Prestasi membanggakan kembali ditorehkan santri Al Mizan dalam ajang Wagos Archery 2026, lomba panahan tradisional tingkat pelajar se-Jawa Timur yang digelar di Wisata Alam Argosari, Gresik, Ahad (30/8/2026).
Dalam kompetisi yang diikuti 225 peserta dari berbagai daerah di Jawa Timur tersebut, dua santri Al Mizan berhasil membawa pulang penghargaan. Hudzaifah Abdurrahman, santri kelas 4C Al Mizan, sukses meraih Juara 2, sementara Alfian Widar, santri kelas 6A1 Al Mizan, memperoleh Special Award.
Pendamping Tim Al Mizan Archery, Fairuz Javier, mengungkapkan bahwa capaian tersebut merupakan hasil dari proses seleksi dan latihan yang dilakukan secara intensif sebelum perlombaan.
“Alhamdulillah, setelah melakukan seleksi pada saat latihan, Al Mizan mengirimkan tujuh orang yang terdiri dari tiga putra dan empat putri untuk mengikuti ajang Wagos Archery 2026,” ujar Javier.
Menurutnya, persiapan menghadapi perlombaan telah dilakukan kurang lebih satu bulan sebelum hari pelaksanaan. Proses seleksi dimulai setelah tim mendapatkan informasi mengenai penyelenggaraan Wagos Archery.
“Kurang lebih satu bulan sebelum perlombaan, kami sebagai pelatih mengadakan seleksi kepada seluruh peserta ekstrakurikuler memanah Al Mizan. Dari seleksi tersebut kami mengambil tujuh orang sebagai delegasi Al Mizan,” jelasnya.
Seleksi dilakukan dengan konsep yang menyerupai sistem perlombaan sebenarnya. Para peserta menjalani scoring dengan mengumpulkan poin dalam setiap ronde. Penilaian dilakukan sebanyak lima ronde, kemudian peserta dengan perolehan poin terbaik dipilih untuk menjadi delegasi.
“Latihan kami konsep seperti perlombaan, yaitu scoring, dengan menotal poin setiap ronde sebanyak lima ronde. Hasil dengan poin paling banyak yang dipilih sebagai delegasi,” terangnya.
Bangga dengan Perjuangan Tujuh Santri
Keberhasilan Hudzaifah dan Alfian tentu menjadi kebanggaan tersendiri bagi Javier sebagai pendamping yang turut membersamai proses latihan para santri.
Ia mengaku senang melihat dua anak didiknya mampu meraih prestasi di tengah persaingan yang cukup ketat.
“Alhamdulillah, sebagai seorang pengajar yang selalu mendampingi anak-anak, hari itu saya merasa bangga dan senang sekali. Meskipun dari tujuh orang hanya dua yang diberi kesempatan oleh Allah untuk menang, saya sebagai pendamping mereka tetap bersyukur dan selalu memotivasi mereka,” ungkapnya.
Menurut Javier, prestasi bukan satu-satunya ukuran keberhasilan dalam mengikuti sebuah perlombaan. Keberanian, pengalaman, sportivitas, serta sikap yang ditunjukkan para santri selama mengikuti kompetisi juga menjadi bagian penting dari proses pendidikan.
Bukan Sekadar Mengejar Juara
Ke depan, Javier berharap Tim Al Mizan Archery dapat terus berkembang dan mampu menjadi representasi positif madrasah dan Pondok dalam berbagai kompetisi panahan.
Ia berharap para santri tidak hanya berorientasi pada medali, tetapi juga mampu memberikan pengalaman dan kesan positif di setiap perlombaan yang diikuti.
“Harapan saya kepada Al Mizan ke depan, semoga Al Mizan dapat menjadi contoh yang baik. Jika dalam perlombaan tidak mendapat juara, setidaknya santri Al Mizan yang didelegasikan dapat memberikan kesan-kesan yang indah untuk dikenang di setiap perlombaan,” tuturnya.
Capaian di Wagos Archery 2026 menjadi bukti bahwa pembinaan ekstrakurikuler di Al Mizan tidak hanya memberikan ruang bagi santri untuk mengembangkan bakat dan minat, tetapi juga melatih kedisiplinan, keberanian, sportivitas, serta mental untuk berkompetisi. (*)





0 Tanggapan
Empty Comments