Sebanyak 76 siswa-siswi MI Muhammadiyah 3 Penatarsewu mengikuti Khotmul Qur’an dan Imtihan Tartil serta Tahfidz Juz 29 dan 30 yang diselenggarakan di Aula Pondok Pesantren An Nur Sidoarjo, Sabtu (30/5/2026). Kegiatan tersebut menjadi bagian dari evaluasi pembelajaran Al-Qur’an metode Ummi sekaligus bentuk apresiasi atas capaian siswa dalam membaca dan menghafal Al-Qur’an.
Acara berlangsung dengan tertib dan dihadiri oleh siswa, guru, orang tua, serta sejumlah tamu undangan. Para peserta menampilkan kemampuan membaca Al-Qur’an secara tartil dan hafalan juz 29 serta juz 30 setelah mengikuti proses pembelajaran secara bertahap di lingkungan madrasah.
Kepala MI Muhammadiyah 3 Penatarsewu, Kholifatur Rosyidah, M.Pd., menyampaikan rasa syukur atas terselenggaranya kegiatan tersebut. Menurutnya, capaian para siswa merupakan hasil dari proses pembelajaran yang dijalani secara berkelanjutan dengan dukungan guru dan orang tua.
“Kami sangat terharu melihat pencapaian anak-anak hari ini. Proses yang mereka lalui tentu tidak mudah, membutuhkan kesungguhan, kedisiplinan, dan semangat yang tinggi,” ujarnya.
Ia menjelaskan bahwa keberhasilan 76 siswa mengikuti Khotmul Qur’an dan Imtihan menjadi kebahagiaan tersendiri bagi keluarga besar madrasah. Menurutnya, kegiatan tersebut tidak hanya menjadi seremoni kelulusan pembelajaran Al-Qur’an, tetapi juga bagian dari pembentukan karakter peserta didik.
“Alhamdulillah, hari ini mereka membuktikan bahwa dengan usaha dan doa, mereka mampu menyelesaikan target pembelajaran Al-Qur’an dengan baik. Semoga ilmu dan hafalan yang telah diperoleh menjadi cahaya dalam kehidupan mereka serta menjadi bekal menuju masa depan yang lebih baik,” tuturnya.
Koordinator Ummi MI Muhammadiyah 3 Penatarsewu, Khoirul, turut menyampaikan apresiasi kepada seluruh siswa yang telah menyelesaikan tahapan pembelajaran Al-Qur’an. Ia menyebut keberhasilan tersebut merupakan hasil kerja sama antara siswa, guru, dan orang tua.
“Kami merasakan kebahagiaan yang sangat mendalam atas capaian yang telah dituntaskan oleh anak-anak MI Muhammadiyah 3 Penatarsewu. Setiap huruf yang mereka baca, setiap ayat yang mereka hafalkan, adalah perjuangan yang luar biasa,” ungkapnya.
Khoirul berharap para siswa terus menjaga kebiasaan berinteraksi dengan Al-Qur’an dalam kehidupan sehari-hari. Menurutnya, tujuan pembelajaran Al-Qur’an tidak hanya agar siswa mampu membaca dan menghafal, tetapi juga mengamalkan nilai-nilai yang terkandung di dalamnya.
“Semoga mereka terus mencintai Al-Qur’an, menjaga hafalannya, dan mengamalkan nilai-nilai Al-Qur’an dalam kehidupan sehari-hari,” tambahnya.
Pengurus Ummi Foundation Sidoarjo, Nur Cholis, yang hadir dalam kegiatan tersebut juga menyampaikan ucapan selamat kepada seluruh peserta. Ia menilai capaian para siswa merupakan bagian dari proses pendidikan yang perlu terus dilanjutkan pada jenjang berikutnya.
“Selamat kepada anak-anak yang hari ini telah diwisuda. Ini adalah prestasi yang sangat membanggakan,” katanya.
Ia berpesan agar para siswa tetap melanjutkan proses belajar Al-Qur’an setelah mengikuti kegiatan imtihan dan khotmul Qur’an.
“Semoga setelah ini semakin semangat dalam membaca, menghafal, memahami, dan mengamalkan Al-Qur’an. Jangan berhenti sampai di sini, karena perjalanan bersama Al-Qur’an adalah perjalanan sepanjang hayat,” pesannya.
Khotmul Qur’an dan Imtihan Tartil serta Tahfidz Juz 29 dan 30 merupakan salah satu program pembelajaran Al-Qur’an yang rutin dilaksanakan MI Muhammadiyah 3 Penatarsewu. Kegiatan tersebut menjadi bagian dari proses pembelajaran Al-Qur’an metode Ummi yang diterapkan di lingkungan madrasah. (*)





0 Tanggapan
Empty Comments