Iklan Mudipat Landscape
Iklan Mudipat Mobile

Tak Sekadar Target: Perjuangan Sunyi Santriwati Al-Mizan Menjadi Hafidzah 30 Juz Al-Qur’an

Iklan Landscape Smamda
Tak Sekadar Target: Perjuangan Sunyi Santriwati Al-Mizan Menjadi Hafidzah 30 Juz Al-Qur’an
Revina Safitri Santriwati Al Mizan. (Istimewa/PWMU.CO)
Oleh : Alfain jalaluddin ramadlan

Ahad, 3 Mei 2026 menjadi hari yang tak terlupakan bagi Revina Safitri. Santri Pondok Pesantren Al Mizan Muhammadiyah Putri itu akhirnya menuntaskan hafalan 30 juz Al-Qur’an, sebuah capaian yang lahir dari perjalanan panjang penuh kesabaran dan istiqamah.

Gadis kelahiran 27 April 2008 yang kini duduk di kelas 12 IPS 3 (6 Diniyah) ini bukanlah sosok yang instan dalam menghafal. Ia memulai langkahnya sejak kelas 5 SD dengan capaian awal 3 juz.

Namun, perjalanan itu tidak selalu lurus. Saat memasuki kelas 1 MA di Pondok Tahfidz Al Mizan Putri, ia memilih mengulang kembali hafalannya dari awal, sebuah keputusan yang menunjukkan keseriusannya dalam membangun hafalan yang kokoh, bukan sekadar banyak.

Putri pasangan Imam Safi’i dan Sri Nurwati, yang tinggal di Denpasar Barat, Bali, ini mengaku bahwa motivasinya sederhana, tetapi kuat. Ia pernah mendengar bahwa penghafal Al-Qur’an akan dimudahkan hidupnya oleh Allah. Dari situlah tekadnya tumbuh.

“Saya memang suka menghafal, jadi saya fokuskan untuk menghafal Al-Qur’an,” ungkapnya singkat.

Target menghafal 30 juz pun sudah ia tetapkan sejak awal. Namun, bagi Revina, perjalanan menuju target itu bukan tanpa ujian. Tantangan terbesarnya bukan pada menambah hafalan, melainkan menjaga hafalan itu sendiri.

“Istiqamah untuk murojaah itu yang paling sulit,” ujarnya jujur.

Meski demikian, ia menemukan ritme belajarnya sendiri. Ia menekankan pentingnya membaca sebelum menghafal, memilih tempat yang tenang, serta selalu mengawali dengan basmalah. Baginya, menghafal Al-Qur’an bukan sekadar aktivitas akademik, tetapi juga ibadah yang membutuhkan kesiapan hati.

Perasaan haru dan syukur pun menyelimuti dirinya saat hafalan 30 juz itu benar-benar tuntas.

“Alhamdulillah, senang,” tuturnya dengan penuh ketulusan.

SMPM 5 Pucang SBY

Di balik kesederhanaan jawabannya, tersimpan perjuangan panjang yang tidak semua orang mampu menjalaninya. Apalagi di tengah kesibukan sebagai pelajar, menjaga konsistensi hafalan menjadi ujian tersendiri.

Revina sendiri bukan tanpa prestasi. Sejak di bangku MTs, ia telah menunjukkan kemampuannya dengan meraih Juara 3 Tahfidz Al-Qur’an saat kelas 2, dan meningkat menjadi Juara 2 saat kelas 3. Prestasi tersebut menjadi penanda bahwa jalan yang ia tempuh bukanlah kebetulan, melainkan hasil dari kesungguhan yang terus dirawat.

Di tengah capaian besarnya, Revina tetap menyimpan harapan untuk almamaternya. Ia ingin Pondok Pesantren Al Mizan terus mengembangkan program tahfidz, tidak hanya dalam kuantitas hafalan, tetapi juga kualitas kemutqinan.

“Semoga Al Mizan bisa terus memajukan program tahfidz yang memfokuskan untuk memutqinkan hafalannya,” harapnya.

Tak lupa, ia juga menitipkan pesan untuk sesama santri yang sedang berjuang di jalan yang sama.

“Menghafal itu proses, bukan lomba. Mintalah kepada Allah agar selalu diberi kesabaran dan istiqamah,” pesannya.

Di luar kesibukannya sebagai santri, Revina memiliki hobi membaca dan bercita-cita menjadi seorang pebisnis. Sebuah kombinasi menarik antara kedalaman spiritual dan visi masa depan yang progresif.

Kisah Revina Safitri adalah potret bahwa menghafal Al-Qur’an bukanlah perjalanan yang instan. Namun proses panjang yang menuntut kesabaran, pengorbanan, dan keteguhan hati. Namun, dari proses itulah lahir keberkahan, bukan hanya dalam hafalan, tetapi juga dalam membentuk karakter dan masa depan. (*)

Revisi Oleh:
  • Nadjib Hamid - 04/05/2026 19:25
Iklan Landscape Unmuh Jember

Baca Lainnya

Adv UMSURA

0 Tanggapan

Empty Comments

Search
Menu
Logo Depan Satriadev
Logo Belakang Satriadev
⚡ 1 Dekade ⚡