Iklan Mudipat Landscape
Iklan Mudipat Mobile

Duet Penuh Nostalgia, Direktur Smamita Tampil Memukau dengan Lagu “Kangen” di Acalapati 2026

Iklan Landscape Smamda
Duet Penuh Nostalgia, Direktur Smamita Tampil Memukau dengan Lagu “Kangen” di Acalapati 2026
Direktur Smamita Edwin Yogi Laayrananta MIKom sedang menyanyikan lagu Dewa 19-Kangen. Foto: Nashiiruddin/PWMU.CO
pwmu.co -

Suasana hangat dan penuh nostalgia menyelimuti gelaran Acalapati Smamita 2026 saat Direktur SMA Muhammadiyah 1 Taman (Smamita), Edwin Yogi Laayrananta, M.I.Kom., naik ke atas panggung. Momen tersebut terjadi ketika band siswa Smamita membawakan lagu legendaris Dewa 19 berjudul Kangen pada Rabu (17/6/2026).

Lagu yang populer pada awal 1990-an itu seolah membangkitkan kembali kenangan masa muda Edwin. Saat alunan musik mulai terdengar, ia spontan menghampiri panggung dan berduet bersama para siswa. Aksi tersebut langsung disambut antusias oleh ribuan penonton yang memenuhi area acara.

“Kangen adalah lagu yang punya tempat tersendiri di hati saya. Ketika mendengarnya kembali malam ini, rasanya seperti diajak kembali ke masa-masa muda,” ujar Edwin di sela penampilannya.

Lagu Kangen merupakan salah satu karya ikonik Dewa 19 yang dirilis pada 1992 sebagai singel utama album debut mereka, 19. Nama album tersebut diambil dari rata-rata usia para personelnya saat itu, yakni 19 tahun. Hingga kini, lagu tersebut tetap dikenang karena melodi yang lembut dan liriknya yang penuh makna.

Penampilan duet tersebut menjadi salah satu momen paling berkesan dalam rangkaian Acalapati Smamita 2026. Penghayatan yang ditunjukkan Edwin berpadu harmonis dengan aransemen musik yang dibawakan para siswa. Ribuan peserta dan tamu undangan pun larut dalam suasana haru dan kebersamaan. Banyak di antara mereka ikut bernyanyi, menciptakan ikatan emosional yang hangat antara pimpinan sekolah dan seluruh hadirin.

Menurut Edwin, kehadirannya di atas panggung bukan sekadar untuk bernyanyi, tetapi juga menjadi bentuk kedekatan dengan para siswa.

SMPM 5 Pucang SBY

“Melalui musik, kami ingin membangun komunikasi yang lebih hangat dengan siswa. Ada nilai kebersamaan yang bisa dirasakan bersama, tanpa sekat antara guru, pimpinan sekolah, dan peserta didik,” tuturnya.

Ia menegaskan bahwa Acalapati tidak hanya dirancang sebagai ajang hiburan, tetapi juga ruang untuk mempererat hubungan seluruh keluarga besar Smamita.

“Acalapati adalah ruang ekspresi dan ruang kebersamaan. Kami ingin menghadirkan kegiatan yang menyenangkan, tetapi tetap memiliki nilai pendidikan dan mampu memperkuat ikatan antarsesama warga sekolah,” tambahnya.

Melalui penampilan lagu lawas yang penuh makna tersebut, Acalapati Smamita 2026 berhasil menghidupkan kembali nostalgia sekaligus menjadikannya jembatan yang menyatukan kenangan, emosi, dan kebersamaan seluruh warga sekolah dalam satu panggung. (*)

Revisi Oleh:
  • Wildan Nanda Rahmatullah - 19/06/2026 08:40
Iklan Landscape Unmuh Jember

Baca Lainnya

Adv UMSURA

0 Tanggapan

Empty Comments

Search
Menu