Suasana istirahat di SD Muhammadiyah 16 Surabaya atau yang lebih dikenal sebagai Sekolah Kreatif Baratajaya selalu dipenuhi keceriaan. Di halaman sekolah yang sederhana, lengkap dengan playground dan gazebo di setiap sudutnya, para siswa memanfaatkan waktu untuk bermain, bercengkerama, sekaligus mengembangkan berbagai potensi yang mereka miliki.
Pada Selasa (9/6/2026) pukul 10.00 WIB, halaman sekolah tampak ramai dengan beragam aktivitas. Sejumlah siswa terlihat membentuk barisan sambil memegang mikrofon untuk berlatih bernyanyi. Di sisi lain, beberapa siswa bermain bola, sementara yang lainnya menikmati wahana permainan di playground. Halaman kecil itu menjadi ruang ekspresi yang hidup bagi seluruh siswa.
Salah satu kegiatan yang menarik perhatian adalah latihan ekstrakurikuler Hip Hop yang dibina oleh Eko Wahyudi, S.Pd. Dengan sabar, ia mendampingi para siswa mengasah kemampuan bernyanyi sekaligus belajar berbahasa melalui musik.
Seni Vokal
Menurut Eko, seni rap atau yang dikenal sebagai bagian dari budaya Hip Hop merupakan bentuk seni vokal yang memadukan ritme dan puisi.
“Rap atau banyak orang menyebutnya ritme dan puisi adalah seni vokal hip-hop, di mana seniman melantunkan lirik berirama di atas ketukan musik,” ujarnya saat mendampingi latihan siswa.
Ia menjelaskan bahwa Hip Hop tidak hanya berkaitan dengan musik, tetapi juga menjadi sarana untuk melatih kreativitas berbahasa. Menurutnya, Hip Hop mengandalkan penggunaan rima, metafora, dan ritme yang kuat sehingga dapat membantu siswa mengembangkan kemampuan berkomunikasi secara kreatif.
Untuk mewadahi minat siswa, ekstrakurikuler tersebut bahkan telah membentuk komunitas yang diberi nama Hip Hop Anak Indo.
Dukungan terhadap kegiatan ini juga datang dari pihak sekolah. Penggagas Sekolah Kreatif sekaligus Ketua Tim Inovasi Pengembangan Sekolah (TIPS), Heru Tjahyono, menilai bahwa kegiatan Hip Hop menjadi salah satu bentuk pembelajaran kontekstual yang efektif dalam mengembangkan kemampuan berbahasa siswa.
“Empat kecerdasan berbahasa menjadi kunci keberhasilan dalam komunikasi. Melalui ekstrakurikuler Hip Hop, siswa mendapat kesempatan untuk berimprovisasi dalam bersyair dan berpuisi,” ujarnya.
Ia menambahkan bahwa proses belajar bahasa dapat dilakukan melalui berbagai pendekatan, salah satunya melalui seni dan musik yang dekat dengan kehidupan anak-anak.
Dalam latihan tersebut, empat siswi kelas III, yakni Raisya Zahia Azkayra, Nusaibah Alesha Ersavina, Alesha Khaliluna Putri, dan Adreena Shakayla Almahyra, tampak percaya diri membawakan sebuah lagu. Meski sesekali masih ada nada yang belum tepat, mereka tetap bersemangat mengikuti arahan pelatih dan terus berlatih tanpa menyerah.
Bagi Adreena Shakayla Almahyra atau yang akrab disapa Alma, mengikuti ekstrakurikuler Hip Hop merupakan pengalaman yang menyenangkan.
“Hip Hop adalah ekstrakurikuler pilihanku, dan aku senang sekali karena bisa bernyanyi,” ujarnya sambil tersenyum usai latihan.
Pemandangan seperti ini hampir setiap hari terlihat di Sekolah Kreatif Baratajaya. Halaman sekolah yang sederhana itu tidak hanya menjadi tempat bermain, tetapi juga ruang tumbuh bagi kreativitas, keberanian, dan kepercayaan diri siswa.
Dari halaman kecil tersebut, lahir langkah-langkah besar. Melalui musik, permainan, dan kebersamaan, para siswa belajar mengenali potensi diri sekaligus membangun mimpi-mimpi yang kelak akan mereka wujudkan di masa depan. (*)





0 Tanggapan
Empty Comments