SMK TI Muhammadiyah 11 Pondok Modern Paciran menggelar kegiatan Student Reskilling Workshop pada Ahad (24/5/2026) dengan menghadirkan dua mitra industri kreatif, yakni Erchannel Advertising dan Sanggar Mbah Guru.
Workshop tersebut menjadi salah satu upaya sekolah dalam membekali siswa dengan keterampilan tambahan di luar kompetensi keahlian yang dipelajari di dalam kelas.
Kegiatan berlangsung meriah dan diikuti siswa dari berbagai konsentrasi keahlian dengan penuh antusias.
Dalam kegiatan tersebut, peserta dibagi ke dalam dua bidang pelatihan utama.
Bidang pertama adalah pelatihan pembuatan huruf timbul bersama tim dari Erchannel Advertising. Pada sesi ini, siswa dikenalkan pada proses desain, pemotongan bahan, teknik pemasangan, hingga finishing huruf timbul yang biasa digunakan untuk papan nama usaha, branding toko, dan kebutuhan promosi lainnya.
Para siswa tampak aktif bertanya sekaligus mencoba langsung berbagai alat yang digunakan dalam proses produksi.
Sementara itu, Sanggar Mbah Guru memberikan pelatihan pembuatan batik kreatif yang diaplikasikan pada produk tas.
Peserta diajak memahami proses dasar membatik, mulai dari membuat pola, mencanting, pewarnaan, hingga tahap finishing agar menghasilkan motif menarik dan bernilai jual.
Suasana pelatihan berlangsung meriah karena sebagian besar siswa baru pertama kali mencoba teknik membatik secara langsung.
Waka Kurikulum SMK TI M 11 Ponpes Modern Paciran, Eky Hafidhuddin, mengatakan kegiatan tersebut diselenggarakan sebagai bentuk pengembangan keterampilan siswa agar memiliki kemampuan lebih luas dan siap menghadapi dunia kerja maupun dunia usaha di masa depan.
“Tujuan kegiatan ini adalah untuk membekali siswa dengan keterampilan di luar konsentrasi keahlian mereka atau keterampilan yang diajarkan di dalam kelas. Kami ingin siswa memiliki pengalaman baru dan mampu mengenal potensi lain yang mungkin bisa dikembangkan menjadi peluang usaha maupun pekerjaan di masa depan terutama pada bidang usaha ekonomi kreatif,” ujarnya.
Ia menambahkan, dunia kerja saat ini menuntut generasi muda memiliki kemampuan yang fleksibel dan kreatif.
Karena itu, sekolah berupaya menghadirkan kegiatan yang tidak hanya bersifat teoritis, tetapi juga memberikan pengalaman praktik secara langsung kepada siswa.
Pimpinan Sanggar Mbah Guru, Bu Endang, menyampaikan apresiasinya kepada pihak sekolah yang telah memberikan ruang bagi siswa untuk mengenal budaya sekaligus keterampilan kreatif bernilai ekonomi.
“Anak-anak sebenarnya memiliki kreativitas yang luar biasa. Tinggal bagaimana kita mengarahkan dan memberikan kesempatan kepada mereka untuk belajar langsung. Melalui pelatihan batik ini, kami berharap siswa tidak hanya mengenal budaya batik sebagai warisan bangsa, tetapi juga mampu mengembangkannya menjadi produk kreatif yang memiliki nilai jual,” ungkapnya.
Menurutnya, mengajarkan keterampilan berbasis budaya kepada generasi muda sangat penting agar warisan lokal tetap lestari dan mampu mengikuti perkembangan zaman melalui inovasi produk yang lebih modern dan diminati pasar, termasuk pasar global.
Salah satu peserta pelatihan huruf timbul, Zuhron, mengaku senang dapat mengikuti kegiatan tersebut karena memperoleh pengalaman baru.
“Awalnya saya mengira membuat huruf timbul itu sulit, ternyata setelah dijelaskan dan dipraktikkan langsung menjadi lebih paham. Saya jadi tahu proses pembuatannya dan tertarik untuk belajar lebih lanjut karena keterampilan seperti ini banyak dibutuhkan untuk usaha percetakan maupun advertising,” katanya.
Hal serupa disampaikan Cahya yang mengikuti pelatihan batik bersama Sanggar Mbah Guru.
“Saya senang karena bisa mencoba membuat batik sendiri. Ternyata prosesnya membutuhkan ketelitian dan kreativitas. Dari kegiatan ini saya jadi lebih menghargai proses pembuatan batik dan tertarik untuk belajar desain motif yang lebih unik,” ujarnya.
Kegiatan Student Reskilling Workshop diharapkan menjadi agenda rutin sekolah sebagai bentuk penguatan kompetensi siswa.
Selain menambah keterampilan praktis, workshop ini juga menjadi sarana menumbuhkan kreativitas, jiwa kewirausahaan, serta kepercayaan diri siswa dalam menghadapi tantangan dunia kerja modern.
Melalui pelatihan berbasis praktik langsung dan kolaborasi dengan dunia industri maupun pelaku kreatif lokal, SMK TI Muhammadiyah 11 Pondok Modern Paciran terus berupaya menciptakan lulusan yang tidak hanya kompeten secara akademik, tetapi juga adaptif, inovatif, dan siap bersaing di berbagai bidang pekerjaan maupun usaha mandiri.





0 Tanggapan
Empty Comments