Sekolah Pascasarjana Universitas Muhammadiyah Surabaya (Umsura) memperkuat komitmennya dalam mencetak kader intelektual Muhammadiyah dengan membuka Kelas Kader S2 dan S3 bagi pengurus Majelis Wakaf Muhammadiyah se-Jatim.
Program ini merupakan hasil kolaborasi strategis dengan Majelis Wakaf Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Jatim untuk meningkatkan kapasitas sumber daya manusia (SDM) pengelola wakaf melalui pendidikan tinggi.
Program tersebut diperuntukkan bagi pengurus Majelis Wakaf Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) se-Jatim melalui Program Magister (S2) Hukum Ekonomi Syariah (HES) dan Program Doktor (S3) Studi Islam.
Kolaborasi ini telah diumumkan dalam Rapat Kerja Majelis Wakaf PWM Jawa Timur yang berlangsung pada 27 Juni 2026 di Gedung At-Tauhid Tower Lantai 13 UM Surabaya. Kegiatan tersebut dihadiri perwakilan Majelis Wakaf dari 38 PDM se-Jawa Timur.
Ketua Majelis Wakaf PWM Jatim Mohammad Budi Pahlawan, SH, menegaskan, kerja sama ini menjadi langkah strategis untuk memperkuat kualitas kader Muhammadiyah yang mengelola aset wakaf.
“Kami berkomitmen mendorong pengurus Majelis Wakaf untuk melanjutkan studi. Sebagai bentuk dukungan, Majelis Wakaf PWM Jawa Timur akan menanggung biaya formulir pendaftaran bagi pengurus Majelis Wakaf PDM se-Jawa Timur yang mendaftar pada Program Magister Hukum Ekonomi Syariah di Sekolah Pascasarjana Umsura,” ujarnya, Jumat (3/7/2026).
Menurut Budi, tantangan pengelolaan wakaf saat ini semakin kompleks. Pengurus tidak lagi hanya dituntut memahami aspek fikih wakaf, tetapi juga harus menguasai regulasi, tata kelola kelembagaan, manajemen aset, hingga strategi pengembangan wakaf produktif yang mampu memberikan manfaat ekonomi dan sosial secara berkelanjutan.
Dia berharap program Kelas Kader ini menjadi investasi jangka panjang bagi Muhammadiyah di Jawa Timur.
“Dengan semakin banyak pengurus Majelis Wakaf yang menempuh pendidikan magister maupun doktor, diharapkan lahir kader-kader yang memiliki kapasitas akademik, kepemimpinan, dan profesionalisme untuk mengoptimalkan pengelolaan aset wakaf Muhammadiyah sebagai penopang kemajuan amal usaha dan pemberdayaan umat,” tandas Budi.
Direktur Sekolah Pascasarjana UM Surabaya, Dr. M. Ridwan, M.Pd, menyampaikan bahwa program tersebut merupakan bagian dari upaya memperkuat kaderisasi Muhammadiyah melalui jalur akademik.
“Umsura siap menjadi mitra strategis PWM Jawa Timur dalam mencetak kader intelektual Muhammadiyah yang unggul. Kami berharap program ini melahirkan pengelola wakaf yang profesional, berintegritas, serta mampu mengembangkan aset wakaf secara produktif dan berkelanjutan,” katanya.
Sementara itu, Wakil Direktur Sekolah Pascasarjana UM Surabaya, Dr. Sholikhul Huda, M.Fil.I., menjelaskan, Kelas Kader dirancang dengan sistem perkuliahan yang fleksibel sehingga dapat diikuti para pengurus Muhammadiyah tanpa mengganggu aktivitas organisasi.
Dia menambahkan, program ini juga terintegrasi dengan Beasiswa Kader Muhammadiyah sebesar 50 persen yang disediakan Sekolah Pascasarjana Umsura.
“Program Kelas Kader ini menjadi pintu masuk bagi kader Muhammadiyah untuk memperoleh beasiswa pendidikan sebesar 50 persen. Syaratnya, calon mahasiswa harus memperoleh surat rekomendasi dari Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) di daerah masing-masing. Kami berharap semakin banyak kader Muhammadiyah yang memiliki kompetensi akademik sekaligus kapasitas kepemimpinan dalam mengembangkan amal usaha dan tata kelola wakaf,” jelas Sholikhul Huda. (*)





0 Tanggapan
Empty Comments