Risiko dimaknai sebagai potensi kerugian akibat bencana dalam suatu wilayah dan periode tertentu, yang dapat berupa korban jiwa, luka-luka, pengungsian, kehilangan harta, hingga terganggunya aktivitas masyarakat.

Ia juga menekankan pentingnya memahami aspek kerentanan, yaitu kondisi yang dapat mengurangi kemampuan individu atau kelompok dalam menghadapi ancaman. Kelompok rentan tersebut meliputi lansia, ibu hamil, anak-anak, penyandang disabilitas, masyarakat yang belum memahami risiko bencana, serta lingkungan pembangunan yang belum berbasis pengurangan risiko bencana (PRB).

Melanjutkan pembagian kelompok pada hari pertama, peserta kembali bekerja dalam kelompok gempa bumi dan banjir untuk menyusun matriks 3 dan 4 dalam kajian analisa risiko bencana. Setiap kelompok dibekali kertas plano dan spidol untuk mengerjakan tugas secara kolaboratif.

Pada matriks 3, peserta diminta mengidentifikasi karakter ancaman yang mungkin terjadi di lingkungan sekolah. Kelompok banjir mengidentifikasi ancaman banjir, sementara kelompok gempa mengembangkan analisa hingga potensi kebakaran. Mereka kemudian melengkapi tabel dengan berbagai indikator seperti faktor perusak, tanda peringatan, sela waktu, kecepatan kejadian, frekuensi, durasi, intensitas, hingga lokasi terdampak.

Diskusi berlangsung aktif dan serius, dengan setiap anggota kelompok turut menyumbangkan ide serta pengetahuan terkait potensi ancaman yang ada.

SMPM 5 Pucang SBY

Selanjutnya, pada matriks 4, peserta melakukan penilaian risiko bencana dengan mengidentifikasi aset atau sumber daya yang dimiliki sekolah, meliputi aspek manusia, infrastruktur, lingkungan, sosial, dan ekonomi.

Diskusi pada tahap ini semakin dinamis karena peserta menganalisis potensi dampak, seperti luka ringan, luka berat, hingga korban jiwa, serta memperkirakan kerugian secara nominal dan kapasitas yang dimiliki. Dari analisis tersebut, peserta menentukan tingkat risiko bencana dalam kategori rendah, sedang, atau tinggi.

Setelah seluruh matriks selesai, masing-masing kelompok mempresentasikan hasil kajian mereka di hadapan peserta lain. Kegiatan ini tidak hanya meningkatkan pemahaman, tetapi juga melatih kemampuan komunikasi dan kerja sama tim.

Di akhir sesi, Fela Layyin menyampaikan bahwa langkah selanjutnya bagi SMA Mutu Banyuwangi adalah menyusun Rencana Tindak Lanjut Sekolah (RTLS) yang mencakup aspek manusia, sarana prasarana, keuangan, sosial, serta lingkungan.

Kontributor
Fela memberikan pendampingan pengerjaan matrik 3 dan 4 (Fela/PWMU.CO)
Revisi Oleh:
  • Satria - 30/04/2026 15:44
Iklan Landscape Unmuh Jember

Baca Lainnya

Iklan pmb sbda 2025 26

0 Tanggapan

Empty Comments

Search
Menu
Logo Depan Satriadev
Logo Belakang Satriadev
⚡ 1 Dekade ⚡