Semangat persaudaraan para pendekar Tapak Suci Putera Muhammadiyah Pimpinan Daerah 06 Surabaya terlihat dalam Apel Akbar Muktamar XVI Tapak Suci Putera Muhammadiyah yang digelar di Lapangan Pancasila, Simpang Lima, Kota Semarang, Sabtu (8/8/2026).
Mengenakan atribut Tapak Suci dan membawa semangat persaudaraan, para pendekar, kader, dan siswa Pimda 06 Tapak Suci Surabaya menjadi bagian dari sekitar 11.000 peserta yang hadir dalam Apel Akbar tersebut.
Kehadiran rombongan dari Kota Pahlawan itu bukan sekadar memenuhi undangan kegiatan. Perjalanan menuju Semarang menjadi momentum bagi para pendekar Tapak Suci Surabaya untuk mempererat silaturahmi dengan keluarga besar Tapak Suci dari berbagai daerah dan provinsi di Indonesia, termasuk peserta dari luar negeri.
“Bagi kami, kehadiran di Muktamar XVI bukan hanya tentang mengikuti Apel Akbar. Ini adalah kesempatan untuk bertemu saudara-saudara seperguruan dari berbagai daerah dan memperkuat rasa persaudaraan sebagai keluarga besar Tapak Suci,” ujar Mustakim, koordinator rombongan Pimda 06 Tapak Suci Surabaya.
Rombongan Pimda 06 Tapak Suci Surabaya berangkat pada Jumat (7/8) malam menggunakan bus. Perjalanan malam tersebut dijalani dengan penuh semangat.
Meski harus menempuh perjalanan cukup jauh, antusiasme para pendekar dan kader tetap terjaga hingga tiba di Kota Semarang.
“Perjalanan malam memang cukup melelahkan, tetapi semangat anak-anak, kader, dan para pendekar tetap luar biasa. Kami ingin hadir membawa nama Surabaya dan menjadi bagian dari sejarah besar Muktamar XVI Tapak Suci,” tegas Ust. Marwah AS, Pendekar Muda.
Sekitar pukul 02.30 WIB, Sabtu dini hari, rombongan tiba di Semarang. Para pendekar dan kader kemudian memanfaatkan Masjid Raya Baiturrahman yang berada di sekitar lokasi Apel Akbar untuk beristirahat sejenak.
Waktu istirahat yang terbatas tidak mengurangi semangat mereka untuk mengikuti kegiatan. Setelah beristirahat, para pendekar, kader, dan siswa Pimda 06 Tapak Suci Surabaya kembali mempersiapkan diri untuk bergabung bersama ribuan peserta lainnya di Lapangan Pancasila.
Kehadiran para pendekar Pimda 06 Tapak Suci Surabaya menjadi gambaran soliditas dan semangat kebersamaan keluarga besar Tapak Suci di Kota Pahlawan.
Bagi para pendekar, Muktamar XVI bukan hanya menjadi agenda organisasi, tetapi juga ruang untuk bertemu, bertukar pengalaman, dan memperkuat ikatan persaudaraan antaranggota Tapak Suci dari berbagai wilayah.
“Yang paling terasa dalam kegiatan ini adalah persaudaraannya. Kami datang dari Surabaya, bertemu dengan saudara-saudara dari berbagai daerah, tetapi ketika berada di tengah keluarga besar Tapak Suci, rasanya tidak ada jarak,” tambahnya.
Di tengah ribuan peserta yang memadati Lapangan Pancasila, para pendekar Surabaya berdiri bersama saudara seperguruan dari berbagai daerah.
Perbedaan tempat tinggal dan latar belakang daerah tidak menjadi sekat karena semuanya dipersatukan oleh satu perguruan dan semangat Tapak Suci.
Perjalanan dari Surabaya menuju Semarang juga menjadi bagian dari pengalaman berharga bagi para kader dan siswa. Mereka tidak hanya datang sebagai peserta, tetapi membawa nama Pimda 06 Tapak Suci Surabaya untuk menjadi bagian dari momentum besar keluarga Tapak Suci Putera Muhammadiyah.
“Ini menjadi pengalaman yang sangat berharga, khususnya bagi para siswa dan kader. Mereka bisa melihat secara langsung bahwa Tapak Suci adalah keluarga besar yang luas. Dari pengalaman ini, kami berharap semangat mereka untuk berlatih, berorganisasi, dan menjaga persaudaraan semakin kuat,” imbuh Yusuf Effendi, salah satu Pendekar yang ikut acara Apel Akbar.
Semangat tersebut menunjukkan bahwa bagi para pendekar Tapak Suci Surabaya, persaudaraan bukan sekadar slogan. Persaudaraan diwujudkan dengan hadir, berkumpul, dan saling menguatkan dalam setiap momentum penting perguruan.
“Pesan yang ingin kami bawa dari Surabaya sederhana, yaitu bahwa persaudaraan harus terus dijaga. Jarak boleh jauh, tetapi semangat untuk hadir dan bersatu sebagai keluarga besar Tapak Suci tidak boleh hilang,” tuturnya.
Dari Kota Pahlawan menuju Kota Semarang, para pendekar Pimda 06 Tapak Suci Surabaya menunjukkan satu pesan kuat: ketika persaudaraan memanggil, jarak bukan menjadi penghalang untuk hadir dan bersatu.





0 Tanggapan
Empty Comments