Prestasi membanggakan ditorehkan kontingen Sulawesi Selatan dalam Kemah Santri Muhammadiyah Nasional (KSMN) II di Bumi Perkemahan Coban Rondo, Malang, Jawa Timur. Membawa pulang 33 medali, Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Sulawesi Selatan berencana menggelar syukuran sebagai bentuk apresiasi kepada para santri dan seluruh tim yang telah berjuang di ajang nasional tersebut.
Rencana syukuran itu disampaikan Wakil Ketua PWM Sulsel Bidang Pendidikan Pesantren, Dr KH Mawardi Pewangi, M.Pd.I., saat menyambut kepulangan kontingen Sulsel di Terminal Penumpang Pelabuhan Makassar, Sabtu (26/9/2026) dini hari.
Mawardi menyampaikan, acara tersebut menjadi bentuk rasa syukur sekaligus penghargaan atas perjuangan seluruh anggota kontingen Sulsel yang telah membawa nama baik daerah di tingkat nasional.
“Insyaallah akan kita adakan syukuran sebagai bentuk rasa syukur dan apresiasi kepada para santri yang telah berjuang dan memberikan prestasi terbaik untuk Sulawesi Selatan,” ujarnya.
Kontingen Sulsel dalam KSMN II berjumlah 246 orang. Mereka terdiri atas 210 santri dari delapan pondok pesantren, 25 pembina, dan 11 panitia.
Adapun waktu dan tempat pelaksanaan syukuran akan ditentukan dan diumumkan kemudian oleh PWM Sulsel.
Borong Medali
Perjuangan kontingen Sulsel selama KSMN II yang berlangsung 21–24 September 2026 berbuah prestasi gemilang. Berdasarkan laporan Ketua Rombongan H Muhammad Al Ghazali, Lc., para santri berhasil mengumpulkan 33 medali.
Rinciannya, sembilan medali emas, 14 medali perak, dan 10 medali perunggu. Selain itu, kontingen Sulsel juga meraih 22 penghargaan Juara Harapan.
Capaian tersebut menjadi salah satu catatan prestasi paling menonjol dalam penyelenggaraan KSMN II yang mempertemukan santri Muhammadiyah dan ’Aisyiyah dari berbagai wilayah di Indonesia.
Prestasi kontingen Sulsel juga mendapat apresiasi dari Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah Prof Haedar Nashir, M.Si. Menurut Haedar, capaian tersebut menunjukkan perkembangan pembinaan pesantren Muhammadiyah-’Aisyiyah di Sulawesi Selatan yang terus mengalami kemajuan.
“Juara Umum Sejati”
Dalam penyambutan tersebut, Mawardi juga menyinggung perubahan sistem penentuan juara pada KSMN II. Jika sebelumnya penilaian juara umum berbasis provinsi, pada KSMN II sistem tersebut menggunakan basis regu.
Karena itu, meskipun Sulsel tidak dinyatakan sebagai juara umum secara administratif, Mawardi menilai jumlah medali yang diraih menunjukkan kualitas pembinaan santri Sulsel.
“Meskipun secara administrasi regu Sulawesi Selatan tidak dinyatakan sebagai juara umum, tetapi melihat perolehan medali yang ada, Sulawesi Selatan adalah juara umum sejati!” tegasnya.
Pernyataan tersebut langsung disambut tepuk tangan meriah para santri dan pendamping yang hadir dalam penyambutan.
Penyambutan kontingen turut dihadiri jajaran pengurus LP2M PWM Sulsel, di antaranya KH Lukman Abd Sama, Lc., M.Pd.I., Haidir Fitra Siagian, dan Drs H Abd Samad T.
Rencana syukuran PWM Sulsel tersebut mendapat sambutan positif dari para pimpinan pesantren dan pendamping kontingen, termasuk dari Ponpes Puteri Ummul Mukminin ’Aisyiyah Sulsel dan Ponpes Darul Arqam Muhammadiyah Punnia.
Mereka menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas perhatian serta dukungan LP2M PWM Sulsel yang mengawal kontingen sejak tahap persiapan, pembinaan, pelaksanaan, hingga kepulangan para santri ke Sulawesi Selatan. (*)





0 Tanggapan
Empty Comments