SMP Muhammadiyah Boarding School (MBS) Jombang menggelar Sumatif Akhir Semester (SAS) Genap Tahun Pelajaran 2025/2026 sebagai bagian dari evaluasi capaian belajar siswa selama satu semester.
Kegiatan yang berlangsung di lingkungan sekolah tersebut diikuti seluruh siswa dengan penuh kedisiplinan dan tanggung jawab. Pelaksanaan SAS menjadi agenda penting untuk mengukur tingkat pemahaman peserta didik terhadap materi pembelajaran yang telah diberikan selama enam bulan terakhir.
Selama ujian berlangsung, para siswa tampak serius dan fokus mengerjakan soal di bawah pengawasan ustadz dan ustadzah. Pihak sekolah juga menerapkan pengawasan yang ketat guna memastikan ujian berjalan tertib, jujur, dan sesuai dengan nilai-nilai pendidikan Islam yang menjadi ciri khas SMP MBS Jombang.
Kepala SMP MBS Jombang, Imam Fauzi Rohman, S.Pd., menjelaskan bahwa kegiatan SAS bukan sekadar penilaian akademik, melainkan bagian dari upaya sekolah dalam membangun budaya belajar yang berkualitas dan berintegritas.
“Sumatif Akhir Semester merupakan sarana evaluasi untuk mengetahui perkembangan belajar siswa. Kami ingin memastikan bahwa setiap peserta didik tidak hanya memahami materi pelajaran, tetapi juga memiliki karakter jujur, disiplin, dan bertanggung jawab dalam setiap proses pembelajaran,” ujarnya.
Menurutnya, evaluasi akademik harus berjalan seiring dengan pembentukan karakter sehingga siswa tidak hanya unggul dalam pengetahuan, tetapi juga memiliki integritas yang kuat dalam kehidupan sehari-hari.
Setelah seluruh rangkaian SAS selesai dilaksanakan, sekolah melanjutkan program unggulan berupa Karantina Tahfidz Al-Qur’an yang akan berlangsung selama satu pekan.
Program tersebut dirancang untuk mengoptimalkan kemampuan hafalan Al-Qur’an siswa sekaligus memperkuat aspek spiritual sebelum masa perpulangan ke rumah masing-masing.
Imam Fauzi Rohman menegaskan bahwa karantina tahfidz merupakan salah satu program strategis sekolah dalam membentuk generasi Qurani yang memiliki keseimbangan antara kecerdasan intelektual dan kekuatan spiritual.
“Kegiatan karantina tahfidz menjadi momentum bagi siswa untuk lebih dekat dengan Al-Qur’an. Selama satu minggu mereka akan mendapatkan pendampingan intensif melalui kegiatan murojaah, setoran hafalan, perbaikan bacaan, serta pembinaan adab dan kedisiplinan,” jelasnya.
Selama program berlangsung, para siswa menjalani jadwal pembinaan yang terstruktur mulai setelah salat Subuh hingga malam hari.
Mereka mendapatkan pendampingan langsung dari para pembina tahfidz melalui berbagai kegiatan, seperti murojaah, setoran hafalan, perbaikan makharijul huruf, penguatan tajwid, serta pembinaan karakter dan adab santri.
Suasana yang kondusif dan lingkungan boarding school yang mendukung diharapkan mampu membantu siswa meningkatkan kualitas hafalan secara maksimal.
Puncak kegiatan Karantina Tahfidz akan ditandai dengan pelaksanaan Ujian Tahfidz di hadapan para penguji.
Penilaian akan mencakup berbagai aspek, mulai dari kelancaran hafalan, ketepatan bacaan, penerapan ilmu tajwid, hingga kemampuan siswa dalam menjaga kualitas hafalan yang telah dicapai selama proses pembinaan.
Melalui rangkaian Sumatif Akhir Semester dan Karantina Tahfidz ini, SMP Muhammadiyah Boarding School Jombang kembali menegaskan komitmennya dalam menghadirkan pendidikan yang holistik.
Sekolah tidak hanya berfokus mencetak siswa yang unggul secara akademik, tetapi juga berupaya melahirkan generasi yang berkarakter, berakhlak mulia, serta memiliki kedekatan yang kuat dengan Al-Qur’an sebagai bekal menghadapi masa depan.





0 Tanggapan
Empty Comments