Badan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Agama Islam (FAI) Universitas Muhammadiyah Jember menggelar kegiatan Upgrading Ormawa FAI 2026 di kawasan wisata Pantai Papuma, Jember, Ahad-Senin (31/5/2026) hingga (1/6/2026). Kegiatan yang diikuti seluruh organisasi mahasiswa di lingkungan FAI tersebut menjadi forum penguatan kapasitas kepemimpinan, pengembangan organisasi, dan konsolidasi antaraktivis mahasiswa.
Peserta kegiatan berasal dari Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) FAI, Himpunan Mahasiswa Program Studi Pendidikan Agama Islam (HIMAPAI), Himpunan Mahasiswa Program Studi Ekonomi Syariah (HIMALAYA), serta Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Prof. Hamka.
Mengusung tema “Menata Langkah, Menentukan Arah”, kegiatan ini bertujuan memperkuat kapasitas kepemimpinan, memperjelas arah gerak organisasi, serta membangun sinergi antarlembaga kemahasiswaan di lingkungan Fakultas Agama Islam.
Acara pembukaan diawali dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya dan Mars Muhammadiyah, kemudian dilanjutkan dengan sambutan Ketua Panitia, Tania Ayu Diah Wahyudi. Menurutnya, tema yang diangkat menjadi pengingat bagi seluruh peserta untuk terus melakukan pengembangan diri dan organisasi.
“Menata Langkah berarti kita memulai perubahan dari diri sendiri. Upgrading ini menjadi ruang untuk berbenah, mengevaluasi kinerja organisasi, sekaligus mengasah kemampuan yang dibutuhkan sebagai aktivis mahasiswa. Sedangkan Menentukan Arah berarti kita harus memiliki kompas yang jelas, yaitu nilai-nilai Islam, amanah, dan pengabdian,” ujarnya.
Ia berharap kegiatan tersebut dapat menyatukan visi organisasi mahasiswa di lingkungan FAI dalam merumuskan program kerja yang relevan dengan kebutuhan mahasiswa dan masyarakat.
Kegiatan kemudian dibuka secara resmi oleh Ketua Program Studi Pendidikan Agama Islam, Dr. Dhian Wahana Putra, M.Pd.I. Dalam sambutannya, ia menekankan pentingnya proses pengkaderan dan penguatan kapasitas organisasi sebagai bekal mahasiswa dalam menghadapi berbagai tantangan di masa mendatang.
Materi pertama bertajuk “Kepemimpinan Transformatif” disampaikan oleh Presiden Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Jember, Irfan Amiluddin. Ia menjelaskan bahwa kepemimpinan tidak hanya berkaitan dengan kemampuan mengelola organisasi, tetapi juga kemampuan memimpin diri sendiri melalui pengendalian diri dan kedisiplinan.
Menurutnya, seorang pemimpin perlu memiliki integritas sebagai bentuk tanggung jawab serta kapasitas untuk menjalankan amanah yang diberikan. Ia juga menjelaskan perbedaan antara kepemimpinan transaksional yang berorientasi pada tugas dan aturan dengan kepemimpinan transformatif yang berupaya menghadirkan perubahan positif.
Selain itu, Irfan menyampaikan bahwa pemimpin dalam Islam perlu meneladani empat sifat Rasulullah Saw., yaitu shiddiq, amanah, tabligh, dan fathanah.
Materi kedua bertema “Strategic Connection” disampaikan oleh Andi Saputra, S.H., M.H., Direktur Eksekutif PAR Alternatif, sebuah lembaga riset hukum dan politik. Dalam pemaparannya, ia menjelaskan pentingnya menyusun peta pengembangan diri melalui enam langkah utama, yaitu menentukan tujuan, menyusun perencanaan, membangun kebiasaan positif, memperkuat kapasitas, menjaga integritas, serta membangun jaringan dan komunikasi.
Andi menjelaskan bahwa kapasitas seseorang dapat berkembang melalui kebiasaan membaca, mendengar, berdiskusi, membangun lingkungan yang baik, dan memperluas pengalaman. Ia juga menekankan bahwa jaringan yang kuat dibangun melalui kepercayaan dan hubungan yang saling memberi manfaat.
Selain sesi materi, peserta mengikuti sejumlah kegiatan pendukung, seperti Fathul Qulub, senam bersama, dan outbound. Kegiatan tersebut dirancang untuk mempererat kebersamaan sekaligus meningkatkan kerja sama antarpeserta.
Rangkaian kegiatan ditutup pada Senin (1 Juni 2026) dengan sesi penutupan dan pembagian hadiah bagi pemenang outbound. Acara penutupan dihadiri Ketua Program Studi Ekonomi Syariah, Miftahul Hasanah, S.E.I., M.E.I.
Dalam sambutannya, ia menyampaikan bahwa kegiatan upgrading menjadi ruang pembelajaran untuk memahami karakter setiap individu dan memperkuat kerja sama dalam organisasi.
“Setiap orang memiliki sifat dan karakter yang berbeda. Melalui kegiatan seperti ini, kita belajar memahami satu sama lain, membangun komunikasi yang baik, dan memperkuat kerja sama dalam organisasi,” ujarnya.
Ia berharap seluruh peserta dapat membawa pulang pengalaman, pengetahuan, dan nilai-nilai yang diperoleh selama kegiatan untuk diterapkan dalam pengelolaan organisasi mahasiswa di lingkungan Fakultas Agama Islam Universitas Muhammadiyah Jember. (*)





0 Tanggapan
Empty Comments