Semangat persaudaraan dan kepedulian sosial ditunjukkan Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Jombang bersama organisasi otonom (Ortom) dalam mempersiapkan posko relawan untuk mendukung pelaksanaan Muktamar Nahdlatul Ulama (NU) ke-35.
Kegiatan gotong royong tersebut berlangsung di kawasan Tambakberas, Jombang, Minggu (16/8/2026).
Persiapan posko dilakukan sebagai bentuk dukungan terhadap pelaksanaan Muktamar NU ke-35 yang dijadwalkan berlangsung pada 27–31 Agustus 2026 di Pondok Pesantren Bahrul Ulum, Jombang.
Dalam kegiatan tersebut, jajaran PDM Jombang bersama sejumlah Ortom tingkat daerah bergotong royong menyiapkan berbagai kebutuhan posko.
Kegiatan meliputi penataan lokasi, kebersihan lingkungan, penyiapan perlengkapan, serta memastikan fasilitas yang dibutuhkan untuk pelayanan relawan dapat tersedia dengan baik.
Kegiatan tersebut tidak sekadar menjadi aktivitas persiapan teknis. Lebih dari itu, gotong royong menjadi ruang untuk mempererat silaturahmi dan membangun komunikasi antarelemen organisasi Islam di Jombang.
Semangat kebersamaan ditunjukkan melalui keterlibatan kader dan relawan yang bekerja bersama tanpa melihat perbedaan latar belakang organisasi.
Ketua PDM Jombang, Abd Malik, mengatakan perbedaan gerakan tidak seharusnya menjadi penghalang untuk memberikan manfaat kepada masyarakat.
“Beda gerakan, tetapi kita memiliki tujuan yang sama, yaitu memberikan manfaat bagi masyarakat dan menjaga persaudaraan,” ujarnya.
Menurut Abd Malik, keterlibatan Muhammadiyah dalam persiapan posko tersebut merupakan bentuk kepedulian sosial sekaligus upaya menjaga hubungan baik antarelemen umat.
Ia berharap keberadaan posko dapat ikut menciptakan suasana yang aman, nyaman, tertib, dan penuh persaudaraan selama rangkaian Muktamar berlangsung.
Hal senada disampaikan Furqon, Ketua Hizbul Wathan (HW) yang turut terlibat dalam kegiatan tersebut. Ia menilai kolaborasi ini merupakan langkah positif dalam memperkuat solidaritas antarkedua organisasi Islam, khususnya di Jombang.
“Ini merupakan kegiatan yang luar biasa karena menjadi bentuk solidaritas antarorganisasi Islam, yaitu antara NU dan Muhammadiyah, khususnya di Jombang. Semoga dengan kegiatan ini dua ormas Islam ini semakin solid dalam beramar makruf nahi munkar,” ungkap Furqon.
Menurutnya, kebersamaan yang terbangun melalui kegiatan sosial seperti ini dapat menjadi modal penting untuk memperkuat ukhuwah dan menciptakan kehidupan masyarakat yang harmonis.
Posko yang dipersiapkan di kawasan Tambakberas diharapkan tidak hanya berfungsi sebagai titik pelayanan, tetapi juga menjadi simbol persaudaraan dan kolaborasi.
Masing-masing organisasi tetap dapat menjalankan identitas dan karakter gerakannya, sembari bersinergi dalam kegiatan kemanusiaan dan pelayanan masyarakat.
Semangat “beda gerakan, satu tujuan” pun menjadi pesan kuat dari kegiatan tersebut.
Dari Tambakberas, Jombang, Muhammadiyah dan NU menunjukkan bahwa perbedaan organisasi dapat menjadi kekuatan ketika dipertemukan dalam semangat persaudaraan, kepedulian, dan kemaslahatan umat.





0 Tanggapan
Empty Comments