Sebagai bagian dari pembelajaran berbasis praktik, Fakultas Ekonomi dan Bisnis Institut Teknologi dan Bisnis (ITB) Ahmad Dahlan Lamongan menyelenggarakan kegiatan study excursion dengan melibatkan 118 mahasiswa dan 12 dosen pendamping pada Rabu (29/4/2026). Kegiatan ini dirancang untuk mendukung integrasi kurikulum dengan pengalaman langsung di lapangan.
Peserta kegiatan berasal dari Program Studi D3 Perpajakan, S1 Manajemen, S1 Akuntansi, dan S1 Bisnis Digital. Fakultas mengarahkan kegiatan ini untuk mempertemukan mahasiswa dengan kondisi riil dunia kerja. Mahasiswa diminta mengamati secara langsung proses bisnis dan sistem operasional di berbagai instansi dan perusahaan yang dikunjungi.
“Kegiatan ini memperkuat kesiapan lulusan dalam menghadapi tuntutan industri. Kami mendorong pembelajaran yang terhubung langsung dengan praktik profesional, karena pengalaman lapangan memberikan nilai tambah bagi mahasiswa,” ujar Rektor ITB Ahmad Dahlan Lamongan, Dr. Darianto, S.E., M.M.
Ia menegaskan bahwa kampus mendorong pembelajaran yang terhubung dengan praktik profesional. Menurutnya, pengalaman lapangan dapat memberikan tambahan wawasan dalam membangun kompetensi mahasiswa.
Kegiatan dilaksanakan dalam satu hari dengan dua sesi kunjungan. Sesi pagi dilaksanakan di Bea Cukai Tanjung Perak Surabaya dan Malang Creative Center. Dalam kunjungan tersebut, peserta menerima pemaparan mengenai peran institusi dalam pengawasan arus barang serta pengembangan ekosistem industri kreatif berbasis teknologi.

Sesi siang dilanjutkan dengan kunjungan ke PT Amerta Indah Otsuka dan PT Nippon Indosari Corpindo Tbk di Pasuruan. Mahasiswa mengikuti penjelasan terkait proses produksi, manajemen kualitas, serta distribusi produk. Selain itu, peserta juga meninjau fasilitas kerja untuk memahami alur operasional secara langsung.
Rangkaian kegiatan dimulai dari registrasi, sambutan, serta pengantar dari pihak perusahaan dan dosen pendamping. Kegiatan dilanjutkan dengan presentasi profil perusahaan yang memuat sejarah, visi, misi, serta strategi bisnis. Setelah itu, mahasiswa mengikuti sesi diskusi yang membahas tren industri dan inovasi yang diterapkan.
Pada sesi tur fasilitas, mahasiswa mengamati secara langsung proses kerja di area produksi dan manajemen. Interaksi dengan pihak perusahaan memberikan gambaran mengenai standar kerja, efisiensi proses, serta penerapan teknologi dalam operasional.
Ketua panitia, Siti Musarofah, menyampaikan bahwa kegiatan ini dirancang untuk mendukung proses pembelajaran mahasiswa.
“Kegiatan ini kami rancang untuk meningkatkan kualitas pembelajaran, khususnya melalui pengalaman lapangan sebagai pelengkap teori di kelas,” ujarnya.
Ia menekankan pentingnya pengalaman lapangan sebagai pelengkap materi yang diperoleh di kelas. Mahasiswa didorong untuk aktif menggali informasi selama kegiatan berlangsung.
Kegiatan ini juga menjadi bagian dari upaya penguatan hubungan antara perguruan tinggi dan dunia industri. Fakultas membuka peluang kerja sama lanjutan dalam bentuk magang, riset terapan, serta pengembangan kurikulum berbasis kebutuhan industri.
Mahasiswa memperoleh informasi terkait tantangan industri di era digital, termasuk tuntutan terhadap efisiensi, kualitas, dan inovasi. Informasi tersebut menjadi salah satu referensi bagi mahasiswa dalam mempersiapkan diri menghadapi dunia kerja. Di akhir kegiatan, mahasiswa melakukan evaluasi terhadap hasil kunjungan.
“Kami jadi lebih memahami alur kerja di industri secara langsung,” ujar salah satu peserta.
Evaluasi mencakup pemahaman materi, keterkaitan dengan perkuliahan, serta pengalaman selama kegiatan berlangsung. Hasil evaluasi tersebut digunakan sebagai bahan perbaikan program pada kegiatan berikutnya.
Fakultas menyatakan bahwa kegiatan study excursion akan terus dikembangkan dengan melibatkan berbagai mitra sebagai bagian dari penguatan pembelajaran berbasis pengalaman. (*)





0 Tanggapan
Empty Comments