SMP Muhammadiyah 3 Surabaya (Sp3muga) terus memacu transformasi digital di lingkungan sekolah. Salah satunya melalui penerapan pembelajaran modern berbasis Technological Pedagogical Content Knowledge (TPACK) dengan platform Scola.
Scola adalah platform digital terintegrasi untuk menciptakan pembelajaran yang modern, interaktif, sekaligus fleksibel. Meskipun fasilitas masih tahap pengembangan, sekolah yang berlokasi di Jalan Plemahan VII/14, Kedungdoro, Kecamatan Tegalsari ini berkomitmen penuh mengawinkan teknologi dengan metode pengajaran yang adaptif bagi siswa.
“Platform Scola ini kami pilih karena fiturnya lebih kuat untuk manajemen kelas, rapor digital, hingga perpustakaan digital. Melalui sistem ini, kami ingin guru tidak sekadar menjadi penikmat teknologi. Tapi juga mampu bertransformasi menjadi inovator yang progresif dalam proses belajar-mengajar,” ujar Kepala Sp3muga, Maria Elen Veronica, Sabtu (25/05/2026).
Maria Elen menjelaskan bahwa aspek digital bukan lagi sekadar pilihan. Melainkan sudah menjadi kebutuhan dasar dalam dunia pendidikan modern. Pihak sekolah kini memanfaatkan platform Scola sebagai Learning Management System (LMS) utama setelah sebelumnya sempat menggunakan platform Kelas Pintar.
Ia menambahkan, implementasi teknologi ini menuntut adanya peningkatan kompetensi tenaga pendidik secara berkala. Guru-guru di Sp3muga diwajibkan mengikuti pelatihan intensif berupa workshop dan bimbingan teknis (bimtek) digital.
“Tujuannya agar guru tidak sekadar menjadi pengguna teknologi, melainkan mampu bertransformasi menjadi inovator yang progresif dalam proses belajar-mengajar.”
Upaya ini berjalan beriringan dengan pemenuhan infrastruktur penunjang di sekolah. Sp3muga secara bertahap menyediakan perangkat komputer, laptop, tablet Advand, proyektor, serta akses internet untuk memastikan proses digitalisasi berjalan lancar di ruang kelas.
“Komitmen membangun ekosistem digital yang produktif, religius, dan transparan ini merupakan langkah nyata kami ke depan’” jelas Maria Ellen.
Keberhasilan ekosistem digital ini, menurut Maria Elen, sangat bergantung pada sinergi aktif antara pihak sekolah, guru, siswa, dan orang tua. Di sisi manajerial, digitalisasi diarahkan untuk membangun sistem informasi sekolah yang transparan, efisien, administrasi tanpa kertas (paperless), serta absensi dan rapor yang terintegrasi secara digital.





0 Tanggapan
Empty Comments