SMP Muhammadiyah 1 Gresik (Spemutu) menggelar kegiatan bertajuk “Sinau Literasi Budaya” di Masjid At-Taqwa KH. Kholil, Kompleks Perguruan Muhammadiyah PCM Gresik, Senin (26/10/2026). Kegiatan ini bertujuan meningkatkan budaya literasi sekaligus menumbuhkan kecintaan murid terhadap budaya lokal.
Kegiatan tersebut menghadirkan Yusuf Ali Putro, S.Pd., S.Pd.I., penulis sekaligus Ketua MGMP Bahasa Indonesia Kabupaten Gresik, sebagai pemateri. Ia mengajak murid memahami bahwa literasi tidak hanya berkaitan dengan membaca dan menulis, tetapi juga mencakup kemampuan mengenali lingkungan, menggali informasi, dan memahami nilai-nilai budaya masyarakat.
Melalui pengamatan, membaca, berdiskusi, dan menuliskan kembali informasi, murid diharapkan mampu mengenali kekayaan budaya di sekitarnya serta menumbuhkan kebanggaan terhadap identitas daerah.
Kepala Urusan Kurikulum Spemutu, Tri Wahyuningsih, S.Pd., mengatakan kegiatan ini menjadi upaya menghubungkan pembelajaran di sekolah dengan kehidupan sehari-hari.
“Banyak potensi budaya di sekitar kita yang sebenarnya bisa menjadi sumber belajar, tetapi belum semuanya dikenal oleh murid. Karena itu, literasi budaya perlu terus ditumbuhkan agar pembelajaran menjadi lebih bermakna dan dekat dengan kehidupan mereka,” ungkapnya.
Ia berharap kegiatan tersebut mendorong murid lebih aktif membaca, mencari informasi, berdiskusi, dan menyampaikan kembali pengetahuan dengan bahasa mereka sendiri.
Ajak Murid Bijak Memanfaatkan Gawai
Kepala Urusan Kesiswaan Spemutu, Beny Firmansyah, S.Pd., menyoroti pentingnya literasi budaya di tengah perkembangan teknologi. Menurutnya, gawai tidak seharusnya hanya digunakan untuk hiburan, tetapi juga dapat menjadi sarana belajar dan mengenal kebudayaan.
“Jangan sampai murid lebih mengenal budaya yang jauh, tetapi justru tidak mengetahui kekayaan budaya yang ada di lingkungan sendiri,” tuturnya.
Beny berharap murid mampu memanfaatkan teknologi secara bijak, memilah informasi, serta mengembangkan kebiasaan literasi melalui buku maupun sumber digital.
Salah satu murid, Achmad Yoga Nasution, mengaku mendapatkan pengalaman belajar yang berbeda melalui kegiatan tersebut. Ia semakin memahami bahwa budaya lokal merupakan sumber pengetahuan yang dekat dengan kehidupan sehari-hari.
Hal senada disampaikan Afrika Mareta Kinasih. Ia menilai kegiatan ini menambah wawasan sekaligus mendorong murid lebih aktif mencari informasi tentang budaya di lingkungan sekitar.
Menurutnya, budaya lokal dapat dipelajari dengan membaca, mencari informasi, dan bertanya kepada orang-orang yang memahami kebudayaan tersebut.
Melalui kegiatan Sinau Literasi Budaya, Spemutu berharap murid tidak hanya memiliki kemampuan memahami bacaan, tetapi juga mampu mengenali lingkungan, mengolah informasi, dan menghargai warisan budaya bangsa.
Dengan mengenal budaya lokal sejak dini, murid diharapkan tumbuh menjadi generasi yang berwawasan luas, bijak menggunakan teknologi, dan peduli terhadap pelestarian budaya. (*)






0 Tanggapan
Empty Comments