Musyawarah Nasional (Munas) XXXIII Tarjih Muhammadiyah mendapat apresiasi dari peserta mancanegara. H.E. Hosen Mohamad Farid, dosen Cambodia University of Management & Technology sekaligus Ketua Aliansi Intelektual Muslim Kamboja (CMIA), menilai forum tersebut berhasil mempertemukan ulama dan cendekiawan untuk membahas persoalan keislaman.
Hosen menyampaikan kesan tersebut setelah mengikuti rangkaian syarahan dan diskusi Munas XXXIII Tarjih Muhammadiyah di Universitas Muhammadiyah Surabaya (Umsura), Sabtu (7/11/2026).
Menurutnya, forum ini memberikan manfaat bagi umat Islam, khususnya dalam pembahasan yang berkaitan dengan pelaksanaan ibadah sehari-hari.
“Sepanjang syarahan dan perbincangan dalam Munas Tarjih ini, saya melihat kegiatan ini sangat berhasil dan memberikan manfaat bagi umat, khususnya dalam perkara yang berkaitan dengan ibadah harian,” tuturnya.
Ketua Cambodian Muslim Intellectual Alliance ( CMIA) itu juga mengapresiasi penyelenggaraan Munas XXXIII Tarjih Muhammadiyah yang menghimpun ulama, intelektual, dan cendekiawan dari berbagai negara di kawasan Asia Tenggara.
Hosen menilai pertemuan tersebut menjadi ruang penting bagi para pemikir Islam untuk bertukar pandangan dan menghasilkan keputusan yang bermanfaat bagi umat.
“Munas Tarjih ini sangat berhasil dan luar biasa karena menghimpunkan para cendekiawan, intelektual, serta ulama dari seluruh Nusantara, termasuk Singapura, Malaysia, Thailand, dan negara-negara lain,” ungkapnya.
Ia menambahkan, berkumpulnya para ulama dan cendekiawan di Umsura menjadi bukti bahwa Muhammadiyah mampu menghadirkan forum keilmuan yang memberikan kontribusi bagi perkembangan pemikiran Islam.
Pembahasan Akhlak dan Akidah Menarik Perhatian
Saat ditanya mengenai pembahasan yang paling menarik selama mengikuti Munas, Hosen menyebut sejumlah tema penting dalam kehidupan umat Islam, di antaranya akhlak, akidah, hukum syarak, dan tasawuf.
Menurutnya, tema-tema tersebut relevan untuk disebarluaskan, tidak hanya di Asia Tenggara, tetapi juga di dunia Islam.
“Pembahasan mengenai akhlak, akidah, hukum syarak, dan tasawuf merupakan topik yang sangat menarik. Tema-tema ini sangat penting untuk disebarkan di Asia Tenggara dan juga di dunia Islam,” jelasnya.
Hosen juga memberikan apresiasi terhadap kapasitas keilmuan ulama Indonesia. Ia memandang para ulama Indonesia memiliki kedalaman ilmu sehingga dapat menjadi rujukan dalam pengembangan pemikiran Islam.
“Saya melihat ulama Indonesia begitu kuat dan mendalam ilmunya sehingga dapat dijadikan rujukan. Hal ini selaras dengan Islam yang menggalakkan ijtihad secara berterusan,” katanya.
Ia berharap pertemuan yang diselenggarakan Majelis Tarjih dan Tajdid Muhammadiyah tersebut dapat membawa pesan Islam sebagai rahmat bagi seluruh alam.
“Perhimpunan di Universitas Muhammadiyah Surabaya yang dianjurkan oleh Majelis Tarjih dan Tajdid ini, insyaallah, akan membawa pesan rahmatan lil alamin,” pungkasnya. (*)






0 Tanggapan
Empty Comments