Iklan Mudipat Landscape
Iklan Mudipat Mobile

Cara Meredam Marah dalam Islam: 5 Amalan Sunnah agar Hati Tetap Tenang

Iklan Landscape Smamda
Cara Meredam Marah dalam Islam: 5 Amalan Sunnah agar Hati Tetap Tenang
Foto: magnific.com
Oleh : Dr. Ajang Kusmana Staf Pengajar AIK UMM

Meredam marah dalam Islam dilakukan dengan mengelola emosi secara bijak. Anda bisa memulainya dengan membaca ta’awudz untuk menghilangkan godaan setan, mengambil wudhu, mengubah posisi tubuh menjadi duduk atau berbaring, dan diam untuk menjaga lisan.

Islam sangat memuliakan umatnya yang mampu menahan amarah meski mereka memiliki kekuatan untuk melampiaskannya. Terdapat janji pahala yang besar dan perlindungan serta mendapat predikat takwa dari Allah SWT bagi mereka yang berhasil mengendalikan emosinya.

وَالْكَاظِمِينَ الْغَيْظَ وَالْعَافِينَ عَنِ النَّاسِ

“Dan orang-orang yang menahan amarah dan suka memaafkan orang lain.” [QS. Ali Imran: 134]

Dalam ajaran Islam, amarah sering kali dipicu oleh hasutan setan yang tercipta dari api. Berikut adalah tuntunan konkret yang bisa Anda terapkan untuk meredam amarah dan menjaga ketenangan batin:

1) Membaca Ta’awudz

Ini karena kemarahan itu datang dari setan, sementara Allah SWT berfirman:

وَإِمَّا يَنْزَغَنَّكَ مِنَ الشَّيْطَانِ نَزْغٌ فَاسْتَعِذْ بِاللَّهِ إِنَّهُ سَمِيعٌ عَلِيمٌ

“Dan jika setan datang menggodamu, maka berlindunglah kepada Allah (ta’awudz). Sesungguhnya Dia Maha Mendengar Maha Mengetahui.” [QS. Al-A’raf: 200]

Saat dua sahabat Nabi Muhammad saw saling mencaci karena emosi, maka beliau menyampaikan:

إِنِّي لَأَعْلَمُ كَلِمَةً لَوْ قَالَهَا ذَهَبَ عَنْهُ مَا يَجِدُ، لَوْ قَالَ: أَعُوذُ بِاللَّهِ مِنَ الشَّيْطَانِ، ذَهَبَ عَنْهُ مَا يَجِدُ

“Sesungguhnya aku tahu satu perkataan, sekiranya dibaca, tentu hilang rasa marahnya. Jika sekiranya ia mau membaca: A’uudzu billaahi minas-syaithaani (Aku berlindung kepada Allah dari godaan setan), niscaya hilang kemarahan yang dialaminya.” (HR. Bukhari no.3282)

2) Diam diri

Saat emosi memuncak, manusia cenderung mengucapkan kata-kata yang menyakitkan atau bahkan dilarang oleh agama.

Menutup mulut atau diam adalah cara terbaik untuk mencegah penyesalan di kemudian hari akibat ucapan yang tidak terkontrol.

Nabi Muhammad saw bersabda:

وَ إِذَا غَضِبَ أَحَدُكُمْ فَلْيَسْكُتْ

“Bila salah seorang diantara kamu marah, diamlah.” (HR. Ahmad no.2556. Kata Al Albani rahimahullah dalam Sahih Al-Adab Al-Mufrad 184, Sahih karena adanya jalur pendukungnya)

3) Mengambil Air Wudu

Api kemarahan dapat dipadamkan dengan air. Oleh karena itu, berwudu adalah salah satu sunnah utama yang dianjurkan oleh Rasulullah saw untuk mendinginkan suhu tubuh dan menenangkan pikiran.

SMPM 5 Pucang SBY

Dari Urwah As-Sa’di radhiallahu anhu berkata:

إِنَّ الْغَضَبَ مِنْ الشَّيْطَانِ وَإِنَّ الشَّيْطَانَ خُلِقَ مِنْ النَّارِ وَإِنَّمَا تُطْفَأُ النَّارُ بِالْمَاءِ فَإِذَا غَضِبَ أَحَدُكُمْ فَلْيَتَوَضَّأْ

“Sesungguhnya marah itu dari setan, dan setan diciptakan dari api, dan api bisa dipadamkan dengan air. Apabila kalian marah, hendaknya dia berwudhu.” (HR. Ahmad no.17985 dan Abu Dawud no.4784])

4) Mengubah Posisi

Nabi Muhammad saw menganjurkan untuk mengubah posisi. Jika Anda marah dalam keadaan berdiri, segeralah duduk.

Jika amarah belum mereda, ubahlah posisi menjadi berbaring. Cara ini membantu tubuh melepaskan ketegangan fisik secara alami.

Nabi Muhammad saw bersabda:

إِذَا غَضِبَ أَحَدُكُمْ وَهُوَ قَائِمٌ فَلْيَجْلِسْ، فَإِنْ ذَهَبَ عَنْهُ الْغَضَبُ، وَإِلاَّ فَلْيَضْطَجِعْ

“Apabila kalian marah dan dia dalam posisi berdiri, hendaknya dia duduk. Karena dengan itu marahnya bisa hilang. Jika belum juga hilang, hendaklah dia mengambil posisi berbaring.” (HR. Abu Dawud no.4782. Kata Al Albani rahimahullah dalam Sahih Abi Dawud no.4782, Sahih)

5) Mengingat-ingat Besarnya Keutamaan Orang yang Mampu Mengendalikan Emosinya

Menahan amarah dinilai sangat tinggi nilainya terutama saat seseorang sebenarnya memiliki kekuasaan atau kemampuan untuk melampiaskannya, namun ia memilih untuk memaafkan.

Dari Abu Ad-Darda’ radhiyallahu ‘anhu, ia berkata, “Wahai Rasulullah, tunjukkanlah kepadaku suatu amalan yang dapat memasukkan ke dalam Surga.” Rasulullah ﷺ lantas bersabda:

لاَ تَغْضَبْ وَلَكَ الْجَنَّةُ

“Janganlah engkau marah, maka bagimu surga.” (HR. Thabrani dalam Al-Kabir. Lihat Sahih At-Targhib wa At-Tarhib, hadis ini Sahih Lighairihi)

Hadis tersebut pesan dari Rasulullah saw agar umatnya mengekang hawa nafsu dan menahan diri dari meluapkan emosi.

Menahan amarah adalah perjuangan spiritual berat, sehingga Allah SWT menjanjikan ganjaran tertinggi berupa Surga bagi mereka yang berhasil mengendalikannya.

Bukan menghilangkan emosi karena marah adalah sifat manusiawi. Maknanya adalah melarang seseorang menuruti amarahnya dengan lisan yang menyakitkan, merusak barang, atau membalas dendam. (*)

Revisi Oleh:
  • Agus Wahyudi - 09/07/2026 20:26
SD Kreatif

Baca Lainnya

Adv UMSURA

0 Tanggapan

Empty Comments

Search
Menu