Iklan Mudipat Landscape
Iklan Mudipat Mobile

Unjuk Karya Tutup MPLS Ramah Mudipat, 276 Siswa Baru Tampilkan Sembilan Pembiasaan Hebat

Iklan Landscape Smamda
Unjuk Karya Tutup MPLS Ramah Mudipat, 276 Siswa Baru Tampilkan Sembilan Pembiasaan Hebat
Suasana Unjuk Karya Siswa kelas 1 SD Muhammadiyah 4 Surabaya (Foto: Istimewa)
pwmu.co -

Sebanyak 276 peserta didik baru SD Muhammadiyah 4 Surabaya (Mudipat) menutup rangkaian Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Ramah Tahun Pelajaran 2026/2027 melalui Unjuk Karya, Sabtu (18/7/2026). Selama enam hari mengikuti MPLS, para siswa tidak hanya dikenalkan dengan lingkungan sekolah, tetapi juga dibiasakan menjalani nilai-nilai karakter yang kemudian ditampilkan dalam berbagai pertunjukan di hadapan orang tua dan guru.

Berbeda dari penutupan MPLS pada umumnya, setiap kelas menampilkan tema yang merepresentasikan Sembilan Pembiasaan Mudipat Hebat. Mulai dari bangun pagi, beribadah, berolahraga, makan sehat dan bergizi, gemar belajar, mengaji, bersedekah, bermasyarakat, hingga tidur tepat waktu ditampilkan secara kreatif melalui tari, gerak lagu, dan pertunjukan edukatif.

Suasana Lapangan SD Mudipat dipenuhi tepuk tangan dan senyum bangga para orang tua yang menyaksikan putra-putri mereka tampil percaya diri. Unjuk karya tersebut menjadi puncak dari proses pembiasaan yang telah dikenalkan sejak hari pertama MPLS.

Kepala SD Muhammadiyah 4 Surabaya, Edy Susanto, S.Pd., M.Pd., menjelaskan bahwa sekolah sengaja memperpanjang pelaksanaan MPLS menjadi enam hari. Lima hari pertama digunakan untuk pengenalan lingkungan sekolah dan pembiasaan karakter, sedangkan hari keenam dikhususkan sebagai ruang bagi peserta didik untuk menunjukkan hasil belajar mereka.

“MPLS memang dilaksanakan oleh semua sekolah selama lima hari. Namun di Mudipat kami menambah satu hari khusus untuk unjuk karya. Hari terakhir ini menjadi kesempatan bagi anak-anak menampilkan apa yang sudah mereka pelajari selama MPLS,” ujarnya.

Menurut Edy, sejak hari pertama peserta didik baru diperkenalkan dengan guru, tenaga kependidikan, lingkungan sekolah, budaya belajar, tata tertib, hingga berbagai kebiasaan positif yang menjadi ciri khas Mudipat.

Mereka juga dikenalkan dengan budaya senyum, salam, sapa, sopan, santun, pembiasaan berdoa, membaca Al-Qur’an, literasi, serta pola hidup sehat.

Seluruh materi tersebut dikemas menggunakan pendekatan yang ramah dan menyenangkan agar anak-anak mampu beradaptasi dengan nyaman saat memasuki jenjang sekolah dasar.

“Konsepnya memang ramah dan menyenangkan. Anak-anak yang baru lulus TK membutuhkan masa transisi. Karena itu kami ingin mereka merasa senang terlebih dahulu sehingga belajar menjadi pengalaman yang menyenangkan,” katanya.

Unjuk Karya Tutup MPLS Ramah Mudipat, 276 Siswa Baru Tampilkan Sembilan Pembiasaan Hebat
Unjuk Karya Tutup MPLS Ramah Mudipat, 276 Siswa Baru Tampilkan Sembilan Pembiasaan Hebat

Pendekatan tersebut, lanjut Edy, terbukti memberikan dampak positif terhadap proses adaptasi peserta didik.

Selama enam hari MPLS berlangsung, seluruh siswa mengikuti kegiatan dengan antusias tanpa mengalami kendala berarti.

“Alhamdulillah tahun ini tidak ada anak yang mogok sekolah, tidak ada yang menangis ingin pulang. Semua menikmati kegiatan dengan gembira.”

Pada penutupan MPLS, setiap kelas menampilkan satu pembiasaan karakter yang telah mereka praktikkan selama sepekan.

SMPM 5 Pucang SBY

Kelas 1-I menampilkan tema Bangun Pagi, disusul kelas 1-D dengan Beribadah, kelas 1-E Berolahraga, kelas 1-G Makan Sehat dan Bergizi, kelas 1-B Gemar Belajar, kelas 1-A Mengaji, kelas 1-C Bersedekah, kelas 1-H Bermasyarakat, dan kelas 1-F Tidur Cepat.

Melalui penampilan tersebut, sekolah ingin menunjukkan bahwa pembentukan karakter tidak berhenti pada penyampaian materi di ruang kelas, tetapi harus dipraktikkan dalam kehidupan sehari-hari.

Menurut Edy, sembilan pembiasaan tersebut menjadi fondasi pendidikan karakter yang akan terus diterapkan kepada peserta didik selama menempuh pendidikan di Mudipat.

Selain memperkenalkan budaya sekolah, peserta didik juga mulai dibiasakan menjaga kebersihan kelas, menerapkan adab ketika makan, menghormati guru, membiasakan membaca doa dalam berbagai aktivitas, hingga membangun kepedulian terhadap sesama.

Pembiasaan tersebut dilakukan secara bertahap sejak hari pertama masuk sekolah agar menjadi kebiasaan yang melekat pada diri anak.

“Harapan kami, karakter baik itu tidak hanya muncul selama MPLS, tetapi menjadi budaya yang terus dibawa anak-anak selama belajar di Mudipat maupun ketika berada di rumah,” ujar Edy.

Ia juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh guru dan orang tua yang telah mendukung pelaksanaan MPLS Ramah sehingga berlangsung lancar dan memberikan pengalaman menyenangkan bagi peserta didik baru.

Menurutnya, keberhasilan masa transisi anak dari taman kanak-kanak menuju sekolah dasar tidak hanya ditentukan oleh sekolah, tetapi juga memerlukan kolaborasi erat antara guru dan keluarga.

Di akhir kegiatan, Edy berpesan kepada seluruh peserta didik agar terus semangat belajar, menghormati guru dan orang tua, serta menjaga kebiasaan baik yang telah dikenalkan selama MPLS.

“Belajarlah dengan sungguh-sungguh, hormati guru dan orang tua. Insyaallah sekolah akan selalu memberikan pelayanan terbaik agar anak-anak tumbuh menjadi generasi yang hebat.”

Melalui Unjuk Karya tersebut, SD Muhammadiyah 4 Surabaya ingin menegaskan bahwa MPLS bukan sekadar masa orientasi mengenal lingkungan sekolah. Lebih dari itu, MPLS menjadi awal pembentukan karakter, budaya positif, serta kebiasaan hidup yang diharapkan terus tumbuh bersama perjalanan pendidikan peserta didik selama enam tahun di bangku sekolah dasar. (*)

Revisi Oleh:
  • Tanwirul Huda - 18/07/2026 17:19
SD Kreatif

Baca Lainnya

Adv UMSURA

0 Tanggapan

Empty Comments

Search
Menu