Iklan Mudipat Landscape
Iklan Mudipat Mobile

Al-Ishlah Sendangagung Kolaborasi dengan Juleha Lamongan Gelar Pelatihan Penanganan Hewan Kurban

Iklan Landscape Smamda
Al-Ishlah Sendangagung Kolaborasi dengan Juleha Lamongan Gelar Pelatihan Penanganan Hewan Kurban
Tim Juleha Lamongan saat mengadakan pelatihan di Ponpes Al-Ishlah Sendangagung pada Jumat (22/05/2026). (Gondo Waloyo/PWMU.CO).
pwmu.co -

Pondok Pesantren (Ponpes) Al-Ishlah Sendangagung Paciran Lamongan menggelar pelatihan penanganan hewan kurban Idul Adha 1447, Jumat (22/05/2026).

Berkolaborasi dengan Juru Sembelih Halal (Juleha) Lamongan,  pelatihan tersebut terhelat di Aula Utama Ponpes Al-Ishlah.

Kegiatan ini terhadiri kurang lebih 50 santri Al-Ishlah dari pengurus Organisasi Pelajar Ponpes Al-Ishlah (OPPI) ditambah santri yang menitipkan hewan kurban di pondok. Adapun dari Juleha hadir Ustadz Arromuharmuzi, Muhsinin, Faishol, Tri Umam W, dan Rosyid.

“Syarat juru sembelih harus muslim, baligh, berakal, paham tata cara sembelih halal, dan dia harus sehat jasmani dan rohani” papat Ustadz Umam W.

“Syarat sembelih harus sekali sayat, nggak boleh disembelih pakai pisau tumpul, pisau yang baik umumnya berbahan besi/stainless, tidak berkarat, dan tidak boleh pakai kuku, gigi, tulang, dan pisau diasah di luar pandangan hewan” imbuhnya.

Teknis penyembelihan

Lebih lanjut, Ustadz Umum menjelaskan 4 titik sasaran yang wajib dipotong sekaligus dalam 1 tarikan. Antara lain:

  1. Hulqum: Saluran napas
  2. Mari’: Saluran makanan/minuman
  3. 2 urat nadi leher atau Al-wadajain.

Sementara itu, Ketua Pelaksana Pemotongan Hewan Kurban Ponpes Al-Ishlah, Ustadz Yazid Husnan menyambut senang adanya kegiatan pelatihan ini bagi santri.

SMPM 5 Pucang SBY

Menurut ayah dua anak ini, pelatihan semacam ni penting karena santri butuh mendapatkan edukasi terutama santri yang menaruh hewan kurban di pondok, karena dia diprioritaskan untuk melakukan penyembelihan.

“Anak-anak nampak bersemangat mengikuti pelatihan ini, mereka langsung praktek tali temali untuk mengikat dan merobohkan sapi, Tim Juleha nampak telaten melatih santri Al-Ishlah yang merupakan pengalaman perdana” ujar guru MA Al-Ishlah Sendangagung ini.

Muhammad Al Ichsan santri asal Kendari Sulawesi Tenggara merasa bersyukur bisa mengikuti pelatihan tersebut. Atas permintaan orang tuanya, santri 11-D ini menitipkan kambing besar di Ponpes Al-Ishlah.

“Saya merasa senang bisa diundang di pelatihan penyembelihan hewan kurban, semoga ilmu ini berguna dan akan saya terapkan baik di pondok nanti tanggal 27 Mei 2026 maupun di Kendari saat pulang dari pondok ini” ujar santri yang menjabat Qismul ‘Ilam OPPI. (*)

Revisi Oleh:
  • Danar Trivasya Fikri - 22/05/2026 14:26
SD Kreatif

Baca Lainnya

Adv UMSURA

0 Tanggapan

Empty Comments

Search
Menu