Balai Desa Wonoagung, Kecamatan Kasembon, Kabupaten Malang, tampak semarak pada Kamis (30/07/2026).
Hal tersebut lantaran (UMM) Sosialisasi Program Kerja dan Pembukaan KKN Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Muhammadiyah ‘Aisyiyah (KKN MAs) Kelompok 24 Universitas Muhammadiyah Malang.
Kegiatan ini menjadi langkah awal membangun sinergi antara mahasiswa, pemerintah desa, dan masyarakat dalam pelaksanaan program pengabdian selama masa KKN.
Kegiatan yang dimulai pukul 19.30 WIB tersebut dihadiri oleh Sekretaris Desa Wonoagung mewakili Kepala Desa, Perangkat Desa, Kepala Dusun, Ketua RW, Tokoh Masyarakat, serta seluruh Mahasiswa KKN MAs Kelompok 24.
Identifikasi Kebutuhan Masyarakat
Dalam sambutannya, Koordinator Desa KKN MAs Kelompok 24, Oktafiyan, menyampaikan bahwa program kerja yang telah disusun merupakan hasil identifikasi kebutuhan masyarakat.
Ia berharap program kerja Mahasiswa KKN MAs di Desa Wonoagung dapat terlaksana melalui kolaborasi seluruh elemen desa.
“Kami berharap program yang telah dirancang tidak hanya menjadi agenda mahasiswa, tetapi juga dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat Desa Wonoagung melalui dukungan dan kerja sama seluruh pihak” ujarnya.
Sementara itu, Sekretaris Desa Wonoagung menyampaikan apresiasi atas kehadiran mahasiswa KKN MAs serta menyambut baik berbagai program pemberdayaan yang akan dilaksanakan.
Menurutnya, sinergi antara perguruan tinggi dan pemerintah desa menjadi salah satu upaya mendorong pengembangan potensi desa secara berkelanjutan.
Pada kesempatan tersebut, Divisi acara KKN MAs kelompok 24 memaparkan program kerja yang mengusung tema “ Ketahanan Pangan Penanganan Berbasis Lokal”.
Program yang akan dilaksanakan meliputi pelatihan pengolahan susu menjadi yogurt, pemanfaatan susu basi menjadi pupuk organik, pendampingan administrasi dan logbook UMKM, pendampingan pendidikan di sekolah dan TPA, pemeriksaan kesehatan gratis, serta berbagai kegiatan sosial kemasyarakatan lainnya.
Kolaborasi untuk Pengabdian Berdampak
Usai pemaparan, kegiatan berlanjut dengan sesi diskusi dan tanya jawab. Pemerintah desa bersama kepala dusun dan Ketua RW memberikan berbagai masukan terkait pelaksanaan program agar selaras dengan kondisi serta kebutuhan masyarakat.
Seluruh masukan tersebut menjadi bahan koordinasi bagi mahasiswa dalam menyempurnakan pelaksanaan program selama KKN berlangsung.
Sebagai penutup, Oktafiyan memperkenalkan seluruh anggota KKN MAs Kelompok 24 kepada tamu undangan.
Kegiatan ditutup dengan komitmen bersama antara mahasiswa dan Pemerintah Desa Wonoagung untuk memperkuat kolaborasi dalam mewujudkan program pengabdian yang berdampak bagi masyarakat.
Melalui kegiatan sosialisasi ini, harapannya seluruh pemangku kepentingan memiliki pemahaman yang sama mengenai tujuan, sasaran, dan mekanisme pelaksanaan program kerja KKN MAs Kelompok 24.
Sehingga setiap program dapat berjalan secara efektif dan memberikan manfaat bagi masyarakat Desa Wonoagung.





0 Tanggapan
Empty Comments