Iklan Mudipat Landscape
Iklan Mudipat Mobile

Belajar Coding Bersama Trainer Malaysia, Siswa SDMM Raih Juara III MCTC 2026

Iklan Landscape Smamda
Belajar Coding Bersama Trainer Malaysia, Siswa SDMM Raih Juara III MCTC 2026
Peserta dari SDMM dalam acara Muhammadiyah Coding Training, (Kika) Thoriq, Luqman dan Kenzu and Competition (MCTC 2026) (Danang Haidar/PWMU.CO)
pwmu.co -

Tiga siswa SD Muhammadiyah Manyar (SDMM) Gresik menunjukkan kreativitas di bidang teknologi dengan mengikuti Muhammadiyah Coding Training and Competition (MCTC) 2026 yang digelar Majelis Dikdasmen dan PNF Kabupaten Gresik bekerja sama dengan My STEM Institute Malaysia. Dalam kegiatan tersebut, salah satu siswa SDMM berhasil meraih Juara III pada mini kompetisi pemrograman berbasis micro.

Kegiatan berlangsung di Aula SMA Muhammadiyah 1 (Smamio) Gresik, Sabtu (25/7/2026), dan diikuti oleh 31 siswa serta 24 guru dari 18 SD dan MI Muhammadiyah se-Kabupaten Gresik.

SDMM mengirimkan tiga peserta, yakni Luqman Hakim Alifiandra (kelas VI Burj Khalifah), Kenzu Keven Hafidz Dhawami (kelas V Gamma), dan Thoriq Gilang Qoyyum (kelas V Alfa). Selama pelatihan, mereka mempelajari konsep dasar pemrograman (coding) dan penerapan STEM (Science, Technology, Engineering, and Mathematics) melalui praktik menggunakan platform makecode.microbit.org.

Trainer My STEM Institute Malaysia, M. Zahran Irfan, menjelaskan bahwa algoritma merupakan urutan logika yang harus disusun secara sistematis agar sebuah program dapat berjalan dengan baik.

“Algoritma itu seperti urutan kegiatan saat kita bangun pagi. Setiap langkah harus dilakukan secara berurutan agar hasilnya sesuai yang diharapkan,” jelas Irfan.

Ia kemudian mengenalkan platform makecode.microbit.org, yaitu aplikasi berbasis blok pemrograman yang memungkinkan peserta membuat berbagai proyek digital secara simulatif tanpa memerlukan perangkat keras micro.

Menurut Irfan, platform tersebut dirancang agar peserta didik lebih mudah memahami konsep pemrograman melalui tampilan visual yang sederhana dan interaktif.

Setelah mengikuti sesi pelatihan, seluruh peserta mengikuti mini kompetisi sebagai ajang mengimplementasikan materi yang telah dipelajari. Beragam karya ditampilkan, mulai dari simulasi permainan dadu digital, permainan logika, hingga komposisi musik yang diprogram menggunakan blok coding.

SMPM 5 Pucang SBY

Salah satu karya yang menarik perhatian juri datang dari Luqman Hakim Alifiandra. Siswa kelas VI SDMM tersebut berhasil menyusun rangkaian nada lagu Mission Impossible melalui pemrograman micro hingga menghasilkan alunan musik digital layaknya format MIDI.

“Saya mencari notasi lagu Mission Impossible, kemudian menyusunnya ke dalam blok-blok coding di micro hingga menghasilkan alunan musik,” ujar Luqman.

Karya tersebut mengantarkan SD Muhammadiyah Manyar meraih Juara III pada mini kompetisi yang menjadi bagian dari rangkaian MCTC 2026.

Pada penghujung kegiatan, panitia kembali mengadakan kompetisi individu bertema Tebak Hewan dan Suaranya. Seluruh guru diminta keluar dari ruangan agar siswa dapat menyelesaikan tantangan secara mandiri dan menunjukkan kemampuan berpikir kreatif hasil pelatihan.

Keikutsertaan dalam MCTC 2026 menjadi pengalaman berharga bagi siswa SDMM untuk mengenal dunia pemrograman sejak dini sekaligus mengembangkan kemampuan berpikir logis, kreatif, dan kolaboratif.

Melalui kegiatan ini, SD Muhammadiyah Manyar terus mendorong peserta didiknya menguasai keterampilan abad ke-21 dengan memadukan pembelajaran teknologi, kreativitas, dan pemecahan masalah sebagai bekal menghadapi perkembangan era digital. (*)

Revisi Oleh:
  • Tanwirul Huda - 26/07/2026 17:37
SD Kreatif

Baca Lainnya

Adv UMSURA

0 Tanggapan

Empty Comments

Search
Menu