Komitmen Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) dalam mendukung pembangunan nasional kembali diwujudkan melalui aksi nyata. Sebanyak 10 mahasiswa dari rumpun ilmu keperawatan dan kesehatan diterjunkan ke sejumlah wilayah di Nusa Tenggara Timur (NTT) untuk menjalankan program Kuliah Kerja Nyata (KKN) GENTASKIN (Gerakan NTT Sehat, Kuat, dan Inklusif).
Sejak diberangkatkan pada 8 Juli 2026, para mahasiswa akan mengabdi selama dua bulan hingga September mendatang. Mereka hadir bukan sekadar menjalankan program akademik, tetapi menjadi bagian dari ikhtiar bersama mempercepat penurunan angka stunting sekaligus mengentaskan kemiskinan ekstrem di daerah yang masih menghadapi berbagai tantangan pembangunan.
Kepala Divisi Pengabdian Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) UMM, Dr. Arina Restian, M.Pd., menjelaskan bahwa keterlibatan UMM dalam KKN GENTASKIN merupakan bentuk dukungan strategis terhadap program prioritas pemerintah.
“KKN GENTASKIN itu UMM berkontribusi dalam gerakan NTT Tuntas Stunting dan Kemiskinan Ekstrem. Kita men-support di sana untuk memperkuat kesehatan, ekonomi, pendidikan, dan kelembagaan desa,” ujarnya, Selasa (14/7/2026).
Menurut Arina, pendekatan yang digunakan mahasiswa tidak berhenti pada kegiatan penyuluhan. Mereka dituntut menghadirkan solusi nyata yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat serta potensi desa masing-masing.
“Universitas Muhammadiyah Malang menghadirkan solusi pengabdian langsung, kemudian hilirisasi iptek. Yang terpenting adalah programnya ada edukasi gizi dan kesehatan ibu dan anak (KIA),” tambahnya.
Selama berada di lokasi pengabdian, mahasiswa menjalankan berbagai program yang saling terintegrasi dalam lima klaster utama.
Pada sektor kesehatan, mereka melakukan edukasi gizi, pendampingan keluarga berisiko stunting, hingga kampanye kesehatan bersama kader Posyandu. Fokus ini diarahkan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya pemenuhan gizi sejak masa kehamilan hingga usia balita.
Di bidang ekonomi, mahasiswa mendampingi pelaku usaha mikro dan keluarga agar mampu mengembangkan potensi ekonomi lokal.
Berbagai pelatihan diberikan, mulai dari pengolahan pangan berbasis bahan lokal, literasi keuangan keluarga, hingga pemasaran digital agar produk desa memiliki nilai tambah dan jangkauan pasar yang lebih luas.
Sementara itu, pada aspek kesehatan lingkungan, tim KKN mengedukasi masyarakat mengenai Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS), mendorong peningkatan sanitasi, serta memperkenalkan teknologi tepat guna yang mendukung penyediaan air bersih.
Penguatan sumber daya manusia juga menjadi perhatian. Mahasiswa menginisiasi pojok baca desa, menyelenggarakan kelas literasi dasar bagi anak-anak, sekaligus membangun budaya belajar di lingkungan masyarakat.
Tak kalah penting, mereka turut memperkuat kelembagaan desa melalui pendampingan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes), karang taruna, dan berbagai organisasi masyarakat. Pendampingan tersebut diharapkan mampu melahirkan praktik-praktik terbaik (best practices) yang dapat direplikasi sebagai model pemberdayaan masyarakat di masa mendatang.
Program KKN GENTASKIN sendiri merupakan hasil kolaborasi antara UMM dengan Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi. Pelaksanaannya difasilitasi oleh Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDIKTI) Wilayah VII dan LLDIKTI Wilayah XV sebagai bagian dari gerakan bersama mempercepat pembangunan di kawasan Indonesia Timur.
Melalui sinergi perguruan tinggi, pemerintah, dan masyarakat, UMM berharap kehadiran mahasiswa tidak hanya memberikan dampak selama masa pengabdian berlangsung, tetapi juga meninggalkan fondasi pemberdayaan yang berkelanjutan.
Dengan demikian, upaya menurunkan angka stunting dan mengentaskan kemiskinan ekstrem di NTT dapat berjalan lebih efektif, sekaligus melahirkan masyarakat yang lebih sehat, mandiri, dan tangguh secara ekonomi. (*)





0 Tanggapan
Empty Comments