Inovasi mahasiswa Universitas Muhammadiyah Gresik (UMG) menembus persaingan startup tingkat nasional. Melalui UTALIGI, UMG berhasil masuk 30 besar kategori Early Stage Startup dalam ajang PERTAMUDA 2026 di Bali.
Prestasi tersebut semakin membanggakan setelah tim UTALIGI memperoleh kesempatan melanjutkan kerja sama dengan investor. Penandatanganan kontrak kerja sama berlangsung di Bali dan disaksikan pihak Pertamina serta perwakilan UMG.
Keberhasilan ini menjadikan UMG satu-satunya Perguruan Tinggi Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah (PTMA) yang lolos mengikuti Bootcamp sekaligus masuk 30 besar kategori tersebut.
PERTAMUDA 2026 berlangsung pada 31 Oktober hingga 7 November 2026. Kompetisi ini menarik 4.445 pendaftar dari berbagai perguruan tinggi, termasuk 16 perguruan tinggi luar negeri dan sejumlah kampus terkemuka di Indonesia.
Di tengah persaingan tersebut, UTALIGI menunjukkan potensi inovasi mahasiswa dalam menjawab kebutuhan masyarakat. Inovasi permainan edukatif ini menggabungkan pendekatan pembelajaran, teknologi, dan prinsip ekonomi sirkular.
Selain masuk 30 besar, UMG juga menjadi satu dari 25 perguruan tinggi yang memperoleh undangan resmi Pertamina untuk menghadiri rangkaian kegiatan PERTAMUDA 2026.
Kesempatan tersebut membuka ruang bagi UMG untuk memperkenalkan inovasi mahasiswa, memperluas jejaring, dan membangun kolaborasi dalam ekosistem startup nasional.
Dukungan Kampus Kawal Pengembangan Startup
Komitmen UMG dalam mendukung inovasi mahasiswa terlihat melalui kehadiran Wakil Rektor III, Harunur Rosyid, Ph.D., di Bali. Hadir pula Kepala Biro Pengembangan Prestasi Mahasiswa UMG Dr. Afakhrul Masub Bakhtiar, M.Pd., selaku mentor tim,
Keduanya hadir untuk memberikan dukungan sekaligus menyaksikan perjuangan tim UTALIGI dalam tahapan Final Pitching dan rangkaian kegiatan PERTAMUDA 2026.
Kehadiran pimpinan dan mentor tersebut menunjukkan dukungan institusi terhadap pengembangan potensi mahasiswa. Pendampingan dilakukan sejak pembinaan gagasan, pengembangan produk, penguatan model bisnis, hingga penjajakan kerja sama dengan investor.
Harunur Rosyid menyampaikan bahwa keberhasilan UTALIGI merupakan capaian membanggakan. Menurutnya, mahasiswa UMG memiliki potensi menghadirkan inovasi yang kompetitif dan berdampak bagi masyarakat.
Ia menilai, penguatan ekosistem kemahasiswaan perlu mendorong mahasiswa mengembangkan kreativitas menjadi rintisan usaha. Dengan demikian, mahasiswa tidak hanya unggul secara akademik dan kompetisi, tetapi juga mampu menciptakan nilai ekonomi serta manfaat sosial.
Sementara itu, mentor UTALIGI, Afakhrul Masub Bakhtiar, menjelaskan bahwa keberhasilan tim merupakan hasil proses pembinaan dan kolaborasi lintas disiplin.
Tim UTALIGI menggabungkan perspektif pendidikan dan teknologi melalui kolaborasi mahasiswa Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) dan Teknik Informatika.
Menurut Afakhrul, perguruan tinggi tidak cukup hanya menghasilkan lulusan unggul secara akademik. Perguruan tinggi juga harus membangun kemampuan mahasiswa mengubah pengetahuan menjadi karya, gagasan menjadi inovasi, dan inovasi menjadi kebermanfaatan.
Dua Tahun Berturut-turut Lolos PERTAMUDA
Keberhasilan UTALIGI memperpanjang capaian UMG dalam kompetisi PERTAMUDA. Selama dua tahun berturut-turut, UMG berhasil menembus tahapan kompetisi startup tersebut.
Pada 2025, UMG lolos melalui BIOBRIX, inovasi energi alternatif berbasis pemanfaatan limbah. Setahun kemudian, UMG kembali berkompetisi melalui UTALIGI dengan fokus pada pengembangan media permainan edukatif.
Dua inovasi tersebut menunjukkan keberagaman potensi mahasiswa UMG. Bidang energi dan lingkungan berkembang melalui BIOBRIX, sedangkan pendidikan dan teknologi hadir melalui UTALIGI.
Capaian ini sekaligus memperlihatkan peluang perguruan tinggi daerah untuk bersaing dalam kompetisi inovasi tingkat nasional.
UTALIGI, Permainan Edukatif Berbasis Literasi dan Sains
UTALIGI dikembangkan oleh tiga mahasiswa UMG. Mereka adalah Najwa Ahsanu Kharisma dan Falah Sufa Romadhoni dari Program Studi S1 Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD), serta Muhammad Andika Aulia Haq dari Program Studi S1 Teknik Informatika.
Tim tersebut mendapatkan pendampingan dari Dr. Afakhrul Masub Bakhtiar, M.Pd., selaku Kepala Biro Pengembangan Prestasi Mahasiswa UMG.
UTALIGI merupakan inovasi permainan edukatif untuk membantu siswa sekolah dasar mengembangkan kemampuan literasi, numerasi, dan sains.
Permainan ini menghadirkan aktivitas interaktif yang menyenangkan sekaligus bermakna. Melalui pendekatan bermain, siswa dapat membangun pemahaman dan mengembangkan kompetensi dasar.
UTALIGI dilengkapi kartu misi dan QR Code yang memuat jawaban serta penjelasan. Fitur tersebut memberikan pengalaman belajar yang lebih menarik dan kontekstual.
Siswa tidak hanya menerima informasi, tetapi juga aktif menemukan pengetahuan. Mereka menghadapi tantangan, menyelesaikan misi, dan membangun pemahaman melalui permainan.
Keunggulan UTALIGI juga terletak pada penerapan prinsip ekonomi sirkular. Tim memanfaatkan bahan daur ulang sebagai bagian dari proses produksi.
Selain itu, inovasi ini membuka peluang pemberdayaan masyarakat dalam rantai produksinya. Dengan demikian, UTALIGI tidak hanya menawarkan alternatif pembelajaran, tetapi juga membawa misi sosial dan lingkungan.
Keberhasilan di PERTAMUDA 2026 menjadi langkah penting bagi pengembangan UTALIGI. Inovasi yang berangkat dari kebutuhan pendidikan tersebut kini memperoleh peluang untuk berkembang menjadi rintisan usaha.
UMG berharap capaian ini menginspirasi mahasiswa lainnya untuk terus berkarya dan berinovasi. Kampus juga mendorong mahasiswa menghadirkan solusi yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
Sebab, keberhasilan inovasi tidak hanya ditentukan kecanggihan teknologi. Lebih dari itu, inovasi harus mampu menjawab kebutuhan dan memberikan manfaat bagi kehidupan.
UTALIGI: Bermain untuk Belajar, Belajar untuk Masa Depan.






0 Tanggapan
Empty Comments