Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) resmi meresmikan Sensory Laboratory atau Laboratorium Sensori bertaraf internasional di kawasan Edupark UMM, Rabu (9/7/2026).
Fasilitas yang dikembangkan melalui kolaborasi internasional dalam program VLIR-UOS Team Project 2024 bersama mitra dari Belgia, Ekuador, dan Filipina ini menjadi pusat pengujian sensori produk pangan yang mendukung peningkatan kualitas riset, pembelajaran, serta daya saing produk usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) Indonesia di pasar global.
Peresmian laboratorium tersebut dihadiri sejumlah mitra internasional dari Belgia, Ekuador, Filipina, serta berbagai institusi riset yang bekerja sama dengan Kampus Putih.
Kehadiran fasilitas ini menjawab kebutuhan industri pangan yang selama ini masih kesulitan memperoleh layanan pengujian sensori berbasis ilmiah.
Melalui laboratorium ini, berbagai produk, mulai dari makanan, minuman, camilan, hingga produk olahan lainnya, dapat diuji secara objektif untuk mengetahui tingkat penerimaan konsumen sebelum dipasarkan.
Penanggung Jawab Laboratorium Sensori UMM, Dahlia Elianarni, S.TP., M.Sc., menjelaskan bahwa fasilitas tersebut dirancang untuk memperkuat sinergi antara dunia akademik dan industri pangan.
Mahasiswa memperoleh pengalaman praktik menggunakan metode pengujian berstandar internasional, sementara pelaku usaha mendapatkan akses terhadap layanan pengujian yang selama ini masih terbatas.
“Sensory Laboratory ini digunakan untuk menguji berbagai produk, mulai dari makanan, minuman, camilan, hingga produk pangan lainnya. Seluruh fasilitas dirancang mengikuti standar internasional sehingga mahasiswa Teknologi Pangan UMM dapat melakukan pengujian dengan prosedur yang setara dengan laboratorium di berbagai negara. Kami juga membuka layanan bagi masyarakat dan pelaku usaha yang membutuhkan pengujian sensori agar produk yang dikembangkan memiliki kualitas yang lebih baik dan sesuai dengan kebutuhan konsumen,” ujar Dahlia.
Menurutnya, hasil pengujian sensori tidak hanya memberikan gambaran mengenai cita rasa, aroma, tekstur, maupun penampilan suatu produk, tetapi juga menjadi dasar ilmiah bagi pelaku industri untuk menyempurnakan kualitas produk sehingga lebih kompetitif di pasar nasional maupun internasional.
Sementara itu, Wakil Rektor IV UMM, Prof. Dr. Muhamad Salis Yuniardi, S.Psi., M.Psi., Ph.D., Psikolog, menegaskan bahwa Laboratorium Sensori menjadi tonggak penting dalam memperkuat ekosistem riset dan inovasi pangan berbasis kolaborasi internasional.
Keberadaannya diharapkan mampu mempercepat pengembangan berbagai komoditas unggulan Indonesia yang memiliki potensi besar di pasar dunia.
“Kami berharap kolaborasi ini terus diperkuat dari tahun ke tahun. Indonesia memiliki potensi besar pada cocoa bean, namun daya saingnya perlu terus ditingkatkan melalui penelitian dan inovasi. Sensory Laboratory menjadi salah satu langkah strategis untuk mendukung pengembangan cocoa bean serta berbagai produk pangan Indonesia agar memiliki kualitas yang mampu bersaing di tingkat internasional,” tutur Salis.
Ke depan, Laboratorium Sensori akan menjadi bagian integral dari pengembangan kawasan Edupark UMM sekaligus mendukung penguatan Center of Excellence (CoE) Kakao.
Melalui kolaborasi antara pendidikan, penelitian, dan pelayanan kepada masyarakat, laboratorium ini diharapkan melahirkan berbagai inovasi pangan berkelanjutan yang tidak hanya meningkatkan kualitas produk nasional, tetapi juga memberikan dampak ekonomi bagi pelaku industri dan UMKM di Indonesia. (*)





0 Tanggapan
Empty Comments