Upaya meningkatkan kesadaran remaja terhadap pentingnya kesehatan gigi dan mulut terus digencarkan. Kali ini, dosen Fakultas Kedokteran Gigi (FKG) Universitas Muhammadiyah Sidoarjo (Umsida), drg Dedi Fardiaz, MDSc, memberikan edukasi kesehatan gigi kepada siswa SMA Muhammadiyah 1 Taman (Smamita). Kegiatan berlangsung di Ruang Demokrasi lantai 2 aula sekolah, Rabu (6/5/2026).
Kegiatan bertajuk Edukasi Pola Sehat Merawat Kesehatan Gigi dan Mulut ini diikuti secara antusias oleh perwakilan siswa. Dalam pemaparannya, narasumber dari FKG Umsida menekankan bahwa kesehatan gigi dan mulut berperan besar dalam menunjang kualitas hidup, konsentrasi belajar, serta kepercayaan diri remaja.
“Masalah gigi seperti karies dan radang gusi sering dianggap sepele, padahal dampaknya bisa panjang. Kebiasaan sederhana seperti menyikat gigi dua kali sehari dengan teknik yang benar, memilih makanan sehat, dan rutin memeriksakan gigi setiap enam bulan sangat menentukan,” ujarnya.
Selain penyampaian materi, siswa juga diajak mempraktikkan cara menyikat gigi yang tepat, mengenali waktu terbaik menyikat gigi, serta memahami jenis makanan dan minuman yang berpotensi merusak gigi.
Sesi tanya jawab berlangsung interaktif. Berbagai pertanyaan muncul, mulai dari perawatan gigi bagi remaja, penggunaan behel, hingga dampak konsumsi minuman manis.
Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan, Wahyu Bimaskurniasandi, SIKom, mengapresiasi kolaborasi edukatif ini. Menurutnya, kegiatan tersebut sejalan dengan program sekolah dalam membentuk pola hidup bersih dan sehat di kalangan siswa.
“Edukasi langsung dari ahlinya membuat siswa lebih paham dan termotivasi untuk menjaga kesehatan gigi sejak dini,” ujarnya.
Sementara itu, siswa Excellent Class, Asyabila Wahyuning Firdaus, mengungkapkan bahwa materi yang disampaikan mudah dipahami dan dekat dengan kebiasaan sehari-hari.
“Sebelumnya saya pikir menyikat gigi cukup asal bersih. Ternyata, ada cara dan waktu yang benar. Penjelasannya juga seru dan tidak membosankan,” ujarnya.
Kegiatan ini turut meningkatkan kesadaran siswa tentang pentingnya menjaga kesehatan gigi sejak usia remaja. Mereka memahami bahwa dampak dari kurangnya perawatan gigi tidak hanya menyebabkan sakit gigi, tetapi juga dapat memengaruhi kesehatan tubuh secara keseluruhan.
Para siswa berharap kegiatan edukatif seperti ini dapat terus berlanjut. “Edukasi dari dosen langsung sangat bermanfaat. Semoga ke depan ada lagi kegiatan serupa dengan tema kesehatan lainnya,” pungkasnya.
Melalui kegiatan ini, siswa Smamita diharapkan tidak hanya memahami pentingnya kesehatan gigi secara teori, tetapi juga mampu menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari sebagai bagian dari gaya hidup sehat. (*)





0 Tanggapan
Empty Comments