Iklan Mudipat Landscape
Iklan Mudipat Mobile

Trik Flashcard Warna-Warni, Cara KKN T 19 Umsida Permudah Cara Belajar Siswa

Iklan Landscape Smamda
Trik Flashcard Warna-Warni, Cara KKN T 19 Umsida Permudah Cara Belajar Siswa
Flashcard jadi media belajar kreatif dari KKN T 19 Umsida. (Istimewa/PWMU.CO)
pwmu.co -

Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Terpadu (KKN T) 19 Universitas Muhammadiyah Sidoarjo (Umsida) membuat inovasi Flashcard Warna-Warni yang dijalankan dalam program Rumah Belajar Ceria yang dilaksanakan rutin selama masa pengabdian (4/7-17/8/2026).

Inovasi ini merupakan cara belajar sambil bermain bagi anak-anak usia dini di Desa Wirobiting, Kecamatan Prambon, Kabupaten Sidoarjo. Kegiatan ini diikuti puluhan anak bersama orang tua yang turut mendampingi.

Program Rumah Belajar Ceria tidak berhenti pada satu kali pertemuan, melainkan selama mahasiswa mengabdi, yakni sejak awal Juli hingga pertengahan Agustus, dengan perkembangan yang terlihat jelas pada anak-anak Desa Wirobiting di setiap sesinya.

Perbarui Media Belajar yang Lebih Interaktif

M Syahrul Romadany selaku ketua tim KKN mengatakan bahwa program ini lahir dari analisis mahasiswa terhadap kebiasaan belajar dengan metode lama yang membuat anak mudah bosan dan sulit fokus.

“Jadi kami membuat media flashcard bergambar menggunakan Canva, lalu dicetak dan dilaminasi menjadi kartu fisik yang bisa digunakan oleh anak-anak sebagai media belajar,” terangnya.

Pemilihan visual berwarna cerah didasarkan pada karakter anak usia dini yang rentang fokusnya pendek dan mudah teralihkan.

Gambar dengan komposisi sederhana dan warna mencolok, menurutnya, lebih efektif menahan perhatian anak dibanding kartu polos atau bacaan panjang tanpa ilustrasi, sekaligus mempermudah anak mengingat materi yang baru dilihat.

Koordinator program, Mellandika Viqrotul Nilla, menjelaskan bahwa mahasiswa membangun interaksi dengan siswa dengan berbagai ice breaking yang kemudian membagi menjadi beberapa kelompok kecil.

Siswa Mulai Tertarik dengan Flashcard

“Sesi yang paling diminati adalah mewarnai gambar hewan seperti kelinci, kucing, dan kupu-kupu menggunakan krayon warna-warni,” jelasnya.

Hasil mewarnai tersebut dijadikan bagian dari flashcard baru, dengan beberapa anak diajak duduk berdampingan bersama mahasiswa untuk melihat dan mendesain kartu di Canva.

“Pelibatan ini membuat anak merasa menjadi bagian dari proses pembuatan media belajarnya sendiri, bukan sekadar penerima kartu jadi,” kata Nilla.

Setelah jadi, anak-anak diajak menebak gambar, menyebutkan namanya, lalu dikenalkan pada kartu huruf dan kata secara bertahap, dengan variasi permainan setiap putaran untuk memperkuat daya ingat.

SMPM 5 Pucang SBY

Piyono, salah satu perangkat Desa Wirobiting yang turut memantau jalannya kegiatan, menilai program ini membawa perubahan nyata pada keberanian anak-anak.

“Anak-anak terlihat senang dan aktif berinteraksi selama kegiatan berlangsung. Bahkan yang tadinya pemalu jadi berani ikut maju setelah melihat teman-temannya bermain, dan hal ini memudahkan mereka untuk berkreasi,” tutur Piyono.

Sejumlah orang tua yang mendampingi juga tampak antusias, merasa terbantu karena anaknya bisa mengenal huruf dan gambar dengan cara menyenangkan, tanpa harus dipaksa duduk diam menghadapi buku.

Menjelang akhir kegiatan, seluruh anak diajak bermain flashcard bersama-sama, termasuk kartu hasil karya mereka sendiri, sebagai pengulangan materi sekaligus evaluasi atas pemahaman mereka.

Kegiatan ditutup dengan pembagian kartu flashcard yang boleh dibawa pulang, agar orang tua bisa melanjutkan aktivitas belajar sambil bermain ini di rumah.

Perkembangan Pelaksanaan Tiap Pekan

Program Rumah Belajar Ceria dilaksanakan secara bertahap selama tujuh kali dengan agenda yang berbeda tiap pekannya. Salah satu mahasiswa yang pengajar yakni Salsabila Winarto Putri, mengatakan bahwa tim KKN memperkenalkan konsep flashcard.

“Setelah itu mereka mulai tertarik dengan metode belajar ini dan kita mengajak mereka membuat flashcard sendiri,” Salsa.

Salah satu siswa, Arin, berpendapat bahwa flashcard ini membantunya belajar lebih efektif.

“Jadi kalau di rumah lebih mudah belajarnya karena ada flashcard. Cara kakak-kakak mengajar juga menyenangkan,” terangnya. (*)

Revisi Oleh:
  • Amanat Solikah - 18/08/2026 21:32
SD Kreatif

Baca Lainnya

Adv UMSURA

0 Tanggapan

Empty Comments

Search
Menu