Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) meraih trending hashtag TikTok nomor satu kategori Education Indonesia melalui tagar #ummcampus selama pelaksanaan Pengenalan Studi Mahasiswa Baru (Pesmaba) Generasi 26 pada 7–11 September 2026.
Capaian tersebut menjadi salah satu bukti tingginya antusiasme mahasiswa dalam memproduksi dan menyebarkan konten positif dari berbagai aktivitas kampus.
Kepala Humas UMM, Maharina Novia Zahro, M.Ikom., mengungkapkan rasa syukurnya atas capaian tersebut. Menurutnya, keberhasilan itu tidak terlepas dari kolaborasi tim Humas UMM dengan mahasiswa yang semakin adaptif memanfaatkan media sosial, khususnya TikTok, untuk mengangkat berbagai kegiatan selama Pesmaba.
“Alhamdulillah, kami bersyukur atas capaian ini. Tentu ini tidak lepas dari kerja tim dan mahasiswa yang adaptif dalam membuat konten dengan menggunakan hashtag #ummcampus. Berbagai aktivitas positif selama Pesmaba menjadi bahan yang menarik untuk dibagikan melalui media sosial,” ujarnya.
Selama Pesmaba Gen 26, mahasiswa tidak hanya mengikuti rangkaian pengenalan lingkungan kampus, tetapi juga terlibat dalam berbagai gerakan yang membawa pesan sosial dan lingkungan.
Salah satunya melalui gerakan Green and Clean yang mengajak mahasiswa mengurangi serta mengelola sampah sejak dari kegiatan Pesmaba.
Semangat tersebut direpresentasikan melalui sejumlah aktivitas, seperti Flashlight Mob dan Jas Merah Mob, yang dirancang dengan pendekatan ramah lingkungan.
Konsep kegiatan tersebut diupayakan agar tidak meninggalkan sampah sekali pakai sekaligus memudahkan mahasiswa baru karena tidak perlu membawa atau membuat atribut tambahan. Dengan demikian, kegiatan menjadi lebih praktis, hemat, dan tetap mendukung upaya pengurangan sampah.
Selain itu, mahasiswa juga dibiasakan memilah sampah organik dan non-organik. Sampah organik kemudian dimanfaatkan kembali sebagai bahan pakan maggot dan eco-enzyme.
Sementara itu, sampah non-organik diolah menjadi benda yang memiliki manfaat baru. Bekas galon sekali pakai, misalnya, dimanfaatkan sebagai media budidaya ikan dengan konsep aquaponik. Adapun kardus bekas makanan digunakan kembali sebagai name tag peserta.
Rangkaian Pesmaba Gen 26 kemudian mencapai puncaknya pada kegiatan penutupan yang menghadirkan talkshow bersama pendiri Malaka Project, Ferry Irwandi, sekaligus konser bersama Niken Salindry.
Kehadiran keduanya menambah semarak penutupan sekaligus menjadi ruang bagi mahasiswa baru untuk mendapatkan pesan inspiratif sebelum memulai perjalanan akademiknya di Kampus Putih.
Maharina berharap berbagai aktivitas tersebut tidak berhenti selama Pesmaba, tetapi mampu membentuk kebiasaan mahasiswa dalam menjaga lingkungan.
“Harapannya, berbagai aktivitas ini dapat menumbuhkan sensitivitas mahasiswa terhadap lingkungan. Media sosial menjadi ruang untuk menyebarkan pesan positif sekaligus menunjukkan bahwa kepedulian terhadap lingkungan bisa dimulai dari hal-hal sederhana,” pungkasnya.(*)





0 Tanggapan
Empty Comments