Iklan Mudipat Landscape
Iklan Mudipat Mobile

MCC PDM Kota Blitar Peringati HUT ke-81 RI dengan Lagu Perjuangan dan Orasi Kebangsaan

Iklan Landscape Smamda
MCC PDM Kota Blitar Peringati HUT ke-81 RI dengan Lagu Perjuangan dan Orasi Kebangsaan
MCC PDM Kota Blitar Memperingati HUT RI Dengan Menyanykan 8 Lagu Penjuangan dan Orasi Kebangsaan (Darmo Putra/PWMU.CO)
pwmu.co -

Muhammadiyah Children Center (MCC) Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kota Blitar memperingati HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia dengan menyanyikan lagu-lagu perjuangan dan menggelar orasi kebangsaan, Senin (17/8/2026).

Kegiatan berlangsung di gedung pertemuan Kantor MCC PDM Kota Blitar, Jalan Ir. Soekarno Nomor 13, Kota Blitar. Kegiatan diikuti oleh ustadz, ustadzah, serta putra-putri MCC PDM Kota Blitar.

Sebelum rangkaian acara dimulai, peserta melaksanakan salat Magrib berjemaah, kemudian dilanjutkan dengan buka puasa bersama. Setelah itu, kegiatan peringatan HUT ke-81 RI dimulai dengan pembacaan basmalah dan dipandu Felovia sebagai pembawa acara.

Nyanyikan Lagu Perjuangan

Rangkaian kegiatan dilanjutkan dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an oleh Noval yang membacakan QS Al-Anfal ayat 29–32. Setelah itu, seluruh peserta berdiri untuk menyanyikan delapan lagu perjuangan dan Mars Sang Surya yang dipandu Mutiara Asyifa sebagai pemberi aba-aba.

Lagu yang dinyanyikan meliputi Indonesia Raya, Mars Sang Surya, Hari Merdeka, Sorak-Sorak Bergembira, Garuda Pancasila, Halo-Halo Bandung, Satu Nusa Satu Bangsa, Maju Tak Gentar, dan Syukur.

Setelah rangkaian menyanyikan lagu selesai, kegiatan dilanjutkan dengan doa bersama yang dipimpin Rayhan.

Suasana kegiatan berlangsung semarak. Para peserta menyanyikan lagu-lagu perjuangan dengan penuh semangat sebagai bagian dari refleksi atas perjuangan para pendahulu sekaligus bentuk penghormatan terhadap kemerdekaan Indonesia.

Arti Sebuah Kemerdekaan

Setelah rangkaian pembukaan, kegiatan dilanjutkan dengan orasi kebangsaan. Ketua MCC PDM Kota Blitar, Sidharta Djarot Riyadi, menjadi pembicara pertama dengan tema “Arti Sebuah Kemerdekaan”.

Dalam orasinya, Sidharta mengajak putra-putri MCC PDM Kota Blitar memahami bahwa kemerdekaan Indonesia merupakan hasil perjuangan para pahlawan. Menurutnya, peringatan HUT RI menjadi momentum untuk mengenang perjuangan tersebut sekaligus mengisi kemerdekaan melalui tindakan positif.

Ia menekankan bahwa pengisian kemerdekaan dapat dimulai dari kedisiplinan diri, baik dalam menjalankan ibadah maupun menuntut ilmu.

“Untuk mengisi kemerdekaan, putra-putri MCC PDM Blitar bisa disiplin yang dimulai dari disiplin diri sendiri,” ujar Sidharta.

Menurutnya, kedisiplinan dalam beribadah dan belajar perlu dibarengi dengan upaya menjaga silaturahmi. Hal tersebut dinilai menjadi bekal bagi generasi muda untuk meraih kesuksesan.

Mengisi Kemerdekaan di Era Digital

Orasi kedua disampaikan Ustadz Ardiansyah, S.Pd.I., pengasuh Muhammadiyah Boarding School (MBS) Kota Blitar. Ia mengangkat tema “Mengisi Kemerdekaan di Era Digital”.

