SMA Muhammadiyah 6 Karangasem Paciran (Smamusix) menggelar Tes Intelligence Quotient (IQ) bagi seluruh siswa kelas X, Sabtu (25/7/2026). Kegiatan ini menjadi langkah awal sekolah dalam memetakan potensi kecerdasan, minat, serta gaya belajar siswa sejak memasuki jenjang pendidikan menengah atas.
Tes yang diikuti 97 siswa kelas X tersebut dilaksanakan di ruang kelas ber-AC dan laboratorium komputer sekolah bekerja sama dengan lembaga psikologi pendidikan.
Selama 90 menit, para peserta mengerjakan berbagai instrumen tes dengan pendampingan guru Bimbingan dan Konseling (BK) serta panitia penyelenggara.
Kepala SMA Muhammadiyah 6 Karangasem, Siswati, mengatakan tes IQ merupakan bagian dari program sekolah untuk memberikan layanan pendidikan yang sesuai dengan karakteristik setiap peserta didik.
“Kami ingin mengenal siswa lebih dalam, tidak hanya dari nilai akademik saja. Melalui tes IQ ini, kami bisa memetakan kekuatan, kelemahan, dan gaya belajar masing-masing anak. Harapannya data ini bisa kami gunakan untuk membimbing siswa agar berkembang sesuai potensinya,” ujarnya.
Menurutnya, hasil pemetaan tersebut akan membantu sekolah merancang proses pembelajaran dan pendampingan yang lebih efektif.
Guru BK Smamusix, Khusna, menjelaskan bahwa hasil tes tidak dimaksudkan untuk memberi label terhadap kemampuan siswa, melainkan menjadi dasar dalam memberikan layanan bimbingan yang lebih tepat sasaran.
“Hasil tes IQ ini bukan untuk melabeli anak pintar atau tidak. Tapi untuk membantu kami memahami karakteristik siswa. Dari sini kami bisa memberikan arahan jurusan, ekstrakurikuler, bahkan strategi belajar yang paling cocok untuk tiap anak. Jadi bimbingan kami lebih personal dan terarah,” jelasnya.
Ia menambahkan, hasil asesmen akan dimanfaatkan dalam proses konseling individu maupun kelompok sehingga setiap siswa memperoleh pendampingan sesuai kebutuhan dan potensinya.
Selama pelaksanaan tes, suasana berlangsung tertib dan kondusif. Para siswa tampak fokus mengerjakan berbagai jenis soal yang meliputi kemampuan logika, verbal, numerik, hingga visual.
Salah seorang peserta, Nazaha, mengaku sempat merasa gugup sebelum mengikuti tes. Namun, setelah pelaksanaan dimulai, ia justru merasa tertantang.
“Awalnya kirain susah dan menegangkan, tapi ternyata seru. Dari tes ini aku jadi penasaran hasilku seperti apa. Semoga bisa membantu aku tahu kelebihan aku di bidang apa, biar nanti pas pilih jurusan atau ekstrakurikuler nggak bingung,” katanya.
Pihak sekolah menargetkan hasil tes akan diumumkan dalam dua pekan mendatang. Setelah itu, guru BK akan mengadakan sesi konseling berdasarkan hasil asesmen untuk membantu siswa mengenali potensi diri sekaligus merencanakan pengembangan akademik maupun nonakademik.
Melalui program ini, Smamusixberharap dapat melahirkan lulusan yang tidak hanya berprestasi secara akademik, tetapi juga mampu memahami potensi diri dan menyusun rencana masa depan secara lebih terarah.





0 Tanggapan
Empty Comments