Iklan Mudipat Landscape
Iklan Mudipat Mobile

Dari Jimpitan Beras ke FKTP BPJS, Saatnya Filantropi Warga Muhammadiyah Menguatkan Klinik Persyarikatan

Iklan Landscape Smamda
Dari Jimpitan Beras ke FKTP BPJS, Saatnya Filantropi Warga Muhammadiyah Menguatkan Klinik Persyarikatan
Salah satu warga Muhammadiyah yang sudah menempatkan Faskesnya di klinik Al Manar UMPO.
Oleh : Bayu Nuryanto, S.Kep., Ners. Kepala Klinik Pratama Al-Manar

Dahulu, mungkin hanya segenggam beras yang dikumpulkan dari rumah ke rumah. Ada pula uang receh yang dimasukkan ke dalam kencleng, sedikit demi sedikit hingga terkumpul menjadi kekuatan besar. Dari gerakan sederhana itulah, banyak Amal Usaha Muhammadiyah (AUM) mampu bertahan, bangkit, bahkan berkembang menjadi institusi yang memberi manfaat luas bagi masyarakat.

Perjalanan sejarah Muhammadiyah membuktikan bahwa kekuatan besar sering lahir dari partisipasi kecil yang dilakukan secara bersama-sama. Jimpitan beras dan sedekah kencleng menjadi simbol filantropi warga Persyarikatan yang tidak hanya bernilai ibadah, tetapi juga menjadi energi penggerak lahirnya berbagai amal usaha.

“Gerakan filantropi yang terlihat sederhana, seperti jimpitan beras dan sedekah kencleng, pada kenyataannya mampu mengubah nasib sebuah AUM yang hampir mati menjadi besar dan berdaya.”

Kini zaman telah berubah. Bentuk filantropi pun semestinya ikut bertransformasi mengikuti kebutuhan dan tantangan masa kini. Jika dahulu warga Muhammadiyah memperkuat amal usaha melalui jimpitan beras dan kencleng, hari ini terdapat bentuk dukungan lain yang tidak kalah strategis, yakni menjadikan klinik Muhammadiyah atau Aisyiyah sebagai Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) BPJS Kesehatan.

Tantangan Amal Usaha Muhammadiyah saat ini jauh lebih kompleks dibanding masa lalu. Untuk menjadi lembaga yang mandiri dan berdaya saing, AUM memerlukan tata kelola yang profesional, penguatan permodalan, kebijakan organisasi yang adaptif, serta kemampuan membaca potensi ekonomi di lingkungan sekitarnya.

Dalam konteks tersebut, semangat filantropi perlu menemukan bentuk baru yang sesuai dengan perkembangan zaman.

Salah satunya melalui kepesertaan Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN).

Di tengah jutaan peserta BPJS Kesehatan, warga, kader, pengurus, maupun simpatisan Muhammadiyah sebenarnya memiliki peluang besar untuk memberikan dukungan nyata kepada AUM bidang kesehatan hanya dengan memilih klinik Muhammadiyah atau Aisyiyah sebagai FKTP.

Pilihan yang tampak sederhana tersebut sesungguhnya memiliki dampak strategis apabila dilakukan secara kolektif.

“Merelakan menempatkan FKTP BPJS Kesehatan yang kita miliki di klinik Muhammadiyah atau Aisyiyah, pada hakikatnya dapat menjadi bentuk sedekah baru. Semangatnya sama dengan jimpitan beras dan koin kencleng, yakni memberikan dukungan agar AUM tetap hidup, eksis, dan berkembang.”

Di Kabupaten Ponorogo, terdapat empat klinik Muhammadiyah dan Aisyiyah yang berada di bawah pembinaan Majelis Pembina Kesehatan Umum (MPKU) Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Ponorogo, yaitu:

  • Klinik Pratama Al-Manar Universitas Muhammadiyah Ponorogo
  • Klinik Muhammadiyah Balong
  • Klinik Aisyiyah Jetis
  • Klinik Rumah Sehat Muhammadiyah Babadan

Keempat klinik tersebut telah memperoleh Akreditasi Paripurna, predikat tertinggi dalam akreditasi fasilitas pelayanan kesehatan yang menunjukkan komitmen terhadap mutu pelayanan dan keselamatan pasien.

Keberadaan klinik-klinik tersebut merupakan aset Persyarikatan yang perlu dijaga bersama agar mampu terus memberikan pelayanan kesehatan berkualitas kepada masyarakat.

SMPM 5 Pucang SBY

Perubahan FKTP kini juga semakin mudah dilakukan.

Peserta BPJS Kesehatan cukup membuka aplikasi Mobile JKN, kemudian memilih menu Perubahan Data Peserta, memilih nama peserta yang akan diubah, lalu memilih menu Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP).

Selanjutnya peserta tinggal memilih klinik Muhammadiyah atau Aisyiyah yang diinginkan, melengkapi data yang diperlukan, kemudian melakukan konfirmasi melalui verifikasi wajah atau PIN sesuai petunjuk aplikasi.

Langkahnya sederhana. Namun apabila dilakukan oleh ribuan warga Muhammadiyah secara bersama-sama, dampaknya dapat menjadi kekuatan ekonomi yang besar bagi klinik-klinik Persyarikatan.

Membesarkan Amal Usaha Muhammadiyah bukan semata tanggung jawab pengelola atau pimpinan organisasi. Seluruh warga Persyarikatan memiliki kesempatan yang sama untuk ikut menjaga, menghidupkan, dan memperkuat amal usaha yang telah dirintis dengan perjuangan panjang oleh para pendahulu.

Jimpitan beras pernah menjadi simbol kekuatan filantropi Muhammadiyah.

Kencleng pernah menjadi gerakan yang menghidupkan banyak amal usaha.

Kini, memilih FKTP BPJS Kesehatan di klinik Muhammadiyah dan Aisyiyah dapat menjadi bentuk filantropi baru yang relevan dengan perkembangan zaman.

Dari segenggam beras menuju pilihan FKTP.

Dari sedekah sederhana menuju kekuatan kolektif.

Dari kepedulian warga Persyarikatan untuk keberlanjutan Amal Usaha Muhammadiyah.

Revisi Oleh:
  • Satria - 26/07/2026 19:13
SD Kreatif

Baca Lainnya

Adv UMSURA

0 Tanggapan

Empty Comments

Search
Menu