Ardiansyah menyampaikan bahwa peringatan kemerdekaan dapat dilakukan melalui berbagai kegiatan positif sesuai dengan kreativitas dan kemampuan masyarakat. Bagi pelajar, salah satu bentuk pengisian kemerdekaan yang utama adalah belajar dengan sungguh-sungguh, baik ilmu agama maupun pengetahuan umum.

SMPM 5 Pucang SBY

Ia juga mengingatkan peserta agar menggunakan gawai secara bijak. Menurutnya, perkembangan teknologi seharusnya dimanfaatkan untuk mendukung proses belajar, bukan justru membuat pelajar menghabiskan waktu untuk permainan atau aktivitas yang tidak bermanfaat.

“Yang terpenting adalah harus bisa menggunakan handphone sesuai dengan kebutuhan dan manfaat untuk belajar menjadi sukses,” ujar Ardiansyah.

Pesan tersebut menekankan pentingnya kemampuan generasi muda dalam memanfaatkan teknologi secara proporsional. Gawai dapat menjadi sarana untuk memperoleh pengetahuan dengan lebih mudah apabila digunakan sesuai kebutuhan.

Menjadi Generasi Muhammadiyah Tanpa Narkoba

Orasi terakhir disampaikan drh. Sri Widodo, Ketua Lembaga Dakwah Komunitas (LDK) PDM Kota Blitar, dengan tema “Menjadi Generasi Muhammadiyah Tanpa Narkoba”.

Sri Widodo mengajak putra-putri MCC PDM Kota Blitar menjauhi narkoba dan membangun karakter generasi muda yang kuat. Ia menggambarkan narkoba sebagai ancaman yang tidak terlihat secara langsung sehingga membutuhkan kewaspadaan dan upaya pencegahan bersama.

“Narkoba itu merupakan penjajah yang tidak berwajah, jadi merupakan musuh yang lebih sulit dilawan, dicegah, dan diberantas,” ujar Sri Widodo.

Dalam orasinya, Sri Widodo juga mengaitkan pembahasan mengenai bahaya zat memabukkan dengan QS Al-Baqarah ayat 219. Ia menjelaskan bahwa sesuatu yang memiliki manfaat apabila disalahgunakan dapat menimbulkan mudarat yang lebih besar.

Sebagai ilustrasi mengenai bahaya narkoba terhadap kehidupan masyarakat, Sri Widodo juga menyampaikan kisah Perang Candu. Ia menggunakan peristiwa tersebut untuk menggambarkan bagaimana penyalahgunaan zat adiktif dapat melemahkan masyarakat.

Di akhir orasinya, Sri Widodo mengajak generasi muda Muhammadiyah membangun karakter Islami, memiliki kekuatan, kreativitas, dan prestasi, baik dalam ilmu agama maupun pengetahuan umum.

“Sebagai generasi muda Muhammadiyah harus berkarakter Islami, harus kuat, kreatif, berprestasi baik dalam ilmu agama maupun ilmu pengetahuan umum, bermanfaat untuk umat, sukses dunia akhirat tanpa narkoba,” ujarnya.

Rangkaian peringatan HUT ke-81 RI di MCC PDM Kota Blitar tersebut menjadi ruang bagi putra-putri MCC untuk mengenang perjuangan kemerdekaan sekaligus mendapatkan penguatan mengenai kedisiplinan, pemanfaatan teknologi secara bijak, dan pentingnya menjauhi narkoba.

Melalui kegiatan tersebut, peserta diajak memaknai kemerdekaan tidak hanya melalui seremoni, tetapi juga dengan belajar, menjaga kedisiplinan, mengembangkan potensi, serta menjadi generasi yang bermanfaat bagi umat dan bangsa. (*)

Revisi Oleh:
  • Tanwirul Huda - 18/08/2026 20:16
SD Kreatif

Baca Lainnya

Adv UMSURA

0 Tanggapan

Empty Comments

Search
Menu