Lalu, apa saran Rasulullah? “Apabila keadaanmu benar seperti apa yang engkau katakan, maka seolah-olah engkau menaburkan abu panas kepada mulut mereka dan engkau selalu mendapatkan pertolongan Allah Subhanahu wa Ta’ala atas mereka selama engkau tetap berbuat yang demikian.” (HR. Muslim).
4. Bersikap lapang dada dan berjiwa besar. Untuk mengendalikan dendam dalam hati juga dapat dengan cara berlapang dada dan berjiwa besar terhadap tindakan apapun yang dilakukan oleh orang lain pada dirinya. Orang yang lapang dada dan berjiwa besar akan menghindari hal- hal yang dapat menimbulkan dendam pada dirinya dan orang lain. (QS. An Nuur:22).
5. Bertazkiyatun nafs. Melaksanakan tazkiyatun nafs atau membersihkan diri, jiwa dan hati dari rasa dendam dan penyakit hati buruk lainnya. Amalan inilah yang pernah dilakukan seseorang di zaman Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam. Orang itu disebut beliau sebagai ahli sorga.
Hal ini disebutkan dalam hadits dari Anas bin Malik Radhiyallahu ‘anhu. Beliau mengisahkan tentang kisah Abdullah bin Amr bin Al Ash Radhiyallahu ‘anhu.
“Tatkala aku (Abdullah) berpaling pergi, ia pun memanggilku dan berkata bahwa amalannya hanyalah seperti yang terlihat, hanya saja ia tidak memiliki perasaan dendam dalam hati kepada seorang muslim pun dan ia tidak pernah hasad kepada seorang pun atas kebaikan yang Allah berikan kepada yang lain.’ Abdullah (bin Amr) berkata, ‘Inilah amalan yang mengantarkan engkau (menjadi penduduk surga) dan inilah yang tidak kami mampu.” (HR. Ahmad, 3: 166).





0 Tanggapan
Empty Comments