Iklan Mudipat Landscape
Iklan Mudipat Mobile

UMM Borong Penghargaan LLDIKTI Wilayah VII Berkat Kerja Sama Industri dan Internasional yang Berdampak

Iklan Landscape Smamda
UMM Borong Penghargaan LLDIKTI Wilayah VII Berkat Kerja Sama Industri dan Internasional yang Berdampak
pwmu.co -

Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) kembali menorehkan prestasi membanggakan di tingkat nasional. Kampus Putih berhasil meraih dua penghargaan bergengsi dari Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDIKTI) Wilayah VII sebagai Perguruan Tinggi dengan Kerja Sama Internasional Paling Berdampak dan Perguruan Tinggi dengan Kerja Sama Industri Paling Berdampak.

Penghargaan yang diterima pada pertengahan Juli 2026 tersebut sekaligus mengantarkan UMM mewakili LLDIKTI Wilayah VII untuk bersaing pada tingkat nasional.

Wakil Rektor IV UMM, Muhamad Salis Yuniardi, M.Psi., Ph.D., menyampaikan bahwa penghargaan tersebut menjadi bentuk apresiasi atas strategi internasionalisasi yang selama ini dikembangkan UMM.

Menurutnya, UMM tidak hanya mengandalkan program pertukaran mahasiswa dan dosen, tetapi juga menghadirkan berbagai program internasional yang memberikan pengalaman langsung kepada mahasiswa.

Program tersebut meliputi magang internasional serta Kuliah Kerja Nyata (KKN) internasional yang melibatkan berbagai fakultas di sejumlah negara, seperti Jepang, Korea Selatan, Malaysia, Thailand, Taiwan, dan Vietnam.

“Kalau yang lain internasional itu ya berarti pertukaran dosen dan mahasiswa, lah kita itu tidak. Kita ada magang, pengabdian masyarakat internasional. Yang kita lakukan ini betul-betul mempersiapkan mahasiswa kita siap bersaing di tingkat global, lebih dari sekadar mendapatkan eksposur internasional,” jelas Salis.

Selain bidang internasional, UMM juga memperoleh penghargaan atas keberhasilannya membangun kerja sama industri yang berdampak.

Salis menegaskan bahwa perguruan tinggi harus selalu terhubung dengan kebutuhan dunia usaha dan industri agar lulusan memiliki kompetensi yang relevan.

Salah satu strategi yang dijalankan UMM adalah melalui program Center of Excellence (CoE) yang menghubungkan proses pendidikan dengan kebutuhan industri.

“Pendidikan tinggi tidak mungkin bisa dijalankan dengan baik kecuali dengan kerja sama dengan industri. Karena sebenarnya apa yang dihasilkan perguruan tinggi itu untuk suplai kebutuhan industri, dan karena itulah kita lewat CoE,” terangnya.

Untuk memastikan setiap kerja sama memberikan dampak nyata, UMM menerapkan kebijakan yang mewajibkan setiap nota kesepahaman (MoU) disertai implementasi program melalui Perjanjian Kerja Sama (PKS).

Kebijakan tersebut diterapkan agar kolaborasi tidak berhenti pada penandatanganan dokumen semata.

SMPM 5 Pucang SBY

“Di kita ada kebijakan tidak boleh ada MoU tanpa PKS. Dulu umumnya orang itu kan yang penting buat MoU banyak tapi tidak ada aktivitasnya. Kita kemudian membuat regulasi, jadi setiap ada MoU berarti harus ada satu program minimal, aktivitas yang memang itu jelas dan terlaksanakan,” tegasnya.

UMM juga mengembangkan pola kerja sama yang bersifat multidisiplin.

Satu kemitraan tidak hanya dimanfaatkan oleh satu bidang, tetapi dikembangkan agar memberikan manfaat bagi berbagai program studi.

Sebagai contoh, kerja sama dengan mitra di Jepang yang awalnya berfokus pada bidang pangan kini berkembang hingga mendukung sektor perhotelan dan keperawatan.

“Kerja sama dengan Jepang itu kan sebenarnya kaitannya dengan pangan. Tapi dari situ kemudian kita bisa melihat bahwa ada potensi untuk hospitality, ada potensi untuk nursing atau keperawatan. Kita selalu mengupayakan agar mitra itu kemudian bisa bermanfaat untuk yang lebih luas,” tambahnya.

Ke depan, UMM menargetkan perluasan kerja sama internasional tidak hanya di kawasan Asia, tetapi juga menjangkau Eropa dan Amerika.

Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya meningkatkan daya saing lulusan di tingkat global.

“Kita juga ingin lulusan kita itu nanti lewat industrialisasi dan internasionalisasi punya daya saing yang tidak hanya di level Asia Tenggara. Namun bisa masuk ke level yang jauh lebih luas, misalnya masuk ke ranah Eropa, ranah Amerika dan sebagainya,” tutup Salis.

Penghargaan dari LLDIKTI Wilayah VII ini menjadi bukti komitmen UMM dalam membangun ekosistem pendidikan tinggi yang inovatif dan berdampak.

Melalui sinergi antara perguruan tinggi, dunia industri, dan mitra internasional, UMM terus berupaya mencetak lulusan yang kompeten, adaptif, dan siap bersaing di tingkat global.

Revisi Oleh:
  • Satria - 06/08/2026 16:00
SD Kreatif

Baca Lainnya

Adv UMSURA

0 Tanggapan

Empty Comments

Search
Menu