Iklan Mudipat Landscape
Iklan Mudipat Mobile

Arafah, Tempat Air Mata Itu Jatuh dan Doa-Dosa Dilangitkan

Iklan Landscape Smamda
Arafah, Tempat Air Mata Itu Jatuh dan Doa-Dosa Dilangitkan
Arafah, Tempat Air Mata Itu Jatuh dan Doa-Dosa Dilangitkan
pwmu.co -

Al-hajju Arafah. Haji itu adalah Arafah. Kalimat inilah yang benar-benar terasa maknanya saat jamaah KBIHU Jabal Nur menjalani puncak ibadah haji di Padang Arafah, Senin (26/5/2026) atau bertepatan dengan 9 Dzulhijjah 1447 Hijriah.

Sejak selesai salat Subuh, seluruh jamaah mulai mempersiapkan diri menuju Arafah. Wajah-wajah lelah mulai berubah menjadi penuh harap. Semua memahami bahwa inilah hari yang paling menentukan dalam ibadah haji.

Perjalanan dari Mina menuju Arafah dilakukan menggunakan bus yang disiapkan operator 52. Jamaah KBIHU Jabal Nur kemudian ditempatkan di Markaz 78 bersama Kloter 116 Embarkasi Surabaya.

KBIHU Jabal Nur menempati tiga tenda besar yang telah dipersiapkan untuk pelaksanaan wukuf.

Meski perjalanan tidak terlalu jauh, suasana hati terasa berbeda.

Semua diam.

Semua sibuk dengan doa masing-masing.

Ada yang membaca Al-Qur’an, ada yang berdzikir pelan sambil memandang keluar jendela bus, dan ada pula yang hanya memejamkan mata menahan haru karena akhirnya benar-benar sampai di Arafah.

Menunggu Wukuf dengan Menata Hati

Karena wukuf baru dimulai setelah masuk waktu Zuhur, sejak pagi jamaah lebih banyak mempersiapkan fisik dan mental.

Ada yang melaksanakan salat dhuha, membaca Al-Qur’an, berdzikir, lalu beristirahat.

Semua berusaha menjaga tenaga agar mampu mengikuti rangkaian wukuf dengan sebaik-baiknya hingga waktu Maghrib tiba.

Sebab banyak pembimbing mengingatkan bahwa jangan sampai jamaah justru kelelahan, mengantuk, bahkan tertidur ketika waktu-waktu mustajab doa sedang berlangsung.

Di dalam tenda, suasana terasa tenang.

Pendingin ruangan membantu jamaah bertahan dari panasnya suhu Arafah yang begitu menyengat di luar tenda.

Namun di balik kesejukan itu, hati para jamaah justru terasa bergetar.

Semua sadar, mungkin inilah pertemuan paling dekat antara seorang hamba dengan Rabb-nya.

Saat Suami-Istri Saling Meminta Maaf

Begitu masuk waktu Zuhur, pelaksanaan wukuf resmi dimulai.

Bertindak sebagai khatib adalah Ustadz Tamami, pembimbing sekaligus Amirul Hajj KBIHU Jabal Nur.

Dalam khutbahnya, beliau mengupas perjalanan Nabi Ibrahim, Nabi Ismail, dan Siti Hajar dalam menjalankan perintah Allah. Juga perjuangan Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam dalam menyempurnakan ibadah haji.

Suasana tenda mulai berubah haru.

Namun momen paling menyentuh terjadi setelah salat Zuhur.

Seluruh jamaah yang berpasangan sebagai suami-istri diminta untuk saling meminta maaf.

SMPM 5 Pucang SBY

Saat itulah tangis pecah di berbagai sudut tenda.

Ada yang saling menggenggam tangan erat-erat.

Ada yang menangis sambil menundukkan kepala.

Ada pula yang tidak mampu berkata-kata selain mengucapkan maaf dengan air mata yang terus mengalir.

Di Padang Arafah itu, semua merasa begitu kecil di hadapan Allah.

Tidak ada kesombongan.

Tidak ada kemarahan.

Yang ada hanya penyesalan, harapan, dan doa agar Allah mengampuni semua dosa kehidupan yang pernah dilakukan.

Menunggu Maghrib dengan Tangis dan Doa

Setelah itu jamaah melanjutkan dzikir dan doa di dalam tenda.

Karena suhu di luar sangat panas, sebagian besar jamaah memilih tetap berada di dalam sambil terus melangitkan doa-doa terbaik.

Baru sekitar pukul empat sore jamaah mulai keluar tenda.

Sebagian mencari tempat terbuka yang teduh untuk berdzikir lebih khusyuk.

Saya sendiri memilih duduk di depan tenda pada area terbuka yang biasa digunakan jamaah untuk berkumpul.

Di tempat itu banyak jamaah duduk sendiri-sendiri.

Ada yang memejamkan mata sambil mengangkat tangan tinggi-tinggi.

Ada yang membaca doa dengan suara lirih.

Ada pula yang menangis tanpa suara sambil memandang langit Arafah yang terasa begitu luas.

Dzikir dan doa terus berlangsung hingga adzan Maghrib berkumandang.

Dan saat adzan itu terdengar, banyak jamaah yang meneteskan air mata.

Karena mereka sadar, wukuf telah selesai.

Namun semoga dosa-dosa juga ikut selesai diampuni Allah Subhanahu wa Ta’ala.

Revisi Oleh:
  • Satria - 28/05/2026 14:58
Iklan Landscape Unmuh Jember

Baca Lainnya

Adv UMSURA

0 Tanggapan

Empty Comments

Search
Menu