Ujian praktik kelas 6 merupakan salah satu bentuk evaluasi akhir pembelajaran yang tidak hanya mengukur aspek kognitif, tetapi juga keterampilan dan sikap siswa.
Dalam kegiatan ini, pendekatan STEM dipilih sebagai metode untuk melatih siswa berpikir kritis, kreatif, serta mampu memecahkan masalah secara sistematis dan kolaboratif.
Setiap kelas dibagi menjadi tiga hingga empat kelompok yang masing-masing mengembangkan proyek berbasis STEM. Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan ruang bagi siswa dalam menuangkan ide, berinovasi, serta mengaplikasikan ilmu yang telah dipelajari.
Dalam pelaksanaannya, presentasi dilakukan secara berkelompok dengan memanfaatkan berbagai media. Siswa menampilkan video proses pembuatan hingga hasil produk yang telah mereka rancang. Alur kegiatan dimulai dari presentasi, dilanjutkan dengan sesi tanya jawab, serta penilaian oleh para penguji.
Beragam karya inovatif berhasil ditampilkan, di antaranya kincir air mini PLTA, wind energy street light, solar panel, miniatur mobil tenaga surya, jembatan katrol otomatis, tong sampah tanpa sentuh, sapu elektrik, buzz wire, roof with rain sensor, water cycle, hingga dongkrak hidrolik.
Ragam proyek tersebut menunjukkan kreativitas tinggi sekaligus kemampuan siswa dalam menerapkan konsep STEM dalam kehidupan sehari-hari.
Antusiasme siswa terlihat jelas sepanjang kegiatan berlangsung. Mereka tampil percaya diri saat mempresentasikan hasil karyanya serta aktif berinteraksi dalam sesi tanya jawab. Salah satunya adalah siswa kelas 6 yang akrab disapa Abhim.
Ia dengan penuh semangat menjelaskan produk tong sampah tanpa sentuh otomatis yang dibuat bersama kelompoknya. Menurutnya, alat tersebut sangat bermanfaat dalam menjaga higienitas karena penutup tong sampah dapat terbuka secara otomatis hanya dengan mendekatkan benda ke sensor inframerah.
Salah satu guru kelas 6, Azizah S.Pd menyampaikan apresiasinya terhadap karya siswa.
“Alhamdulillah, anak-anak mampu menunjukkan kreativitas dan pemahaman yang luar biasa. Mereka tidak hanya membuat produk, tetapi juga memahami proses dan manfaatnya,” tuturnya.
Melalui kegiatan ini, siswa memperoleh banyak manfaat, di antaranya kemampuan critical thinking, problem solving, kolaborasi, serta keterampilan berbicara di depan umum (public speaking). Nilai-nilai tersebut menjadi bekal penting dalam perjalanan pendidikan mereka selanjutnya.
Semoga setiap ilmu dan pengalaman yang diperoleh, para siswa dapat terus tumbuh menjadi generasi yang cerdas, berakhlak mulia, serta menjadi awal lahirnya inovator muslim masa depan.





0 Tanggapan
Empty Comments