Eco Bhinneka Muhammadiyah turut hadir dalam rangkaian Tanwir III dan Muktamar XV Nasyiatul Aisyiyah yang berlangsung Kamis-Sabtu (6–8/8/2026) di Hotel Dwangsa Lorin, Surakarta, Jawa Tengah.
Mengusung tema “Perempuan Muda Berkemajuan untuk Peradaban Berkelanjutan”, Eco Bhinneka Muhammadiyah menghadirkan booth dan rangkaian talkshow sebagai ruang berbagi praktik.
Baik mengenai aksi lingkungan, pemberdayaan masyarakat, serta inovasi ekonomi berkelanjutan yang dikembangkan oleh perempuan dan anak muda di berbagai daerah.
Kenali Ragam Praktik Eco Bhinneka
Melalui Booth Eco Bhinneka Muhammadiyah, peserta Muktamar dan tamu undangan dapat mengenal berbagai praktik baik program Eco Bhinneka Muhammadiyah dari berbagai wilayah.
Praktik tersebut antara lain inovasi eco sociopreneurship Selai Buah Naga dan pemberdayaan masyarakat di Banyuwangi melalui Program SMILE Eco Bhinneka Muhammadiyah.
Termasuk produk olahan buah naga dari Banyuwangi, praktik penguatan gerakan efisiensi dan transisi energi melalui program 1000 Cahaya, serta aksi konservasi inklusif melalui program GreenAbility.
Program SMILE (Strengthening Youth Multifaith Leader Initiative on Climate Justice through Ecofeminism) Eco Bhinneka Muhammadiyah mendorong kepemimpinan kaum muda lintas iman melalui ecoliteracy, eco sociopreneurship, serta advokasi dan kampanye.
Pendekatan ini sejalan dengan semangat eco livelihood dalam tema Muktamar, dengan mendorong perempuan dan anak muda mengembangkan potensi lokal menjadi inisiatif ekonomi yang tetap menjaga keberlanjutan lingkungan.
Di samping itu, booth juga menjadi ruang perjumpaan antara peserta dengan para penggerak Program SMILE Eco Bhinneka Muhammadiyah dari Yogyakarta, Banyuwangi, dan Surakarta.
Pengunjung dapat berdialog langsung mengenai pengalaman mengembangkan potensi lokal, merespons persoalan lingkungan, serta membangun aksi bersama yang melibatkan perempuan dan anak muda.
“Kami ingin booth ini menjadi ruang untuk berbagi cerita dan belajar bersama. Pengunjung bisa melihat hasil kegiatan sekaligus berdiskusi langsung dengan penggerak dari berbagai daerah” ujar Karina Damayanti, Staff Media SMILE Eco Bhinneka Muhammadiyah.
Talkshow Eco Bhinneka
Selain booth, Eco Bhinneka Muhammadiyah juga menggelar dua rangkaian talkshow untuk memperdalam pengalaman praktik baik dari daerah.
Talkshow pertama pada Kamis (6/8/2026) bertajuk “Menggerakkan Potensi Lokal, Menguatkan Komunitas”, menghadirkan Yayum Kumai, Focal Point SMILE Eco Bhinneka Muhammadiyah Yogyakarta, dan Zahrotul Janah, Focal Point SMILE Eco Bhinneka Muhammadiyah Banyuwangi.
Keduanya berbagi pengalaman mengenai pengetahuan lokal, riset berbasis masyarakat, eco sociopreneurship, serta pemberdayaan perempuan melalui potensi daerah.
Pada Jumat (7/8/2026), talkshow kedua bertajuk “Dari Rumah, Menggerakkan Perubahan” menghadirkan Patra Bima, Focal Point SMILE Eco Bhinneka Muhammadiyah Surakarta.
Sesi ini mengangkat pengalaman mengolah minyak jelantah menjadi produk bernilai guna dan ekonomi. Mulai dari penguatan kapasitas masyarakat, studi banding, pengembangan produk, hingga pemasaran digital.
Focal Point SMILE Eco Bhinneka Muhammadiyah Banyuwangi, Zahrotul Janah, berharap pengalaman yang dibagikan melalui booth dan talkshow dapat menginspirasi kader Nasyiatul Aisyiyah.
“(Khususnya) untuk melihat potensi dan persoalan di daerah masing-masing sebagai peluang membangun aksi keberlanjutan” katanya yang sekaligus peserta Muktamar delegasi PWNA Jawa Timur.
Pengunjung booth juga diajak menuangkan gagasan dan komitmen melalui Peta Aksi Perempuan Muda Berkemajuan, sebagai ruang untuk menghimpun aspirasi peserta mengenai aksi keberlanjutan yang dapat dikembangkan di berbagai daerah.
Melalui rangkaian kegiatan tersebut, Eco Bhinneka Muhammadiyah berharap praktik baik dari berbagai daerah dapat menjadi sumber inspirasi. Serta mendorong semakin banyak perempuan muda untuk mengambil peran dalam membangun komunitas yang adil, inklusif, dan berkelanjutan.





0 Tanggapan
Empty Comments