Iklan Mudipat Landscape
Iklan Mudipat Mobile

Tim Mahasiswa UMM Raih Penghargaan di Kontes Kapal Indonesia 2026

Iklan Landscape Smamda
Tim Mahasiswa UMM Raih Penghargaan di Kontes Kapal Indonesia 2026
pwmu.co -

Inovasi kapal tidak hanya dituntut mampu melaju di lintasan, tetapi juga harus dapat menjelaskan gagasan teknologinya secara jelas dan mudah dipahami.

Hal itu dibuktikan tim Lembaga Semi Otonom (LSO) Mekatronic dari Fakultas Teknik Universitas Muhammadiyah Malang (UMM).

Tim tersebut meraih penghargaan Best Poster pada Kontes Kapal Indonesia (KKI) Nasional 2026 di Politeknik Negeri Bengkalis, Riau, yang berlangsung pada 13–17 September 2026. Penghargaan tersebut diraih pada kategori Fuel Engine Remote Control (FERC).

Menggunakan kapal yang diberi nama Sengkaling EVO.7, tim tersebut beranggotakan lima mahasiswa. Salah satunya Muhammad Naufal Prasetyo, mahasiswa Teknik Mesin UMM angkatan 2023 yang berperan sebagai manager sekaligus driver.

Pada KKI 2026, sebanyak 129 tim dari 52 perguruan tinggi berkompetisi dengan mengusung tema “Garda Maritim Nusantara: Inovasi Teknologi Kapal Coast Guard yang Tangguh, Responsif, dan Mandiri untuk Kedaulatan Bangsa.”

Naufal menjelaskan, penghargaan Best Poster tidak lepas dari upaya tim menyederhanakan gagasan teknis kapal ke dalam tampilan visual yang informatif.

Poster tersebut memuat desain kapal, inovasi, metodologi, spesifikasi, hasil utama, identitas tim, serta referensi sesuai ketentuan kompetisi.

“Menurut saya, keunggulan poster kami ada pada visual kapal dan penyampaian informasi yang cukup lengkap, tetapi tetap mudah dipahami,” ujarnya.

Sengkaling EVO.7 merupakan prototipe kapal Coast Guard yang dirancang untuk mendukung misi patroli dan pengamanan laut, khususnya dalam menghadapi aktivitas illegal, unreported, and unregulated (IUU) Fishing.

Kapal tersebut mengintegrasikan sejumlah teknologi, yakni CODAG, C-UAS, dan Thermoelectric Generator.

Integrasi teknologi tersebut menjadi bagian dari upaya tim mengembangkan kapal yang tidak hanya mengandalkan kecepatan, tetapi juga mempertimbangkan efisiensi bahan bakar dan kemampuan operasional.

Gagasan tersebut kemudian diterjemahkan ke dalam poster dengan bahasa visual yang lebih sederhana agar aspek teknis dapat dipahami oleh penilai.

SMPM 5 Pucang SBY

Penyusunan poster membutuhkan waktu sekitar satu bulan. Tim menyeleksi dan menata berbagai informasi teknis agar tetap lengkap tanpa membuat tampilan sulit dipahami.

Dalam prosesnya, mereka mendapat arahan dari dosen pembimbing, Ir. Andinusa Rahmandhika, S.T., M.Eng.

“Pesan utama yang kami sampaikan melalui poster adalah bagaimana konsep kapal Coast Guard ini dapat memanfaatkan berbagai teknologi untuk mendukung keamanan dan keselamatan maritim, sekaligus menunjukkan inovasi yang kami kembangkan dalam satu rancangan kapal,” jelasnya.

Pengembangan Sengkaling EVO.7 sendiri berlangsung melalui sejumlah tahapan, mulai dari desain, fabrikasi, pemasangan komponen, hingga pengujian.

Proses tersebut tidak hanya menghasilkan sebuah prototipe, tetapi juga melatih mahasiswa membagi peran, berkoordinasi, serta menyelesaikan persoalan teknis yang muncul selama pengembangan.

Keikutsertaan dalam KKI menjadi kesempatan bagi mahasiswa untuk menguji hasil pembelajaran di UMM dalam kompetisi yang menuntut kemampuan teknis sekaligus komunikasi.

Tim tidak hanya harus menunjukkan performa kapal, tetapi juga menjelaskan konsep dan inovasi yang dikembangkan kepada para penilai.

Bagi Naufal, pengalaman paling berkesan adalah melihat Sengkaling EVO.7 berkembang dari sebuah rancangan menjadi prototipe yang dapat diuji dan dikompetisikan.

Ia berharap inovasi tersebut terus dikembangkan dan tidak berhenti sebagai karya kompetisi.

“Harapan saya, Sengkaling EVO.7 tidak berhenti hanya sebagai karya lomba, tetapi masih bisa dikembangkan menjadi inovasi yang lebih baik di bidang teknologi kapal,” pungkasnya.(*)

Revisi Oleh:
  • Satria - 23/09/2026 19:18
SD Kreatif

Baca Lainnya

Adv UMSURA

0 Tanggapan

Empty Comments

Search
Menu