Ancaman hilangnya keanekaragaman hayati (loss of biodiversity) menjadi perhatian berbagai pihak, termasuk dunia pendidikan. Menjawab tantangan tersebut, SMK Muhammadiyah 8 Siliragung menginisiasi gerakan penanaman pohon lerak sebagai upaya melestarikan flora lokal sekaligus menanamkan kesadaran lingkungan kepada generasi muda, Sabtu (4/7/2026).
Kegiatan ini melibatkan pelajar yang tergabung dalam Organisasi Pecinta Alam (ORSPALA) dan Kader Lingkungan SMK Muhammadiyah 8 Siliragung. Penanaman lerak tidak hanya menjadi kegiatan penghijauan, tetapi juga bagian dari pendidikan karakter yang mengajarkan pentingnya menjaga keanekaragaman hayati serta memanfaatkan potensi alam secara berkelanjutan.
Kepala SMK Muhammadiyah 8 Siliragung, Rudy Agus Setiawan, menegaskan bahwa kegiatan menanam memiliki makna yang jauh lebih luas daripada sekadar menambah ruang hijau di lingkungan sekolah.
“Menanam itu di dalamnya ada banyak nilai karakter yang mengikuti. Pelajar belajar tentang kesabaran, tanggung jawab, kepedulian, gotong royong, disiplin, serta rasa syukur kepada Allah SWT atas karunia alam. Ketika mereka menanam dan merawat pohon hingga tumbuh, sesungguhnya mereka sedang belajar menjadi manusia yang bertanggung jawab terhadap kehidupan dan masa depan bumi. Kami ingin budaya menanam menjadi budaya belajar sekaligus budaya merawat kehidupan di SMK Muhammadiyah 8 Siliragung,” ujarnya.
Menurutnya, kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya sekolah membangun karakter peserta didik melalui aksi nyata yang berdampak langsung terhadap lingkungan.
Sementara itu, Zahrotul Janah, Guru Kejuruan Rekayasa Perangkat Lunak SMK Muhammadiyah 8 Siliragung yang juga merupakan aktivis lingkungan, Wakil Ketua Pimpinan Wilayah Nasyiatul Aisyiyah (PWNA) Jawa Timur Bidang Lingkungan Hidup dan PUSINTEK, serta Focal Point SMILE Eco Bhinneka Muhammadiyah Banyuwangi, menjelaskan bahwa budidaya lerak merupakan investasi ekologis bagi masa depan.
“Budidaya lerak ini menjadi bagian dari legasi merawat bumi untuk generasi mendatang. Lerak adalah produk alam yang dapat dimanfaatkan sebagai sabun pencuci yang sangat ramah bumi. Generasi Z harus mengenalnya, bahkan generasi-generasi berikutnya juga harus mengetahui manfaat tanaman ini agar tidak hilang ditelan zaman,” ungkapnya.
Menurut Zahrotul, pelestarian tanaman lerak bukan hanya menjaga keberadaan satu spesies tumbuhan, tetapi juga menghidupkan kembali pengetahuan lokal mengenai pemanfaatan sumber daya alam yang ramah lingkungan.
Ia menjelaskan bahwa buah lerak telah lama dikenal sebagai sabun alami yang mampu mengurangi penggunaan deterjen berbahan kimia sehingga turut mendukung upaya menjaga kualitas lingkungan. Upaya tersebut sekaligus menjadi kontribusi nyata dunia pendidikan dalam mencegah loss of biodiversity melalui konservasi tanaman yang memiliki nilai ekologis dan edukatif.
Dukungan terhadap program ini juga disampaikan oleh Agus Nur Ismail selaku Wakil Kepala Sekolah Bidang Sarana dan Prasarana yang juga aktif sebagai pegiat lingkungan.
“Kami ingin pelajar tidak hanya belajar di ruang kelas, tetapi juga menjadi pelopor pelestarian lingkungan. Melalui ORSPALA dan Kader Lingkungan, kami menggerakkan siswa untuk membudidayakan lerak sebagai salah satu langkah nyata mencegah hilangnya ragam flora sekaligus membangun budaya sekolah yang peduli terhadap kelestarian alam,” ujarnya.
Gerakan tersebut semakin memperkuat komitmen SMK Muhammadiyah 8 Siliragung sebagai sekolah dampingan Eco Bhinneka Muhammadiyah yang mengintegrasikan pendidikan, pelestarian lingkungan, dan penguatan nilai kebinekaan dalam berbagai aktivitas pembelajaran.
Melalui penanaman lerak, sekolah berharap lahir generasi yang tidak hanya memahami pentingnya menjaga keanekaragaman hayati, tetapi juga mampu menghadirkan solusi berbasis kearifan lokal dalam menghadapi tantangan krisis lingkungan global.
Bagi SMK Muhammadiyah 8 Siliragung, menanam lerak bukan sekadar menanam pohon. Aksi tersebut menjadi investasi ekologis sekaligus investasi karakter. Setiap bibit yang ditanam menjadi simbol harapan, kepedulian, dan tanggung jawab untuk menjaga warisan hayati Indonesia agar terus tumbuh, memberi manfaat, dan menjadi legasi bagi generasi mendatang.





0 Tanggapan
Empty Comments