RSI Siti Aisyah Madiun mematangkan persiapan menghadapi akreditasi daring melalui apel pagi yang digelar di Klinik Gedung AR Fachruddin Lantai 2, Rabu (20/8/2026).
Apel pagi tersebut berlangsung berbeda dari biasanya. Seluruh karyawan mengikuti kegiatan dengan suasana khidmat dan penuh semangat, sementara dr. Donna Dwi Yudhawati bertindak sebagai inspektur upacara.
Dalam amanatnya, dr. Donna menyampaikan sejumlah poin terkait kesiapan rumah sakit menghadapi agenda besar, terutama akreditasi daring yang tinggal memasuki H-10.
Seluruh staf hingga jajaran direksi diminta segera memastikan kesiapan dokumen, bukti pendukung, dan berbagai simulasi yang diperlukan dalam proses akreditasi.
Dalam persiapan tersebut, kelompok kerja atau Pokja serta kepala unit mendapat perhatian khusus. Mereka diminta memantau kesiapan setiap staf, termasuk penguasaan komunikasi SBAR, Sasaran Keselamatan Pasien (SKP), Pencegahan dan Pengendalian Infeksi (PPI), serta simulasi kegawatdaruratan.
“Pastikan setiap orang tahu perannya saat asesor bertanya,” tegas dr. Donna.
Selain kesiapan menghadapi akreditasi, RSI Siti Aisyah juga menyiapkan simulasi seluruh kode kegawatdaruratan atau Code Emergency.
Sistem tersebut mencakup Code Blue untuk kegawatdaruratan medis seperti henti jantung dan henti napas, Code Red untuk kebakaran atau munculnya asap, serta Code Pink yang berkaitan dengan keamanan bayi dan anak, termasuk risiko kehilangan atau penculikan.
Selain itu, terdapat Code Black untuk ancaman keamanan serius seperti ancaman bom atau benda mencurigakan, Code Orange untuk bahan berbahaya atau tumpahan bahan kimia, Code Yellow untuk kondisi kedaruratan tertentu yang membutuhkan kesiapsiagaan khusus, serta Code Green untuk evakuasi pasien dan penghuni rumah sakit.
Dr. Donna juga mengingatkan pentingnya pemahaman seluruh karyawan terhadap alur dan persyaratan klaim BPJS maupun asuransi swasta.
Menurutnya, kelengkapan persyaratan sejak awal menjadi hal penting karena ketidaksesuaian prosedur dapat menyebabkan klaim tidak dapat diproses.
“Petugas harus bekerja sesuai prosedur yang disyaratkan agar tidak gagal klaim dan merugikan pasien maupun rumah sakit,” ujarnya.
Dalam kesempatan tersebut, disampaikan pula bahwa peraturan perundangan terkait rumah sakit terus mengalami perubahan mengikuti kebijakan Kementerian Kesehatan. Karena itu, seluruh jajaran diminta cepat beradaptasi terhadap standar dan ketentuan baru.
“Kita semua harus cepat beradaptasi dan siap menjalankan,” pesannya.
Setelah proses akreditasi, RSI Siti Aisyah Madiun juga bersiap memasuki pembangunan tahap kedua. Seluruh staf diminta ikut memantau dan menyukseskan pelaksanaannya agar pembangunan berjalan lancar tanpa mengganggu pelayanan.
Pada apel tersebut, pihak rumah sakit juga memberikan apresiasi kepada tiga karyawan yang memasuki masa purna tugas, yakni dr. Iwan Hartono, Suwarno, dan Agustin Cahyarini.
“Terima kasih atas dedikasi dan jasanya selama ini. Mohon silaturahmi tetap terjaga,” ucap dr. Donna.
Apel pagi kemudian ditutup dengan persiapan simulasi di lapangan. Dengan semangat “Bangkit dengan Ikhtiar, Tenang dengan Tawakal”, seluruh civitas RSI Siti Aisyah Madiun berkomitmen menyukseskan akreditasi dan terus meningkatkan mutu pelayanan. (*)





0 Tanggapan
Empty Comments