Universitas Muhammadiyah Surabaya (Umsura) kembali menorehkan capaian dalam pemeringkatan perguruan tinggi berkelanjutan. Setelah masuk dalam Times Higher Education (THE) Sustainability Impact Ratings 2026, Umsura meraih dua penghargaan dalam UI GreenMetric 2026.
Umsura dinobatkan sebagai Peserta Baru Terbaik di Indonesia sekaligus menerima penghargaan atas komitmennya dalam memenuhi tujuh kriteria keberlanjutan (sustainability) yang ditetapkan UI GreenMetric.
Penghargaan tersebut diberikan dalam pengumuman UI GreenMetric Sustainable University Rankings Indonesia di Universitas Gadjah Mada (UGM), Selasa (15/9/2026).
Kepala UI GreenMetric, Vishnu Juwono, menyampaikan bahwa pemeringkatan universitas dalam bidang keberlanjutan semakin banyak diikuti perguruan tinggi dari berbagai negara. Pada pemeringkatan tahun sebelumnya, lebih dari 1.700 institusi dari 150 negara berpartisipasi.
Untuk UI GreenMetric 2026 di Indonesia, terdapat 219 perguruan tinggi yang mengikuti pemeringkatan. Jumlah tersebut terdiri atas 113 perguruan tinggi negeri (PTN) dan 106 perguruan tinggi swasta (PTS).
Vishnu menjelaskan, kerangka penilaian UI GreenMetric tahun ini semakin menyeluruh. Terdapat tujuh pilar yang menjadi indikator penilaian, yakni penataan infrastruktur, energi dan perubahan iklim, pengelolaan sampah, pengelolaan air, transportasi, pendidikan dan penelitian, serta tata kelola dan digitalisasi.
Wakil Rektor Bidang Riset, Kerja Sama, dan Digitalisasi Umsura, Radius Setiyawan, menerima penghargaan tersebut di Graha Saba UGM. Ia mengatakan, capaian ini menjadi penanda komitmen Umsura dalam membangun kampus berkelanjutan.
“Bagi kami, penghargaan dari UI GreenMetric ini bukan sekadar soal mendapatkan predikat atau peringkat. Yang lebih penting adalah bagaimana keberlanjutan benar-benar menjadi bagian dari ekosistem kampus, mulai dari infrastruktur, penggunaan energi, pengelolaan sampah dan air, transportasi, pendidikan dan riset, hingga tata kelola dan digitalisasi,” ujar Radius.
Menurut Radius, sebagai perguruan tinggi, Umsura memiliki tanggung jawab lebih besar daripada sekadar mengurangi dampak lingkungan. Kampus juga harus menjadi ruang untuk melahirkan pengetahuan, inovasi, dan kebiasaan baru yang mampu menjawab persoalan lingkungan serta keberlanjutan di masyarakat.

“Karena itu, sustainability tidak boleh berhenti pada program-program simbolik. Kita ingin membangun budaya kampus yang membuat setiap warga kampus memahami bahwa pilihan kita hari ini, bagaimana kita menggunakan energi, mengelola sampah, menggunakan air, bergerak di dalam kota, melakukan riset, bahkan mengambil keputusan secara digital, akan menentukan kualitas lingkungan di masa depan,” jelasnya.
Ia menilai tujuh pilar yang digunakan UI GreenMetric menunjukkan bahwa kampus berkelanjutan harus dibangun secara menyeluruh. Keberlanjutan tidak dapat hanya dibebankan kepada satu unit atau menjadi tanggung jawab bidang tertentu, tetapi membutuhkan keterlibatan seluruh ekosistem perguruan tinggi.

“Ini yang terus kami dorong di Umsura. Infrastruktur harus mendukung keberlanjutan, riset harus menghasilkan solusi, pendidikan harus membentuk pola pikir, dan tata kelola harus memastikan seluruh proses berjalan secara konsisten. Jadi, kampus hijau bukan hanya tentang banyaknya ruang hijau, tetapi tentang bagaimana seluruh sistem kampus bekerja dengan perspektif keberlanjutan,” katanya.
Radius menambahkan, penghargaan sebagai Peserta Baru Terbaik di Indonesia menjadi motivasi bagi Umsura untuk tidak berhenti pada capaian tahun pertama. Tantangan berikutnya adalah memastikan komitmen tersebut semakin terukur, berkelanjutan, dan memberikan dampak nyata.
“Ke depan, kami ingin capaian ini tidak hanya terlihat dalam indikator pemeringkatan, tetapi juga dirasakan oleh mahasiswa, dosen, tenaga kependidikan, dan masyarakat. Kampus harus menjadi tempat di mana keberlanjutan itu dipelajari, dipraktikkan, dan kemudian dibawa keluar untuk memberi dampak,” pungkasnya.
Selain mengikuti UI GreenMetric dan THE Sustainability Impact Ratings 2026, Radius menyampaikan bahwa Umsura juga berpartisipasi dalam QS Asia University Rankings (AUR) 2026. Ia berharap hasil pemeringkatan tersebut juga memberikan capaian yang memuaskan. (*)





0 Tanggapan
Empty Comments