Dalam rangka memperingati Hari Bhayangkara, Polresta Banyuwangi bekerja sama dengan Dewan Kesenian Banyuwangi (DKB) menggelar pagelaran wayang kulit pada Ahad(14/6/2026) di Taman Blambangan Banyuwangi. Acara tersebut menghadirkan dalang nasional, Ki Bayu Aji Pamungkas dari Surakarta.
Pada kesempatan itu, siswa SMA Muhammadiyah 2 (SMA Muha) Genteng Banyuwangi, Reyhan Iftitan Ramadhanu (kelas X.4), mendapat undangan khusus dari DKB sebagai salah satu aktivis seni muda Banyuwangi.
Reyhan dikenal aktif berkesenian sejak duduk di bangku SMP dan telah meraih berbagai prestasi di bidang seni, khususnya lomba baca puisi dan bercerita tingkat kabupaten.
Selain itu, di lingkungan sekolah Reyhan aktif mengikuti ekstrakurikuler gamelan dan teater. Dua bulan lalu, ia turut berperan dalam pementasan teater berjudul Ayahku Pulang yang sukses digelar oleh SMA Muha Genteng.
Motivasi dari Sang Dalang
Dalam pagelaran wayang kulit tersebut, hadir dalang kondang Ki Bayu Aji Pamungkas, putra dalang legendaris Ki Anom Suroto. Didampingi orang tuanya, Reyhan tiba di Taman Blambangan sekitar pukul 21.00 WIB setelah menempuh perjalanan dari rumahnya di Kecamatan Genteng yang berjarak sekitar 30 kilometer.
Setibanya di lokasi, Reyhan telah ditunggu sejumlah seniman Banyuwangi yang sebelumnya berkomunikasi melalui WhatsApp. Mereka di antaranya Ketua DKB Drs. Hasan Basri, perupa Banyuwangi M. Kojin, sastrawan Fatah Yasin Noor, serta budayawan senior Mbah Pramu.
Sebelum pertunjukan wayang dimulai, acara dibuka oleh Bupati Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani. Selanjutnya, sejumlah seniman Banyuwangi tampil memeriahkan acara, di antaranya Maestro Gandrung Mbok Temu yang membawakan dua lagu, serta musisi dan penyanyi kendang kempul Catur Arum yang juga menyanyikan beberapa lagu andalannya.
Beberapa saat sebelum pagelaran dimulai, Reyhan mendapat kesempatan berbincang langsung dengan Ki Bayu Aji Pamungkas. Dalam perbincangan tersebut, sang dalang memberikan motivasi kepada Reyhan untuk terus mengembangkan bakat seninya.
“Kalau kamu ingin memperdalam ilmu seni, saya sarankan melanjutkan kuliah di Institut Seni Indonesia (ISI) Surakarta, jurusan Karawitan. Apalagi kamu sudah mampu memainkan alat musik tradisional seperti saron dan kendang,” ujar Ki Bayu.
Setelah berbincang cukup lama, Reyhan kembali ke tempat duduk dan bergabung bersama para seniman senior Banyuwangi. Pada kesempatan itu, M. Kojin juga memberikan pesan khusus kepada Reyhan.
“Saya melihat kamu memiliki bakat di bidang seni. Tolong dikembangkan dan dipertahankan. Teruslah belajar dari berbagai sumber dan tekuni secara profesional,” pesannya.
Reyhan mengaku telah menggemari kesenian wayang kulit sejak duduk di bangku sekolah dasar. Karena kecintaannya terhadap seni tradisi tersebut, ia mengikuti pertunjukan hingga selesai. Setelah menunaikan salat Subuh di Masjid Kodim Banyuwangi, Reyhan bersama orang tuanya kembali pulang ke rumah.(*)





0 Tanggapan
Empty Comments